Konsultasi

Mengatasi Ujub dan Riya Saat I’tikaf

No Fatwa: 51 / 15-02-2026 / TF 04-MI

Dari Sdr.

Waktu: Ahad, 27 Syakban 1447 H

Pertanyaan:

Pertanyaan:
Kenapa justru kadang kita i’tikaf, seperti ada perlombaan ibadah diantara peserta itikaf. Dorongan ujub dan riya’ lebih banyak. harus bagaimana ya?

Jawaban:

Ini pertanyaan yang sangat penting. Memang di tempat ibadah yang mulia seperti i’tikaf, ujian ujub dan riya bisa jadi lebih terasa. Itu bukan tanda i’tikafnya sia-sia, justru tanda hati kita sedang diajak belajar ikhlas.

Beberapa nasihat praktis:

Jangan bandingkan amal dengan orang lain. Ukuran bukan “siapa terbanyak”, tapi “siapa yang paling diterima”.

Perbanyak amal yang tersembunyi: istighfar, dzikir pelan, doa dalam sujud, menahan lisan dan pandangan. Ini justru inti tazkiyah.

Hindari pemicu riya: obrolan pamer target, cerita-cerita capaian, foto/dokumentasi, dan memilih spot yang lebih sepi jika perlu.

Kalau muncul rasa bangga, ingat: semua itu taufik dari Allah, bukan karena kita hebat. Bisa jadi amal kecil orang lain lebih ikhlas dan lebih diterima.

Jangan tinggalkan amal karena takut riya. Tetap beramal sambil melawan riya: istighfar, perbarui niat, lanjutkan.

Banyakkan doa untuk menyucikan hati dari Rasulullah:

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

Allahumma ati nafsi taqwaha, wa zakkiha anta khayru man zakkaha, anta waliyyuha wa mawlaha.

Terjemahan:
Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia. Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah pelindungnya dan penolongnya.

Semoga Allah sucikan niat kita, terima i’tikaf kita, dan jadikan Ramadhan benar-benar bulan tazkiyatun nafs. Wallahu a’lam

Tim Fatwa Markaz Inayah

Tim Fatwa Markaz Inayah adalah Asatidzah Kandidat Magister dan Doktor Universitas Arab Saudi Hafizhahumullah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button