Durus Minas Sirah – Kelahiran Rasulullah ﷺ
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah
Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ
Abdullah merupakan putra Abdul Muththalib yang paling dicintainya, terutama setelah peristiwa penebusannya. Ketika Abdullah tumbuh dewasa, ayahnya memilihkan seorang gadis dari Bani Zuhrah, salah satu keluarga dalam suku Quraisy, bernama Aminah binti Wahb, lalu menikahkan Abdullah dengannya. Aminah pun mengandung. Sementara itu, Abdullah berangkat dalam suatu perjalanan dagang. Ketika berada di tempat kerabatnya dari pihak ibu, yaitu Bani Najjar, ia jatuh sakit. Abdullah kemudian wafat di Yatsrib dan dimakamkan di sana.
Setelah masa kehamilan berakhir, Nabi ﷺ dilahirkan pada hari Senin. Akan tetapi, tidak terdapat kepastian mengenai tanggal dan bulan kelahiran beliau ﷺ. Ada yang berpendapat bahwa beliau lahir pada tanggal 9 Rabiulawal, ada pula yang mengatakan tanggal 12 Rabiulawal, sementara pendapat lain menyebut bulan Ramadan, dan terdapat pula pendapat-pendapat lainnya. Peristiwa itu terjadi pada tahun 571 Masehi, yaitu tahun yang dikenal sebagai Tahun Gajah.
Setelah Nabi ﷺ lahir, beliau disusui oleh Tsuwaibah, perempuan yang merupakan maula (bekas hamba sahaya) Abu Lahab, paman beliau. Sebelumnya, Tsuwaibah juga telah menyusui Hamzah bin Abdul Muththalib, paman Nabi ﷺ. Oleh sebab itu, Hamzah radhiyallāhu ‘anhu juga merupakan saudara sepersusuan Nabi ﷺ.
Di antara kebiasaan bangsa Arab pada masa itu adalah mencari ibu susuan bagi anak-anak mereka dari kalangan penduduk pedalaman. Lingkungan pedalaman dianggap mendukung pertumbuhan jasmani yang sehat, kefasihan berbicara, dan kejernihan pikiran. Karena itu, Nabi ﷺ dibawa ke perkampungan Bani Sa‘d. Di sanalah Halimah as-Sa‘diyah mengasuh dan menyusui beliau. Nabi ﷺ tinggal bersamanya selama kurang lebih empat tahun.