Sirah Nabawiyah

Masuk Islamnya Bangsa Jin

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah

إِسْلَامُ الْجِنِّ

Masuk Islamnya Bangsa Jin

حِينَ بُعِثَ النَّبِيُّ ﷺ حِيلَ بَيْنَ الشَّيَاطِينِ وَبَيْنَ خَبَرِ السَّمَاءِ، وَأُرْسِلَتْ عَلَيْهِمُ الشُّهُبُ، وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ:

Ketika Nabi ﷺ diutus, setan-setan dihalangi untuk memperoleh berita dari langit, dan meteor-meteor yang menyala dilemparkan ke arah mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan bahwa beliau berkata:

«انْطَلَقَ النَّبِيُّ ﷺ فِي طَائِفَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ عَامِدِينَ إِلَى سُوقِ عُكَاظٍ، وَقَدْ حِيلَ بَيْنَ الشَّيَاطِينِ وَبَيْنَ خَبَرِ السَّمَاءِ، وَأُرْسِلَتْ عَلَيْهِمُ الشُّهُبُ، فَرَجَعَتِ الشَّيَاطِينُ إِلَى قَوْمِهِمْ، فَقَالُوا: مَا لَكُمْ؟ فَقَالُوا: حِيلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَبَرِ السَّمَاءِ، وَأُرْسِلَتْ عَلَيْنَا الشُّهُبُ. قَالُوا: مَا حَالَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ خَبَرِ السَّمَاءِ إِلَّا شَيْءٌ حَدَثَ، فَاضْرِبُوا مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا؛ فَانْظُرُوا مَا هَذَا الَّذِي حَالَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ خَبَرِ السَّمَاءِ».

Nabi ﷺ berangkat bersama sekelompok sahabatnya menuju Pasar ‘Ukazh. Ketika itu, setan-setan telah dihalangi untuk memperoleh berita dari langit, dan meteor-meteor yang menyala dilemparkan ke arah mereka. Setan-setan itu pun kembali kepada kelompok mereka. Kelompok mereka bertanya, “Apa yang terjadi pada kalian?” Mereka menjawab, “Kami dihalangi untuk memperoleh berita dari langit, dan meteor-meteor yang menyala dilemparkan kepada kami.” Kelompok mereka berkata, “Tidak ada yang menghalangi kalian dari berita langit kecuali karena telah terjadi suatu peristiwa. Karena itu, jelajahilah penjuru timur dan barat bumi, lalu carilah tahu peristiwa apa yang telah menghalangi kalian dari berita langit.”

فَانْصَرَفَ أُولَئِكَ الَّذِينَ تَوَجَّهُوا نَحْوَ تِهَامَةَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَهُوَ بِنَخْلَةَ عَامِدِينَ إِلَى سُوقِ عُكَاظٍ، وَهُوَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ صَلَاةَ الْفَجْرِ، فَلَمَّا سَمِعُوا الْقُرْآنَ اسْتَمَعُوا لَهُ، فَقَالُوا: «هَذَا وَاللَّهِ الَّذِي حَالَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ خَبَرِ السَّمَاءِ». فَهُنَالِكَ رَجَعُوا إِلَى قَوْمِهِمْ وَقَالُوا: «يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا، يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا».

Kemudian, sekelompok jin yang menuju wilayah Tihamah mendatangi tempat Nabi ﷺ berada, yakni di Nakhlah, ketika beliau bersama para sahabat sedang menuju Pasar ‘Ukazh. Saat itu beliau sedang mengimami para sahabat dalam shalat Subuh. Ketika para jin mendengar bacaan Al-Qur’an, mereka menyimaknya dengan saksama. Mereka lalu berkata, “Demi Allah, inilah yang telah menghalangi kalian dari berita langit.” Setelah itu mereka kembali kepada kaum mereka dan berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengar bacaan Al-Qur’an yang menakjubkan. Al-Qur’an itu memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami beriman kepadanya dan kami tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.”

فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ ﷺ: ﴿قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ﴾، وَإِنَّمَا أُوحِيَ إِلَيْهِ قَوْلُ الْجِنِّ.

Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya ﷺ: “Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Telah diwahyukan kepadaku …’” (QS. Al-Jinn: 1). Dalam peristiwa tersebut, yang diwahyukan kepada beliau adalah perkataan para jin itu.

وَلَمْ يَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْجِنَّ فِي هَذِهِ الْمَرَّةِ وَلَمْ يَقْرَأْ عَلَيْهِمْ، وَفِي مَرَّةٍ ثَانِيَةٍ دَعَا الْجِنُّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ مُعَسْكِرٌ فِي أَصْحَابِهِ خَارِجَ مَكَّةَ، فَذَهَبَ مَعَهُمْ، وَقَرَأَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ، ثُمَّ أَرَى أَصْحَابَهُ آثَارَهُمْ، وَآثَارَ نِيرَانِهِمْ، وَقَدْ ذَكَرَ الشَّعْبِيُّ أَنَّهُمْ وَفْدُ جِنِّ نَصِيبِينَ.

Pada peristiwa pertama itu, Rasulullah ﷺ tidak melihat para jin dan tidak secara khusus membacakan Al-Qur’an kepada mereka. Adapun pada kesempatan yang lain, para jin mengundang Rasulullah ﷺ ketika beliau sedang berada di perkemahan bersama para sahabat di luar Makkah. Beliau pun pergi bersama mereka dan membacakan Al-Qur’an kepada mereka. Setelah itu, beliau memperlihatkan kepada para sahabat bekas-bekas keberadaan para jin tersebut dan bekas api mereka. Asy-Sya‘bi menyebutkan bahwa mereka adalah utusan dari kalangan jin Nashibin.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Islām al-Jinn (إِسْلَامُ الْجِنِّ), halaman 23 kitab (halaman 24 PDF). Harakat ditambahkan untuk memudahkan pembacaan. Pemenggalan teks menjadi beberapa bagian mengikuti alur pembahasan sumber.

Sayyid Syadly, Lc

Mahasiswa S2, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button