Bahagia dengan Ibadah Ramadhan: Taufik atau Ujub?

Nomor Fatwa: 72
Pertanyaan:
Apakah merasa senang dan puas sudah bisa mengisi ramadhan dengan berbagai amalan,termasuk bangga yang dilarang,ust?
Jawaban
Terkait jawaban pertanyaan diatas ada beberapa hal yang perlu diketahui:
1. Merasa senang dan bahagia karena Allah memberi taufik untuk beribadah di bulan Ramadhan bukan termasuk ujub, selama dinisbatkan kepada karunia Allah dan disertai syukur.
2. Yang dilarang adalah ujub, yaitu kekaguman terhadap diri sendiri dan merasa aman dari penolakan amal.
3. Rasa kebahagiaan tersebut harus selalu diiringi dengan rasa takut dan sedih karena:
• Dalam setiap ibadah pasti terdapat kekurangan dan kelalaian.
• Seorang mukmin tidak pernah merasa pasti amalnya diterima.
4. Sikap yang benar secara spiritual adalah:
• Berharap (rajā’) agar Allah menerima amal
• Takut (khauf) jika amal tertolak
5. Keseimbangan antara farah, khauf, dan rajā’ inilah yang menjadi karakter ibadah para salaf.
Dengan demikian, kebahagiaan atas Ramadhan adalah tanda taufik, tetapi kesedihan atas kekurangan diri adalah tanda hidupnya hati dan kesempurnaan adab seorang hamba di hadapan Allah.
