Fatawa Umum

Siapakah orang paling mudah masuk surga?

Pertanyaan

Siapakah orang paling mudah masuk surga?

Jawaban

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, kepada keluarga dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:

Masyallah semua kita mempertanyakan soal apakah amalan yang paling mudah untuk memasukkan kita ke surga, jawaban-jawaban di atas menandakan banyak hal yang memudahkan masuk surga, masing-masing punya argumentasi, dan mencerminkan prasangka baik kepada Allah, semoga Allah mudahkan kita untuk masuk surga dengan penuh kemudahan tanpa kesulitan.

Sesungguhnya masuk surga berada di tangan Allah عز وجل.

Sebabnya adalah iman dan amal saleh.

Hal itu mudah bagi siapa pun yang Allah mudahkan baginya. Allah Ta‘ala berfirman:

إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات كانت لهم جنات الفردوس نزلا خالدين فيها لا يبغون عنها حولا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya.” (QS. Al-Kahfi: 107–108)

Dan Allah Ta‘ala berfirman tentang balasan bagi orang-orang beriman yang sifat-sifatnya disebutkan dalam Surah Al-Mu’minun:

أولئك هم الوارثون الذين يرثون الفردوس هم فيها خالدون

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yaitu yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun: 10–11)

Dan Allah Ta‘ala berfirman tentang balasan bagi orang-orang bertakwa:

وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض أعدت للمتقين الذين ينفقون في السراء والضراء والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله ولم يصروا على ما فعلوا وهم يعلمون أولئك جزاؤهم مغفرة من ربهم وجنات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها ونعم أجر العاملين

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah, dan mereka tidak terus-menerus dalam perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Ali ‘Imran: 133–136)

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda kepada Mu‘adz ketika ia bertanya agar ditunjukkan suatu amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka. Beliau bersabda:

لقد سألت عن عظيم وإنه ليسير على من يسره الله عليه، ثم قال له: تعبد الله ولا تشرك به شيئا، وتقيم الصلاة، وتؤتى الزكاة وتصوم رمضان، وتحج البيت، ثم قال: ألا أدلك على أبواب الخير؟ الصوم جنة، والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار، وصلاة الرجل في جوف الليل، ثم قرأ قوله تعالى: تتجافى جنوبهم عن المضاجع…. حتى بلغ: يعملون ـ ثم قال: ألا أخبرك برأس الأمر وعموده وذروة سنامه؟ فقلت: بلى يا رسول الله، قال: رأس الأمر وعموده الصلاة، وذروة سنامه الجهاد، ثم قال: ألا أخبرك بملاك ذلك كله؟ فقلت له بلى يا نبي الله، فأخذ بلسانه فقال: كف عليك هذا، فقلت: يا رسول الله وإنا لمؤاخذون بما نتكلم به؟ فقال: ثكلتك أمك يا معاذ، وهل يكب الناس على وجوههم في النار أو قال على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم؟

“Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, namun ia mudah bagi siapa yang Allah mudahkan baginya.”

Kemudian beliau bersabda:

“Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji ke Baitullah.”

Kemudian beliau bersabda:

“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan salat seseorang di tengah malam.”

Kemudian beliau membaca firman Allah Ta‘ala:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka…”

hingga ayat:

“…mereka beramal.”

Lalu beliau bersabda:

“Maukah aku beritahukan kepadamu pokok perkara, tiangnya, dan puncaknya?”

Aku menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda:

“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah salat, dan puncaknya adalah jihad.”

Kemudian beliau bersabda:

“Maukah aku beritahukan kepadamu pengikat dari semua itu?”

Aku berkata: “Tentu wahai Nabi Allah.”

Maka beliau memegang lisannya dan bersabda:

“Tahanlah ini.”

Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami ucapkan?”

Beliau bersabda:

“Celaka engkau wahai Mu‘adz. Bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan wajah mereka, atau beliau bersabda: dengan hidung mereka, tidak lain adalah hasil dari lisan-lisan mereka?”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya, dan dinyatakan sahih oleh Al-Arna’uth.

Diantara orang yang paling mudah masuk surga adalah wanita/perempuan, jika hadisnya shahih.

Syekh Asy-Syinqithi berkata:

“Orang yang paling mudah masuk surga adalah perempuan. Hal ini tampak jelas dalam hadis Nabi ﷺ:

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت زوجها قيل لها ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت.

‘Apabila seorang perempuan

• melaksanakan salat lima waktunya,

• berpuasa di bulan Ramadannya,

• menjaga kehormatannya,

• dan menaati suaminya,

maka dikatakan kepadanya:

“Masuklah ke dalam surga dari pintu surga mana saja yang engkau kehendaki.”’

Takhrij:

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad (no. 1661) dengan lafaz darinya, dan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu‘jam Al-Awsath (no. 8805).

Penilaian para ahli hadis:

Al-Haitsami berkata:

“Di dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi‘ah, dan hadisnya berstatus hasan, sedangkan para perawi lainnya adalah perawi-perawi yang digunakan dalam kitab Shahih.” (Majma‘ az-Zawa’id wa Manba‘ al-Fawa’id, 4/306).

Hadis ini juga dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani (Shahih at-Targhib wa at-Tarhib, 2/618).

Para peneliti Musnad Ahmad (hadis no. 1661) juga menilainya hasan karena banyaknya jalur periwayatan (Musnad Ahmad, 3/199, cet. Ar-Risalah).

Namun, Ad-Daraquthni menilai hadis ini mengalami kegoncangan (idhthirab) (‘Ilal ad-Daraquthni atau Al-‘Ilal al-Waridah fi al Ahadits an-Nabawiyyah, 4/303).

Hadis ini juga dilemahkan oleh Ahmad Syakir (Musnad Ahmad, 2/307, tahqiq Ahmad Syakir),

serta oleh Dhiya’ ar-Rahman (Al-Jami‘ al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih asy-Syamil al-Murattab ‘ala Abwab al-Fiqh, 6/130).

Perhatikanlah.

Tidak dituntut darimu kecuali melaksanakan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga diri dari perkara yang haram, beradab dengan adab Islam, serta menaati perintah suami dan berusaha meridhakannya. Maka balasannya bukan sekadar surga, bukan.

Akan tetapi, pada hari kiamat engkau diberi pilihan sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan. Dikatakan kepadamu:

Pilihlah pintu mana yang engkau sukai untuk masuk ke dalam surga.”

Wallahu a’lam

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button