Tatsqif

Al-Hashwah

Al-Hashwah (الحصوة)

Al-Hashwah (الحصوة) terletak di belakang Raudhah Syarifah di Masjid Nabawi. Ia merupakan area terbuka yang tidak beratap dan dianggap sebagai bagian serta perpanjangan dari Masjid Nabawi.

Al-Hashwah telah ada sejak masa Rasulullah ﷺ dan berfungsi sebagai pusat pendidikan serta tempat pembelajaran. Di tempat ini para sahabat رضي الله عنهم berkumpul untuk membicarakan berbagai urusan mereka, sekaligus menjadi tempat yang memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi orang-orang yang berada di dalam masjid.

Pada masa kenabian, Al-Hashwah juga berfungsi sebagai tempat pengibaran panji-panji perang dan markas pengaturan pasukan, serta menjadi semacam rumah sakit untuk merawat orang-orang sakit dan para korban luka.

Pada waktu itu, permukaan Al-Hashwah masih berupa tanah biasa. Karena itu, para sahabat رضي الله عنهم ketika bangkit dari sujud sering mengusap wajah mereka dari bekas debu yang menempel.

Kemudian Umar bin Khattab memerintahkan agar didatangkan batu-batu kerikil dari Wadi Al-Aqiq untuk menutupi permukaan tanah tersebut. Setelah itu area tersebut dikenal dengan nama Al-Bathha’ (البطيحاء), sebagaimana disebutkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA).

Masjid Nabawi kemudian mengalami berbagai perluasan sepanjang sejarah. Pada masa pemerintahan Raja Pendiri Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud, beliau memerintahkan perluasan Masjid Nabawi sehingga dibangunlah Al-Hashwah kedua dan dibuat sebuah serambi yang menghubungkannya dengan Al-Hashwah pertama.

Perluasan tersebut kemudian disempurnakan pada masa pemerintahan Saud bin Abdul Aziz Al Saud.

Pada masa sekarang, di bawah kepemimpinan Salman bin Abdul Aziz Al Saud, pengembangan Kota Madinah dan Masjid Nabawi memasuki tahap baru dalam kualitas pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, dipasang 12 payung raksasa di area Al-Hashwah untuk melindungi para jamaah dari panas matahari. Payung-payung ini ditopang oleh tiang-tiang besi yang dilapisi marmer putih, serta dapat dibuka dan ditutup secara otomatis, sebagai bagian dari perluasan Masjid Rasulullah ﷺ demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para jamaah dan peziarah yang datang untuk beribadah.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button