Fokuslah pada Sebuah Proyek!

Fokuslah pada Sebuah Proyek!
Penulis: Sulaiman Al-Aboudi
Seseorang bertanya: “Bagaimana saya memanfaatkan waktu saya di tengah derasnya arus dunia maya dan banjir informasi?”
Jawabannya singkat: Fokuslah pada sebuah proyek!
Ini bukanlah sekadar ide pelengkap yang mewah, melainkan pelampung penyelamat terakhir bagi eksistensi kita di era arus informasi yang begitu deras ini!
Ketika Anda tidak memfokuskan diri pada sebuah proyek yang lahir dari diri Anda sendiri, yang jelas batasannya, dan diketahui kapan akhirnya (meskipun hanya sekadar perkiraan), maka Anda hanya akan menjadi target bagi proyek-proyek orang lain. Bangunan keilmuan Anda akan menjadi rapuh, tanpa jejak, dan tidak membuahkan karya. Ilmu pengetahuan tidak akan bisa produktif kecuali jika ia dibangun secara terakumulasi (bertahap). Dan akumulasi ini mustahil dicapai oleh orang yang tidak mengatur bacaan dan pembelajarannya dalam sebuah proyek yang tersusun rapi!
Ketika Anda tidak teratur dalam sebuah proyek, maka semua disiplin ilmu akan tampak sama-sama menggoda dan menggiurkan; Anda tidak akan bisa membedakan mana yang lebih prioritas antara Ilmu Nahwu dan Ilmu Sosiologi! Semua masalah fikih akan terasa sama pentingnya; tidak ada bedanya antara hukum membayar zakat fitrah dengan uang dan hukum salat berjemaah! Setiap masalah hadis seolah layak untuk diteliti dan dikaji mendalam; tidak ada bedanya antara masalah mendefinisikan istilah Hadis Hasan dan masalah Syarat Imam Bukhari!
Jika Anda masuk ke sebuah perpustakaan, semua buku seakan melambaikan tangannya kepada Anda, dan Anda merasa tidak punya kuasa untuk berpaling darinya; seolah tidak ada bedanya antara kitab Tafsir Al-Kasysyaf dan kitab Syarh Ibnu ‘Aqil! Oleh karena itu, fokus pada sebuah proyek yang terorganisir adalah gagasan yang sangat penting. Roda produktivitas tidak akan bisa berputar di tengah banyaknya pilihan informasi yang tersedia tanpa adanya fokus tersebut!
Ketika Anda tidak terikat pada sebuah proyek, maka:
* Setiap perdebatan ilmiah yang memanas di antara dua orang bisa dengan mudah mengubah daftar bacaan Anda.
* Setiap podcast bisa mengalihkan minat Anda.
* Setiap algoritma media sosial bisa memalsukan persepsi Anda.
* Dan setiap orang terkenal yang tumpul pikirannya, minim pemahaman agamanya, namun mahir dalam mengambil gambar serta berani bicara sembarangan, dapat menghambat langkah Anda, mengubah arah tujuan Anda, dan membuang-buang energi Anda!
Definisi “proyek” menurut saya adalah: Penelaahan keilmuan yang terorganisir. Syaratnya adalah: ia harus berasal dari diri Anda sendiri, sesuatu yang Anda pilih untuk diri Anda, dan Anda rancang dengan kesadaran penuh; bukan sesuatu yang dipaksakan kepada Anda oleh arus informasi yang sedang mempermainkan perahu kecil Anda dengan ombaknya yang ganas!
* Barangsiapa yang menentukan target jumlah halaman Al-Qur’an harian untuk mencapai target khatam berkala, berarti ia telah teratur dalam sebuah proyek.
* Barangsiapa yang menetapkan sebuah matan (teks dasar ilmu) untuk dihafal dengan target harian yang jelas, titik awal yang pasti, dan target selesai yang terukur, berarti ia telah fokus pada sebuah proyek.
* Barangsiapa yang menyusun rencana penelitian lalu mengatur jam baca dan menulis hariannya, berarti ia sedang menempuh sebuah proyek.
* Orang yang mulai men-takhrij hadis-hadis dari suatu kitab pada jam-jam tertentu, orang yang berkomitmen pada durasi waktu harian untuk mempersiapkan pelajaran (kajian), orang yang menargetkan hafalan kosakata dari bahasa lain, atau orang yang membuat wirid (target rutin) untuk membaca lembaran-lembaran buku di bidang ilmu yang diminatinya.
Semua ini adalah contoh-contoh proyek, dan ia layaknya pelampung penyelamat yang sangat dibutuhkan di era banjir informasi ini!
Ini bukan berarti kita harus mengisolasi diri sepenuhnya dari derasnya arus informasi, karena hal itu adalah sesuatu yang mustahil. Maksudnya adalah untuk meminimalisir dampak buruknya dan mengurangi bebannya. Fokus pada satu atau beberapa proyek yang konsisten adalah jaminan dan keamanan; jaminan untuk melindungi modal (waktu dan energi) kita, dan keamanan dari kekacauan! Sungguh, ketika kita tidak memiliki kompas penunjuk arah, maka semua arah akan terlihat seolah-olah benar!
جزاكم الله خيرا



