Masjid Al-Ghamamah

Masjid Al-Ghamamah (مسجد الغمامة)
Masjid Al-Ghamamah adalah sebuah masjid yang terletak sekitar 200 meter dari pelataran Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwarah. Dahulu tempat ini merupakan mushalla Nabi ﷺ, yaitu lokasi tempat Rasulullah ﷺ keluar bersama para sahabat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan shalat istisqa’ (memohon hujan).
Tempat ini menyimpan banyak peristiwa sirah Nabi ﷺ dan jejak peradaban Islam yang berharga.
Apa yang dimaksud dengan Mushalla?
Yang dimaksud dengan mushalla adalah sebuah lapangan terbuka yang berada di sebelah barat daya Masjid Nabawi.
Tempat ini dahulu juga dikenal dengan nama:
> المُنَاخَة (Al-Munakhah)
yaitu pasar Kota Madinah pada masa Rasulullah ﷺ.
Nabi ﷺ melaksanakan shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan shalat istisqa’ di beberapa lokasi di lapangan tersebut.
Di tempat ini pula Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat ghaib untuk Raja Najasyi, penguasa Habasyah (Ethiopia).
Tempat Shalat Id dan Istisqa’ Terakhir Nabi ﷺ
Lokasi Masjid Al-Ghamamah merupakan tempat terakhir yang secara pasti diketahui sebagai lokasi Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat Id hingga beliau wafat.
Masjid ini juga dikenal dengan nama:
> مسجد الغمامة
Masjid Al-Ghamamah (Masjid Awan)
karena disebutkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat istisqa’ di tempat ini, sebuah awan menaungi beliau dari terik matahari.
Sejarah Pembangunan Masjid
Diperkirakan masjid ini pertama kali dibangun pada masa Daulah Umayyah, ketika Umar ibn Abd al-Aziz menjabat sebagai gubernur Madinah antara tahun 87–93 H.
Setelah itu masjid ini mengalami beberapa renovasi, di antaranya:
Renovasi pada masa Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawun (748–762 H).
Renovasi oleh Amir Bardik Al-Mi’mar pada tahun 861 H.
Bangunan yang ada sekarang berasal dari sekitar abad ke-13 Hijriah.
Perhatian Pemerintah Saudi terhadap Masjid Ini
Pada masa pemerintahan Saudi, Masjid Al-Ghamamah mendapatkan perhatian besar untuk menjaga karakter arsitektur sejarahnya.
Renovasi dilakukan pada masa:
Raja Saud bin Abdul Aziz tahun 1373 H.
Raja Fahd bin Abdul Aziz tahun 1411 H.
Raja Abdullah bin Abdul Aziz tahun 1434 H.
Raja Salman bin Abdul Aziz yang melanjutkan program pemeliharaan dan rehabilitasi masjid.
Mushalla Id dan Istisqa’
Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan melaksanakan shalat Id dan istisqa’ di luar Masjid Nabawi, yaitu di lapangan terbuka.
Pada akhir kehidupan beliau ﷺ, tempat ini menjadi lokasi yang paling sering digunakan untuk pelaksanaan kedua shalat tersebut.
Pada masa Nabi ﷺ belum ada bangunan maupun mimbar di tempat tersebut; beliau melaksanakan shalat di tanah lapang.
Saat ini lokasi tersebut telah menyatu dengan pelataran Masjid Nabawi akibat berbagai perluasan besar yang dilakukan sepanjang sejarah.
Mengapa Disebut Masjid Al-Ghamamah?
Masjid ini awalnya dikenal sebagai:
> مسجد المصلى
Masjid Mushalla
karena merupakan lokasi shalat Id dan istisqa’.
Belakangan lebih populer dengan nama:
> مسجد الغمامة
Masjid Al-Ghamamah
karena menurut sebagian riwayat, sebuah awan menaungi Rasulullah ﷺ dari panas matahari ketika beliau sedang melaksanakan shalat istisqa’ di tempat tersebut.
Keutamaan dan Nilai Sejarahnya
Masjid ini merupakan salah satu mushalla Nabi ﷺ yang paling penting di Madinah, karena menjadi tempat berkumpulnya kaum muslimin pada hari raya dan saat memohon hujan.
Tempat ini juga memiliki keistimewaan lain, yaitu:
Tempat Shalat Ghaib untuk Raja Najasyi
Di lokasi ini Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat jenazah ghaib untuk:
An-Najashi
Beliau adalah raja Habasyah yang beriman kepada Rasulullah ﷺ, melindungi kaum muhajirin yang hijrah ke negerinya, dan memuliakan mereka.
Ketika Najasyi wafat, Rasulullah ﷺ mengabarkan wafatnya kepada para sahabat pada hari itu juga, lalu beliau mengumpulkan mereka di mushalla ini dan melaksanakan shalat jenazah ghaib.
Dalilnya adalah hadits:
> عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى، فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا
“Rasulullah ﷺ mengabarkan wafatnya Najasyi pada hari wafatnya, lalu beliau keluar bersama para sahabat menuju mushalla, menyusun mereka dalam saf, kemudian bertakbir empat kali.”
(HR. Al-Bukhari no. 1245 dan Muslim no. 951)
Kondisi Masjid Saat Ini
Bangunan masjid saat ini terdiri dari:
Pintu masuk selebar sekitar 4 meter dengan panjang sekitar 26 meter.
Lima kubah di bagian atasnya.
Ruang shalat berukuran sekitar 15 × 30 meter.
Sebuah menara berbentuk silinder pada salah satu sudutnya.
Di atas pintu terdapat papan hijau bertuliskan:
> مسجد الغمامة
dengan kaligrafi Tsuluts berwarna emas.
Bagian luar masjid dihiasi batu basal hitam yang menyerupai warna harrat (hamparan batu vulkanik) yang mengelilingi Madinah.
Sedangkan kubah dan bagian dalam masjid dicat putih, sehingga menghasilkan perpaduan warna hitam-putih yang sangat indah dan khas Madinah.
Mengunjungi Masjid Al-Ghamamah
Saat ini Masjid Al-Ghamamah masih digunakan untuk pelaksanaan shalat lima waktu dan menjadi salah satu tujuan utama para peziarah Kota Madinah.
Menurut informasi yang disebutkan dalam teks, pintu masjid dibuka mulai pukul 10.00 pagi hingga 12.00 malam.



