Durus Minas Sirah – Suraqah bin Malik Mengejar Nabi ﷺ
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 30
Suraqah bin Malik Mengejar Nabi ﷺ
Di antara kisah yang dituturkan Suraqah radhiyallahu ‘anhu mengenai hijrah Rasulullah ﷺ ialah bahwa kaum Quraisy menjanjikan hadiah seratus ekor unta bagi siapa saja yang dapat membawa Muhammad ﷺ kepada mereka, hidup ataupun mati. Suraqah berkisah, “Ketika aku sedang duduk bersama kaumku, datanglah seorang laki-laki dan berkata, ‘Baru saja aku melihat tiga orang berkendara melintas di hadapanku. Aku menduga mereka adalah Muhammad dan para sahabatnya.’” Suraqah melanjutkan, “Aku memberi isyarat dengan mataku agar ia diam, kemudian aku berkata, ‘Mereka hanyalah orang-orang dari Bani Fulan yang sedang mencari sesuatu milik mereka yang hilang.’ Aku pun berdiam sejenak, lalu keluar mengikuti jejak mereka karena menginginkan hadiah seratus ekor unta itu.”
Ia melanjutkan, “Ketika kudaku berlari kencang membawaku, tiba-tiba ia tersandung sehingga aku terjatuh. Aku berkata, ‘Ada apa ini?’ Aku pun mengeluarkan anak-anak panah undianku dan mengundi dengannya. Ternyata, yang keluar adalah anak panah dengan pertanda yang tidak kusukai.” Namun, Suraqah tetap bersikeras untuk mengejar Nabi ﷺ. Ia kembali menunggang kudanya dan mengikuti jejak beliau. Ketika kudanya kembali berlari kencang, kuda itu kembali tersandung hingga ia terjatuh. Suraqah berkata, “Ada apa ini?” Meskipun demikian, ia tetap bersikeras melanjutkan pengejarannya.
“Ketika rombongan itu mulai tampak dan aku dapat melihat mereka, kudaku kembali tersandung. Kedua kaki depannya terbenam ke tanah dan aku pun terjatuh. Dari sana muncul debu yang mengepul seperti pusaran angin. Saat menyaksikan hal itu, aku mengetahui bahwa beliau telah dilindungi sehingga aku tidak dapat mencelakainya, dan bahwa beliau akan memperoleh kemenangan. Aku kemudian berseru, ‘Aku Suraqah bin Ju‘syum! Berilah aku kesempatan untuk berbicara dengan kalian!’” Abu Bakar bertanya, “Apa yang engkau inginkan dari kami?” Suraqah berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ, “Tuliskanlah untukku sebuah surat yang menjadi tanda atau bukti antara aku dan engkau.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Tuliskan untuknya, wahai Abu Bakar.” Abu Bakar pun menuliskannya dan menyerahkan surat itu kepada Suraqah.
Suraqah menyimpan surat itu sampai Makkah ditaklukkan. Ketika itu, ia datang menemui Rasulullah ﷺ sambil membawa surat tersebut di tangannya, lalu menyatakan keislamannya. Rasulullah ﷺ memberinya kabar gembira bahwa kelak ia akan mengenakan dua gelang milik Kisra di kedua tangannya. Menurut penuturan kitab ini, hal tersebut terwujud pada masa penaklukan-penaklukan Islam, ketika Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu menjabat sebagai khalifah.