Benarkah Al-Qur’an Merupakan Zikir yang Paling Utama? Penjelasan Dalil dan Status Hadisnya
Benarkah Al-Qur’an Merupakan Zikir yang Paling Utama? Penjelasan Dalil dan Status Hadisnya
☷ Daftar Isi Artikel
Pertanyaan
Apakah ungkapan «الْقُرْآنُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ» (Al-Qur’an adalah zikir yang paling utama) merupakan hadis yang sahih dari Rasulullah ﷺ? Bagaimana status hadis tentang keutamaan Al-Qur’an dan cara memahami dalil-dalil yang menyebutkan zikir paling utama?
Tentang:
«الْقُرْآنُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ»
“Al-Qur’an adalah zikir yang paling utama.”
Pertama: Status Ungkapan
Ungkapan «الْقُرْآنُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ» (Al-Qur’an adalah zikir yang paling utama) merupakan pernyataan yang benar dari segi makna. Akan tetapi, belum ditemukan hadis marfu‘ yang sahih dari Rasulullah ﷺ dengan redaksi tersebut secara persis.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya:
«أَفْضَلُ الذِّكْرِ الْقُرْآنُ» هَلْ هُوَ حَدِيثٌ أَوْ أَثَرٌ؟
“Ungkapan ‘Zikir yang paling utama adalah Al-Qur’an’, apakah merupakan hadis atau atsar?”
Beliau menjawab:
جَاءَ فِي حَدِيثٍ مَعْنَاهُ: مَا تَقَرَّبَ الْمُتَقَرِّبُونَ إِلَى اللَّهِ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِمَّا خَرَجَ مِنْهُ. يَعْنِي الْقُرْآنَ، لَكِنْ فِي سَنَدِهِ بَعْضُ النَّظَرِ، لَكِنْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ الْقُرْآنَ أَفْضَلُ الذِّكْرِ، مَحَلُّ إِجْمَاعٍ، مَا هُوَ مَحَلُّ خِلَافٍ.
“Terdapat sebuah hadis yang maknanya: ‘Tidaklah orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah melakukan suatu amalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya yang lebih utama daripada sesuatu yang berasal dari-Nya’, yakni Al-Qur’an.
Namun, pada sanad hadis tersebut terdapat hal yang perlu dikritisi.
Meskipun demikian, para ulama telah bersepakat bahwa Al-Qur’an merupakan zikir yang paling utama. Ini merupakan perkara yang disepakati, bukan perkara yang diperselisihkan.”
Kedua: Hadis tentang Keutamaan Al-Qur’an Dibandingkan Seluruh Perkataan
Dari Abu Sa‘id al-Khudri رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ، وَفَضْلُ كَلَامِ اللَّهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ.
“Allah عز وجل berfirman:
‘Barang siapa disibukkan oleh Al-Qur’an sehingga tidak sempat berzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta.
Dan keutamaan kalam Allah dibandingkan seluruh perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah dibandingkan seluruh makhluk-Nya.’”
Takhrij hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh:
- Imam at-Tirmidzi, no. 2926.
- Imam ad-Darimi, no. 3399.
- Imam al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, no. 1860.
Imam at-Tirmidzi mengatakan:
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ.
“Hadis ini hasan gharib.”
Namun, sanad hadis tersebut dinilai lemah karena terdapat Muhammad bin al-Hasan bin Abi Yazid al-Hamdani yang sangat lemah, serta ‘Athiyyah al-‘Aufi yang juga dinilai lemah.
Hadis ini juga dilemahkan oleh Abdul Haqq al-Isybili dan Syaikh al-Albani dalam Dha‘if at-Tirmidzi, no. 2926.
Zikir yang Paling Utama dalam Al-Qur’an dan Sunnah
Pertama: Al-Qur’an adalah Zikir yang Paling Utama Secara Umum
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ﴾
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya dalam keindahan dan kebenaran) serta berulang-ulang.” (QS. Az-Zumar: 23)
Allah juga berfirman:
﴿وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ﴾
“Dan ini (Al-Qur’an) adalah peringatan yang penuh berkah yang telah Kami turunkan.” (QS. Al-Anbiya’: 50)
Dengan demikian, Al-Qur’an merupakan zikir yang paling utama karena ia adalah kalam Allah Ta‘ala. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menukil adanya ijmak (kesepakatan ulama) mengenai keutamaan Al-Qur’an sebagai zikir yang paling utama.
Kedua: Zikir yang Paling Utama adalah La Ilaha Illallah
Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ.
“Zikir yang paling utama adalah La ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).”
(HR. At-Tirmidzi, no. 3383, dan Ibnu Majah, no. 3800. Imam at-Tirmidzi menilainya hasan gharib.)
Ketiga: Empat Kalimat yang Paling Dicintai Allah
Dari Samurah bin Jundub رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.
“Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat, yaitu Subhanallah (Mahasuci Allah), Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), dan Allahu Akbar (Allah Mahabesar). Tidak menjadi masalah dengan kalimat mana pun engkau memulainya.”
(HR. Muslim, no. 2137)
Keempat: Salah Satu Kalimat yang Paling Dicintai Allah
Dari Abu Dzar al-Ghifari رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ.
“Sesungguhnya kalimat yang paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wa bihamdih (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya).”
(HR. Muslim, no. 2731)
Al-Qur’an merupakan zikir yang paling utama secara umum karena merupakan kalam Allah Ta‘ala. Adapun La ilaha illallah merupakan kalimat zikir yang paling utama di antara zikir-zikir yang diucapkan seorang hamba. Sementara itu, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir termasuk kalimat-kalimat yang paling dicintai Allah.
Tidak terdapat pertentangan di antara hadis-hadis tersebut karena keutamaan masing-masing disebutkan dari sudut pandang yang berbeda.
Ketiga: Kesimpulan
Ungkapan «الْقُرْآنُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ» (Al-Qur’an adalah zikir yang paling utama) boleh disampaikan sebagai pernyataan ilmiah karena maknanya benar.
Namun, ungkapan tersebut tidak boleh secara pasti dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ sebagai hadis dengan redaksi tersebut tanpa adanya dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keutamaan Al-Qur’an dibandingkan seluruh zikir pada dasarnya telah ditetapkan, karena Al-Qur’an merupakan kalam Allah سبحانه وتعالى.
Meskipun demikian, pada keadaan tertentu, zikir yang secara khusus disyariatkan pada keadaan tersebut lebih utama untuk diamalkan daripada membaca Al-Qur’an. Contohnya adalah bacaan zikir ketika rukuk dan sujud serta zikir-zikir yang telah ditetapkan pada tempat dan waktunya.
Kesimpulan dari sisi ilmu hadis:
Redaksi «الْقُرْآنُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ» belum terbukti sebagai hadis marfu‘ yang sahih dengan lafaz tersebut. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan kalam Allah dibandingkan seluruh perkataan lainnya memiliki sanad yang lemah, meskipun maknanya benar.
والله تعالى أعلم بالصواب.