Tatsqif

Al Haram Al Makky: 3 perluasan raksasa Saudi yang dilaksanakan oleh 6 raja dengan anggaran miliaran riyal tanpa batas

Al Haram Al Makky: 3 perluasan raksasa Saudi yang dilaksanakan oleh 6 raja dengan anggaran miliaran riyal tanpa batas

Sepanjang sejarahnya, Masjidil Haram tidak pernah menyaksikan proyek-proyek perluasan sebesar dan semegah yang terjadi pada era pemerintahan Saudi, sejak masa Raja Abdul Aziz hingga Raja Salman. Untuk mewujudkannya, telah dibelanjakan miliaran riyal melalui anggaran terbuka demi kenyamanan para tamu Allah yang datang berhaji dan berumrah.

Dalam seluruh tahap pembangunan tersebut, prinsip kesinambungan dan integrasi selalu diperhatikan, sehingga Masjidil Haram kini menjadi ikon arsitektur dan peradaban yang dikagumi dunia.

Raja Abdul Aziz rahimahullah: Renovasi dan perbaikan menyeluruh Masjidil Haram

King Abdulaziz memberikan perhatian besar kepada dua tanah suci segera setelah beliau memegang kekuasaan dan memasuki Makkah pada tahun 1343 H.

Di antara proyek penting beliau:

Tahun 1344 H: memerintahkan renovasi total Masjidil Haram dan perbaikan seluruh bagian yang memerlukannya, termasuk pemasangan marmer di sebagian besar area masjid.

Tahun 1345 H: memasang tenda-tenda di pelataran masjid untuk melindungi jamaah dari panas matahari.

Tahun 1346 H: melakukan renovasi lanjutan yang mencakup pengecatan dan perbaikan bangunan, termasuk:

Naungan Maqam Ibrahim,

Kubah Zamzam,

Syadzarwan Ka’bah, dengan biaya lebih dari dua ribu pound emas.

Memasang payung permanen di sekitar pelataran thawaf agar para jamaah dapat berteduh.

Raja Saud rahimahullah: Meresmikan perluasan pertama (Perluasan Pendiri)

King Saud membuka jalan di belakang Bukit Shafa dan memindahkan jalur kendaraan dari area sa’i.

Di antara proyek beliau:

1373 H: memasang pompa untuk mengangkat air Zamzam.

1374 H: membangun tempat distribusi air Zamzam di depan sumur Zamzam.

1375 H: mengganti enam lampu gantung di sekitar Hijir Ismail dengan lima lampu tembaga bertenaga listrik.

Melapisi lantai Mas’a dengan semen.

Pada 5 Rabiul Awal 1375 H, Raja Saud menyampaikan pidato bersejarah dimulainya perluasan besar Masjidil Haram yang sebelumnya telah direncanakan oleh Raja Abdul Aziz.

Perluasan ini mencakup:

pembangunan ruang bawah tanah,

lantai dasar,

lantai satu,

pembangunan Mas’a dua tingkat,

perluasan area thawaf,

pemindahan sumur Zamzam ke ruang bawah tanah.

Selain itu dilakukan pula:

pembongkaran bangunan yang menghambat thawaf seperti:

bangunan Zamzam,

Bab Bani Syaibah,

empat maqam mazhab.

pembangunan jalan, lapangan, tempat parkir, toilet, serta tempat wudhu di sekitar Masjidil Haram.

Raja Faisal: Mendirikan pabrik Kiswah Ka’bah

King Faisal melanjutkan proyek perluasan yang dimulai pada masa Raja Saud.

Di antara proyek terpenting beliau:

Tahun 1387 H: memindahkan bangunan di sekitar Maqam Ibrahim agar area thawaf lebih luas serta menempatkan maqam dalam pelindung kristal.

Tahun 1391 H: membangun gedung perpustakaan Masjidil Haram.

Tahun 1392 H: mendirikan pabrik Kiswah Ka’bah yang baru di kawasan Ummul Jud.

Raja Khalid: Memperluas area thawaf

King Khalid rahimahullah: Menyelesaikan tahap akhir perluasan Saudi pertama pada tahun 1396 H.

Prestasi penting pada masa beliau:

1397 H: meresmikan pabrik Kiswah setelah selesai pembangunannya.

1398 H: memperluas area thawaf menjadi bentuknya yang dikenal saat ini.

Memasang marmer tahan panas yang diimpor dari Yunani sehingga jamaah lebih nyaman saat siang hari.

