Tatsqif

Masjid Al-Ijabah di Makkah Al-Mukarramah

Masjid Al-Ijabah di Makkah Al-Mukarramah

Masjid Al-Ijabah di Makkah Al-Mukarramah terletak di kawasan Ri’ Dzakhir di daerah Al-Ma’abidah, dan termasuk salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan sirah Nabi ﷺ di kota suci Makkah.

Dr. Fawwaz Ad-Dahhas, Direktur Pusat Sejarah Makkah yang berada di bawah naungan Darah Raja Abdul Aziz⁠ mengatakan:

> “Masjid Al-Ijabah terletak di Khaif Bani Kinanah, yaitu sebuah tempat yang oleh para sejarawan dikenal sebagai Masjid Al-Ijabah. Di tempat ini Nabi Muhammad ﷺ pernah melaksanakan shalat dan berdoa. Lokasinya berada di sebuah lembah yang disebut Syi’b Qunfudz (شعب قنفذ), yang juga dikenal dengan nama Syi’b An-Nur (شعب النور). Tempat ini berada di sebelah kiri jalan bagi orang yang berangkat dari Makkah menuju Mina, dan dekat dengan Tsaniyyah Adzakhir (ثنية أذاخر).”

Dr. Ad-Dahhas menambahkan:

> “Riwayat-riwayat sejarah menyebutkan bahwa ketika Nabi ﷺ datang untuk melaksanakan Haji Wada’, Usamah bin Zaid bertanya:

‘Wahai Rasulullah, di manakah kita akan singgah?’

Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

«وهل ترك عقيل لنا دارًا؟ إننا نازلون في خيف بني كنانة»

‘Apakah Aqil masih meninggalkan rumah untuk kita? Sesungguhnya kita akan singgah di Khaif Bani Kinanah.’

Maksudnya, setelah penaklukan Makkah, rumah-rumah milik keluarga Nabi ﷺ di Makkah telah berpindah kepemilikan sehingga beliau tidak lagi memiliki rumah di sana.”

Beliau melanjutkan:

> “Setelah itu Rasulullah ﷺ melaksanakan Haji Wada’ dan kembali lagi ke tempat tersebut, yang pada waktu itu menjadi lokasi perkemahan beliau ﷺ.”

Dr. Ad-Dahhas juga menyebutkan bahwa Aisyah binti Abu Bakar pernah berkata kepada Rasulullah ﷺ:

> ‘Wahai Rasulullah, orang-orang pulang dengan membawa dua pahala (haji dan umrah), sedangkan aku hanya pulang dengan satu pahala?’

Hal itu karena beliau tidak dapat melaksanakan umrah ketika tiba di Makkah akibat datangnya haid, kemudian beliau suci setelah pelaksanaan haji selesai.

Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan saudaranya, Abdurrahman bin Abu Bakar, untuk mengantarkannya keluar dari wilayah Tanah Haram menuju tempat terdekat di luar batas haram, yaitu Tan’im. Dari sana beliau berniat ihram untuk umrah, kemudian melaksanakan thawaf di Ka’bah dan menyelesaikan umrahnya.

Setelah itu beliau kembali lagi ke perkemahan Rasulullah ﷺ di Khaif Bani Kinanah, yaitu lokasi tempat berdirinya Masjid Al-Ijabah saat ini.

Setelah menyelesaikan ibadah haji, Rasulullah ﷺ kemudian kembali ke Madinah.

Masjid Al-Ijabah di Makkah Al-Mukarramah merupakan salah satu masjid bersejarah di Kerajaan Arab Saudi. Masjid ini terletak di kawasan Al-Ma’abidah, di tengah Kota Makkah Al-Mukarramah, dan memiliki nama yang sama dengan Masjid Al-Ijabah yang berada di Madinah.

Masjid ini juga dikenal dengan nama Khaif Bani Kinanah (خيف بني كنانة) atau Al-Muhassab (المحصب). Kata khaif berarti bagian lereng gunung yang menurun namun berada di atas jalur aliran air. Adapun wilayah Al-Muhassab dan Khaif Bani Kinanah membentang dari kawasan Al-Hajun hingga perbatasan Mina, dan lokasinya lebih dekat ke Mina.

Pembangunan dan Lokasi Masjid Al-Ijabah

Masjid Al-Ijabah dibangun sebelum tahun 3 Hijriah. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah melaksanakan shalat di lokasi tersebut.

Masjid ini terletak di awal Jalan Al-Ijabah, di sebelah kanan bagi orang yang menuju Masjidil Haram. Jalan ini merupakan jalur internal yang terhubung dengan kawasan bersejarah Ri’ Dzakhir (ريع ذاخر) yang tersambung dengan Jalan Lingkar Ketiga Kota Makkah.

Di samping masjid ini terdapat Masjid Jami’ Raja Abdul Aziz di kawasan Al-Ma’abidah. Keduanya dipisahkan oleh jalan yang menuju Masjidil Haram. Di hadapannya juga terdapat Istana Raja Abdul Aziz di Al-Ma’abidah, tempat Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud pernah menetap selama proses pendirian Kerajaan Arab Saudi dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan serta administrasi masyarakat saat itu.

Karena letaknya yang sangat dekat dengan Masjidil Haram, masjid ini menjadi salah satu tujuan kunjungan para peziarah dan jamaah umrah di Kota Makkah.

Di sisi lain masjid ini juga terdapat kantor Amanah Al-‘Ashimah Al-Muqaddasah (Pemerintah Kota Makkah) serta kantor Keamiran Wilayah Makkah, sehingga masjid ini berada di sudut di antara kedua lembaga tersebut dan menjadi salah satu penanda sejarah penting Kota Makkah dan kawasan-kawasan tuanya.

Renovasi Masjid Al-Ijabah

Masjid Al-Ijabah telah beberapa kali mengalami renovasi pada masa pemerintahan Saudi. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1422 H / 2001 M, di mana bangunan masjid dibangun kembali secara menyeluruh.

Bagian luar masjid dilapisi marmer berwarna, serta ditambahkan sebuah kubah dan menara. Selain itu juga dibangun fasilitas pendukung seperti tempat wudhu dan toilet. Akses masuk dan keluar masjid dilakukan melalui dua pintu yang berada di sisi kanan dan kiri jamaah.

Dari luar, masjid ini tampak menonjol dengan warna putih dan lapisan marmernya. Nama masjid terpahat dengan tulisan yang jelas dan dapat terlihat dari kejauhan sehingga mudah dikenali oleh para pengunjung.

Keunikan lainnya, arah kiblat masjid ini menghadap ke arah yang sejajar dengan Jam Makkah yang tampak jelas dari balik kawasan Al-Malawi yang berada di seberang masjid.

Prasasti Masjid Al-Ijabah

Di Masjid Al-Ijabah ditemukan dua prasasti pendirian yang terpasang pada dinding arah kiblat:

1. Prasasti di sebelah kanan mihrab bertanggal 898 H / 1492 M.
2. Prasasti di sebelah kiri mihrab bertanggal 1124 H / 1712 M.

Keberadaan kedua prasasti tersebut menunjukkan bahwa masjid ini telah dikenal dan mendapat perhatian sejak berabad-abad yang lalu, serta menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Kota Makkah Al-Mukarramah.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button