Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Istiqamah Setelah Ramadan

 

Download Pdfnya Klik

Istiqamah Setelah Ramadan

Penulis:

Ustaz Sayyid Syadly, Lc.

(Kandidat Magister Universitas Qassim, KSA.)

Khutbah pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾

أما بعد:

فَإِنَّ أَصْدَقَ ٱلْحَدِيثِ كِتَابُ ٱللَّهِ، وَأَحْسَنَ ٱلْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ ٱلْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي ٱلنَّارِ.

Kaum muslimin jama’ah Jumat rahimakumullah, mari meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala dan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ.

Ramadan adalah madrasah ruhiyah yang mendidik seorang muslim untuk menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah. Selama sebulan penuh, seorang hamba dilatih untuk menahan diri, memperbanyak ibadah, menjaga lisan, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Al-Qur’an. Namun, keberhasilan sejati dari Ramadan bukanlah sekadar mampu beribadah di dalamnya, tetapi bagaimana seseorang mampu menjaga konsistensi (istiqamah) setelah Ramadan berlalu.

Istiqamah adalah tanda diterimanya amal. Para ulama salaf mengatakan bahwa balasan dari kebaikan adalah kebaikan berikutnya. Jika seseorang setelah Ramadan tetap menjaga shalatnya, tilawahnya, dan amal-amal kebaikan lainnya, itu adalah indikasi bahwa ibadahnya di bulan Ramadan diterima oleh Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)

Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah adalah jalan menuju ketenangan hidup dan kebahagiaan akhirat. Istiqamah bukan sekadar melakukan amal, tetapi terus melakukannya dengan konsisten di atas jalan kebenaran.

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

﴿فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ﴾

“Maka tetaplah engkau (Muhammad) istiqamah, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112).

Perintah istiqamah ini bahkan ditujukan kepada Nabi ﷺ, yang merupakan manusia paling sempurna. Ini menunjukkan bahwa istiqamah adalah perkara yang sangat penting dan sangat mulia di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan pentingnya istiqamah dalam sebuah hadis, seseorang bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ، قَالَ: قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ

“Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu ucapan yang aku tidak perlu bertanya lagi kepada selainmu. Maka beliau bersabda: ‘Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.’” (HR. Muslim).

Hadis ini sangat ringkas namun mencakup seluruh agama. Iman adalah fondasi, sedangkan istiqamah adalah penjaga dan penyempurnanya. Tanpa istiqamah, iman bisa melemah dan bahkan hilang.

Kaum muslimin rahimakumullah

Di antara tanda istiqamah adalah tetap menjaga shalat lima waktu secara berjamaah. Ramadan telah melatih kita untuk memperhatikan waktu shalat, bahkan menambahnya dengan tarawih dan qiyam. Maka tidak pantas setelah Ramadan seseorang justru lalai dari shalat wajibnya.

Tanda lainnya adalah tetap menjaga hubungan dengan Al-Qur’an. Jika selama Ramadan kita mampu mengkhatamkan Al-Qur’an, maka setelahnya minimal kita tetap memiliki target harian, walaupun sedikit. Karena Al-Qur’an bukan hanya untuk Ramadan, tetapi sebagai petunjuk hidup sepanjang waktu.

Demikian pula dengan puasa sunnah. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kelanjutan amal setelah Ramadan adalah bagian dari kesempurnaan ibadah tersebut.

Selain itu, istiqamah juga terlihat dari kemampuan menjaga diri dari maksiat. Jika sebelumnya seseorang mampu menahan pandangan, menjaga lisan, dan menjauhi dosa, maka setelah Ramadan ia tetap berusaha mempertahankan kondisi tersebut.

Kaum muslimin rahimakumullah

Setelah Ramadan berlalu, setan kembali dilepaskan, hawa nafsu kembali kuat, dan lingkungan seringkali tidak mendukung ketaatan. Di sinilah ujian sebenarnya dimulai. Banyak orang yang semangat di awal Ramadan, tetapi kembali kepada kebiasaan lama setelahnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi kunci dalam menjaga istiqamah. Tidak harus banyak, tetapi konsisten. Lebih baik sedikit namun terus-menerus, daripada banyak tetapi terputus.

Jama’ah jumat yang mulia

Kiat-kiat Istiqamah Setelah Ramadan:

Pertama, memperbarui niat dan keikhlasan. Seseorang harus menyadari bahwa ibadah bukan hanya untuk Ramadan, tetapi untuk sepanjang hidup hingga bertemu Allah.

Kedua, menjaga lingkungan yang baik. Berteman dengan orang-orang shalih akan membantu seseorang tetap istiqamah. Lingkungan sangat berpengaruh dalam menjaga atau merusak keimanan.

Ketiga, membuat target amal harian. Misalnya membaca Al-Qur’an satu juz atau setengah juz setiap hari, menjaga shalat sunnah rawatib, dan berdzikir pagi petang.

Keempat, memperbanyak doa. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Ini menunjukkan bahwa hati manusia mudah berubah, sehingga sangat membutuhkan pertolongan Allah agar tetap istiqamah.

Kelima, mengingat kematian dan akhirat. Seseorang yang selalu mengingat bahwa hidup ini sementara akan lebih mudah untuk tetap berada di jalan ketaatan.

Kaum muslimin rahimakumullah

Istiqamah setelah Ramadan adalah bukti keberhasilan seseorang dalam mengambil pelajaran dari bulan suci tersebut. Ramadan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk membentuk pribadi yang bertakwa sepanjang tahun.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak memiliki batas waktu tertentu selain kematian. Maka, seorang muslim sejati adalah yang terus beribadah dalam setiap keadaan dan waktu.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah, menerima amal Ramadan kita, dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan yang lebih baik.

Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah

Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Ta’ala mengampuni dan merahmati setiap kita, dan mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ إِن نَّسِینَاۤ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَیۡنَاۤ إِصۡرࣰا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَاۤۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَـٰفِرِینَ

رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ

رَبَّنَا اَتِنَافىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ! إِنَّ ٱللَّهَ یَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِیتَاۤىِٕ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَیَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡیِۚ یَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ

markazinayahofficial

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

add/markaz_inayah

pin.it/27A9yFJT5

@markazinayah

@markazinayah

www.markazinayah.com

+6285333345252

Sayyid Syadly, Lc

Mahasiswa S2, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button