Perluasan ini juga meliputi:

pemindahan mimbar dan tempat pengeras suara,

perluasan ruang bawah tanah Zamzam,

pemisahan fasilitas Zamzam untuk laki-laki dan perempuan,

pemasangan keran air dingin,

pemasangan pembatas kaca pada sumur Zamzam.

Raja Fahd rahimahullah: Meletakkan dasar perluasan kedua

King Fahd memulai perluasan Saudi kedua.

Proyek pentingnya:

Tahun 1403 H: pembebasan lahan kawasan Pasar Kecil di sebelah barat Masjidil Haram seluas 30.000 m².

Tahun 1406 H: memasang marmer dingin di atap perluasan pertama.

Tahun 1409 H: peletakan batu pertama perluasan kedua.

Perluasan ini berada di sisi barat antara:

Bab Umrah,

dan Bab Raja Abdul Aziz.

Bangunan baru terdiri dari:

ruang bawah tanah,

lantai dasar,

lantai pertama.

Tambahan fasilitas:

14 pintu baru sehingga jumlah pintu menjadi 112 pintu.

9 eskalator.

pelataran luar seluas 88.000 m² untuk shalat pada musim padat.

perluasan area Shafa dan Marwah.

pembangunan Jembatan Raqubah menuju atap masjid.

Raja Abdullah rahimahullah: Perluasan Saudi ketiga

King Abdullah memulai proyek perluasan terbesar dalam sejarah Masjidil Haram.

Karakteristik utama proyek ini:

Memiliki 9 tingkat.

Terdapat 6 lantai khusus untuk shalat termasuk atap.

Kapasitas total mencapai 871.200 jamaah.

Bangunan utama mampu menampung 297.400 jamaah.

Kubah utama bergerak memiliki tinggi 21 meter.

Terdapat 12 kubah bergerak.

Dibangun 16 jembatan untuk mempercepat pergerakan jamaah.

Disediakan 16 lift bagi jamaah dan penyandang disabilitas.

Terdapat:

3.120 toilet di gedung perluasan,

1.380 tempat wudhu,

5.700 toilet tambahan di bangunan pelataran.

Luas keseluruhan bangunan layanan mencapai 439.400 meter persegi.

Tahapan perluasan Saudi pertama

Perluasan Saudi pertama berlangsung dalam empat tahap:

1. 1375–1381 H

pembangunan Mas’a dua tingkat sepanjang 394,5 meter dan lebar 20 meter.

2. 1381–1389 H

pembangunan bagian utama masjid dan perluasan area thawaf.

3. 1389–1392 H

pembangunan makbariyah (tempat muadzin),

pembukaan jalan,

pembangunan lapangan sekitar masjid.

4. 1393–1396 H

renovasi bangunan lama Masjidil Haram,

pembangunan tiga gerbang utama.

Setelah selesainya perluasan pertama:

jumlah pintu Masjidil Haram menjadi 64 pintu,

dibangun 7 menara dengan tinggi masing-masing 89 meter,

luas masjid mencapai 160.168 m²,

kapasitas normal mencapai lebih dari 300.000 jamaah,

dan pada masa padat dapat menampung lebih dari 400.000 jamaah.

Saat ini, melalui kelanjutan proyek-proyek tersebut hingga masa pemerintahan King Salman, Masjidil Haram menjadi salah satu kompleks keagamaan terbesar dan paling maju di dunia, yang setiap tahun melayani jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh penjuru bumi.

Pada masa Raja Salman: Puncak pelayanan dan perluasan Masjidil Haram

Dalam rangka perhatian beliau yang terus-menerus terhadap pelayanan dua tanah suci, Penjaga Dua Masjid Suci, King Salman, telah menegaskan dalam berbagai kesempatan bahwa tugas utama beliau adalah menjaga tempat-tempat suci Islam dan merawatnya, sebagaimana tradisi para pemimpin negeri ini sejak masa King Abdulaziz hingga para putra beliau sesudahnya. Pada masa inilah pelayanan terhadap dua tanah suci mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.

Raja Salman meresmikan lima proyek utama dalam proyek besar Perluasan Saudi Ketiga, yaitu:

1. Proyek gedung utama perluasan.
2. Proyek pelataran dan halaman luar.
3. Proyek terowongan pejalan kaki.
4. Proyek stasiun layanan pusat Masjidil Haram.
5. Proyek jalan lingkar pertama yang mengelilingi kawasan Masjidil Haram.

