Durus Minas Sirah – Kedudukan Suku Quraisy
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah
Kedudukan Suku Quraisy
Makkah memiliki kedudukan istimewa di hati suku-suku Arab karena Ka’bah berada di kota tersebut dan karena Makkah menjadi pusat ibadah, tempat orang-orang dari berbagai penjuru Jazirah Arab datang untuk menunaikan ibadah haji. Keadaan ini berpengaruh terhadap suku Quraisy, mendatangkan penghargaan dan penghormatan bagi mereka, serta mengangkat kedudukan mereka di tengah bangsa Arab. Quraisy memiliki kedudukan yang istimewa dan sangat disegani oleh masyarakat. Ada sejumlah faktor yang mendukung hal tersebut, dan salah satu yang terpenting adalah keberadaan Baitullah al-Haram.
Quraisy merupakan suku utama di Makkah. Merekalah yang memegang kekuasaan dan kepemimpinan, mengurus dan mengawasi Baitullah al-Haram, serta melayani para jamaah haji yang datang ke sana. Qushay bin Kilab adalah tokoh yang mengusir Khuza’ah dan Bani Bakr dari Makkah, mempersatukan Quraisy, mengukuhkan kedudukan mereka di Makkah, serta membangun Dar an-Nadwah bagi mereka. Ia juga bertanggung jawab atas penyediaan air minum bagi jamaah haji (siqāyah), penyediaan makanan dan jamuan bagi mereka (rifādah), serta pengurusan dan penjagaan Ka’bah (ḥijābah). Setelah wafatnya, anak-anaknya meneruskan kepemimpinan tersebut. Ketika Islam mulai muncul, keluarga besar Nabi Muhammad ﷺ mempunyai kedudukan khusus di antara keluarga-keluarga Quraisy karena mengurus urusan Baitullah dan melayani para jamaah haji.
Sebelum munculnya Islam dan sebelum penaklukan Makkah, terdapat 360 berhala di sekitar Ka’bah. Sebagian berhala tersebut dibawa oleh ‘Amr bin Luhayy al-Khuza’i, orang pertama yang mengubah agama Nabi Ibrahim al-Khalil ‘alaihissalām.