Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Membuka Tahun dengan Istiqamah, Bukan Hanya Semangat

 

Download Pdfnya Klik

Membuka Tahun dengan Istiqamah, Bukan Hanya Semangat

Penulis:

Ustaz Syahrul Bardin, S.H., Lc.

(Kandidat Magister Universitas Islam Madinah, KSA)

Khutbah pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾

أما بعد، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kita telah memasuki lembaran tahun yang baru. Di awal tahun seperti ini, manusia biasanya dipenuhi dengan optimisme. Mereka membuat target baru, menyusun rencana, memperbaiki kebiasaan, dan berjanji kepada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun kenyataannya, tidak sedikit semangat itu hanya bertahan beberapa hari atau beberapa pekan. Setelah itu, semuanya kembali seperti semula.

Padahal Islam tidak pernah mengajarkan kita hanya menjadi orang yang pandai memulai, tetapi mengajarkan kita menjadi orang yang mampu bertahan di atas ketaatan hingga akhir hayat.

Karena itu, tema khutbah kita pada hari ini adalah:

“Membuka Tahun dengan Istiqamah, Bukan Hanya Semangat Sesaat.”

Istiqamah Adalah Perintah Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ﴾

“Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana diperintahkan.” (QS. Hud: 112)

Ayat ini begitu agung hingga sebagian ulama menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا

“Surah Hud dan surah-surah yang semisal dengannya telah membuat rambutku beruban.”
(HR. At-Tirmidzi)

Salah satu sebabnya adalah beratnya perintah dalam ayat tersebut: “Istiqamahlah sebagaimana engkau diperintahkan.”

Istiqamah bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi setiap kali tergelincir ia segera bangkit dengan taubat. Istiqamah bukan berarti ibadahnya luar biasa banyak dalam waktu singkat, tetapi amalnya terus hidup sepanjang usia.

Rasulullah Tidak Mengajarkan Semangat yang Meledak-ledak

Suatu hari Sufyan bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah ﷺ:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

“Aku berkata: Wahai Rasulullah, katakan kepadaku satu kalimat tentang Islam yang aku tidak perlu bertanya lagi kepada siapa pun setelah engkau.”

Beliau bersabda: “Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

Perhatikan, Rasulullah ﷺ tidak mengatakan: “Kemudian bersemangatlah.”

Tetapi beliau mengatakan: “Kemudian istiqamahlah.”

Karena semangat bisa naik dan turun, sedangkan istiqamah adalah komitmen untuk tetap berjalan menuju Allah meskipun langkah terasa berat.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Di awal tahun sebagian orang langsung membuat target yang sangat tinggi. Ingin mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali.

Ingin qiyamul lail setiap malam. Ingin puasa sunnah hampir setiap hari. Semuanya baik. Namun sering kali target yang terlalu tinggi tanpa perencanaan justru berakhir dengan berhenti total.

Rasulullah ﷺ memberikan prinsip yang sangat indah:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka lebih baik:

  • Membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari daripada satu juz selama tiga hari lalu berhenti.
  • Shalat Dhuha dua rakaat setiap pagi daripada delapan rakaat selama sepekan lalu ditinggalkan.
  • Bersedekah sedikit tetapi rutin daripada sekali banyak lalu tidak pernah lagi.
  • Menghadiri majelis ilmu setiap pekan daripada hanya sesekali ketika sedang semangat.

Mengapa Banyak Orang Gagal Istiqamah?

Di antara sebabnya:

Pertama, terlalu mengandalkan semangat, bukan pertolongan Allah. Karena hati berada di tangan Allah.

Kedua, tidak memiliki lingkungan yang baik. Orang yang dekat dengan majelis ilmu akan lebih mudah bertahan dibandingkan orang yang jauh dari ilmu.

Ketiga, tidak memiliki target kecil yang realistis. Syaitan lebih senang membuat seseorang berlebihan di awal agar cepat lelah di tengah jalan.

Ciri Orang yang Istiqamah

Allah berfirman:

﴿إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)

Perhatikan susunan ayat ini, mereka mengucapkan iman, kemudian istiqamah. Barulah Allah memberikan kabar gembira berupa ketenangan saat sakaratul maut dan janji surga.

Ini menunjukkan bahwa istiqamah adalah jalan menuju husnul khatimah.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، للَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ وَالنَّجْوَى.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ﴾

Kaum muslimin rahimakumullah,

Jika kita ingin membuka tahun ini dengan benar, maka jangan mulai dengan daftar keinginan yang panjang, tetapi mulailah dengan tekad untuk menjaga amalan yang paling mendasar.

Jagalah shalat lima waktu tepat waktu. Jagalah shalat berjamaah di masjid.

Jagalah tilawah Al-Qur’an setiap hari. Jagalah dzikir pagi dan petang.

Jagalah lisan dari ghibah dan dusta. Jagalah majelis ilmu.

Bila amalan-amalan ini kita jaga sepanjang tahun, maka insya Allah kita termasuk orang-orang yang istiqamah.

Ingatlah bahwa yang menjadi ukuran bukanlah bagaimana kita memulai tahun ini, tetapi bagaimana kita menutup kehidupan ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Al-Bukhari)

Oleh karena itu, jangan hanya meminta kepada Allah agar diberikan umur yang panjang, tetapi mintalah agar umur itu dipenuhi dengan istiqamah.

Rasulullah ﷺ sering berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾

﴿رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ﴾

﴿رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ﴾

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ.

عباد الله، ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

markazinayahofficial

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

add/markaz_inayah

pin.it/27A9yFJT5

@markazinayah

@markazinayah

www.markazinayah.com

+6285333345252

Syahrul Bardin, S.H., Lc.

Mahasiswa S2, Universitas Islam Madinah, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button