Perluasan Saudi Ketiga

Perluasan Saudi Ketiga dianggap sebagai lompatan besar dalam sejarah Masjidil Haram.

Luas bangunan utama mencapai 345.000 m².

Kapasitas bangunan utama mencapai 300.000 jamaah shalat.

Luas pelataran, jembatan, dan area terbuka mencapai 239.000 m².

Kapasitas area pelataran mencapai 566.000 jamaah.

Sedangkan bangunan layanan (al-Mashathib) memiliki:

luas 730.000 m²,

kapasitas 264.000 jamaah.

Perluasan ini juga mencakup:

4 menara baru dengan tinggi masing-masing 135 meter.

680 eskalator di seluruh proyek untuk memudahkan mobilitas jamaah.

Total luas keseluruhan proyek mencapai 1.371.000 m².

Jumlah lift dalam proyek ini mencapai 140 lift, yang tersebar sebagai berikut:

44 lift di gedung perluasan utama.

42 lift di area pelataran.

64 lift di bangunan layanan.

24 lift di bangunan menara.

Perluasan area thawaf: “Ar-Riwaq As-Saudi”

Pada masa Raja Salman diluncurkan proyek perluasan area thawaf yang dikenal dengan nama “Ar-Riwaq As-Saudi” (الرواق السعودي).

Proyek ini meningkatkan luas Masjidil Haram dari sekitar 12.000 m² menjadi lebih dari 1 juta m².

Bangunan ini terdiri dari empat tingkat:

lantai dasar,

lantai pertama,

lantai kedua,

dan atap.

Kapasitasnya mencapai:

278.000 jamaah shalat,

dan 107.000 jamaah thawaf per jam.

Fasilitas air Zamzam

Jumlah tempat minum Zamzam mencapai 2.010 unit, yang terbagi menjadi:

396 titik khusus minum Zamzam, dan

902 titik distribusi sepanjang jalur pelayanan (shawter).

22 Kubah Kaca

Salah satu keindahan arsitektur perluasan ini adalah keberadaan 22 kubah yang terdiri dari:

12 kubah kaca bergerak, dan

10 kubah kaca permanen.

Kubah bergerak terbesar berada di atas koridor kehormatan perluasan Saudi ketiga dengan spesifikasi:

diameter luar: 36 meter,

tinggi bagian dalam: 25 meter,

berat: 800 ton.

Bagian luar kubah dihiasi mozaik berwarna, sedangkan bagian dalamnya menggunakan kayu yang dihiasi batu-batu indah.

Kubah-kubah tersebut dibuka dan ditutup secara otomatis melalui pusat kendali untuk memungkinkan ventilasi alami ketika suhu udara memungkinkan.

Jalan, terowongan, dan jembatan

Untuk memudahkan pergerakan jutaan jamaah, dibangun berbagai infrastruktur pendukung, di antaranya:

Terowongan Qasyasyiyah kanan: 490 meter.

Terowongan Qasyasyiyah kiri: 494 meter.

Terowongan Al-Falaq: 120 meter.

Jembatan Masjidil Haram: 111 meter.

Jembatan Jabal Ka’bah: 240 meter.

Jembatan Ummul Qura: 274 meter.

Jembatan Stasiun Marwah: 435 meter.

Jalur miring belakang Stasiun Kada: 165 meter.

Jembatan Al-Maskhuthah: 305 meter.

Pengawasan proyek

Atas arahan Raja Salman untuk terus memantau proyek-proyek Masjidil Haram, Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci mengumumkan bahwa lebih dari 50 insinyur spesialis ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan proyek-proyek tersebut.

Perhatian Kerajaan Saudi terhadap Masjidil Haram

Sejak berdirinya Kerajaan Arab Saudi hingga masa pemerintahan Raja Salman saat ini, Masjidil Haram selalu mendapatkan perhatian dan pemeliharaan yang sangat besar, terutama dalam bidang pembangunan dan perluasan guna melayani para tamu Allah yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Dalam seluruh tahap pembangunan tersebut selalu diperhatikan prinsip kesinambungan, integrasi, dan pembangunan di atas pencapaian sebelumnya, hingga akhirnya Masjidil Haram menjadi simbol arsitektur dan peradaban dunia Islam yang dikagumi oleh seluruh dunia.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button