Mana yang Lebih Utama pada Shalat Jumat: Saf Pertama di Pinggir atau Saf Kedua Tepat di Belakang Imam?
Mana yang Lebih Utama pada Shalat Jumat: Saf Pertama di Pinggir atau Saf Kedua Tepat di Belakang Imam?
☷ Daftar Isi Artikel
Pertanyaan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Izin bertanya:
Ustadz, mana yang lebih utama di hari Jumat?
Saf pertama, tetapi dapat yang paling samping, atau saf kedua, tetapi dekat dengan imam (persis di belakang imam)?
Jazakallahu khairan.
Jawaban
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:
Keutamaan Saf Pertama dalam Shalat
Telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ sejumlah hadis sahih yang menunjukkan keutamaan saf pertama dalam salat. Di antaranya sabda beliau ﷺ:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا.
“Seandainya manusia mengetahui besarnya keutamaan yang terdapat pada azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan cara untuk memperolehnya kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian.”
(HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya)
Maksudnya, seandainya mendapatkan tempat di saf pertama tidak mungkin dilakukan kecuali melalui undian, niscaya mereka akan melakukannya.
Anjuran Berada Dekat dengan Imam
Adapun berada dekat dengan imam di saf pertama, hal itu menjadikan seseorang sebagai contoh bagi jamaah lainnya, karena mereka mengikuti imam secara langsung dan dapat melihat gerakan imam secara langsung sehingga dapat mengikutinya.
Nabi ﷺ juga bersabda:
لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى.
“Hendaklah orang-orang yang telah dewasa dan berakal di antara kalian berada dekat denganku.”
(HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Hadis ini menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki keutamaan dan ilmu hendaknya maju ke depan agar berada dekat dengan imam, sehingga mereka dapat mengingatkan atau membetulkan bacaan imam apabila imam membutuhkan orang yang membantunya dalam bacaan.
Dengan demikian, maju menuju saf pertama mengandung berbagai keutamaan yang besar. Hal itu juga menunjukkan kesigapan seseorang dalam melakukan kebaikan serta besarnya keinginannya terhadap kebaikan tersebut.
Adapun kebiasaan berada di belakang dan terlambat maju menunjukkan kemalasan dan kurangnya keinginan terhadap kebaikan. Karena itulah Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ.
“Suatu kaum akan terus-menerus mengakhirkan diri hingga Allah pun mengakhirkan mereka.”
(HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Riwayat tentang Keutamaan Posisi di Belakang Imam
Kami tidak mengetahui adanya hadis sahih yang menunjukkan bahwa salat tepat di belakang imam lebih utama daripada salat di tempat lain dalam saf. Memang terdapat beberapa riwayat dalam masalah ini, tetapi riwayat-riwayat tersebut tidak lepas dari kelemahan.
Di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan al-Baihaqi—dan redaksi berikut adalah redaksi al-Baihaqi—dari Abu Barzah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku:
إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ خَلْفَ الْإِمَامِ، وَإِلَّا فَعَنْ يَمِينِهِ.
“Jika engkau mampu berada di belakang imam, maka lakukanlah. Jika tidak, maka berada di sebelah kanannya.”
Dan disebutkan: “Demikianlah Abu Bakar dan Umar berada di belakang Nabi ﷺ.”
Al-Haitsami berkata dalam Majma‘ az-Zawā’id: “Di dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak aku temukan keterangan tentangnya.”
Ibnu Rajab berkata dalam Fath al-Bārī mengenai riwayat ini dan hadis lainnya:
وَكِلَا الْإِسْنَادَيْنِ لَا يَصِحُّ.
“Kedua sanad tersebut tidak sahih.”
Diriwayatkan pula dari Abdullah bin Amr رضي الله عنه bahwa ia berkata:
أَفْضَلُ الْمَسْجِدِ نَاحِيَةُ الْمَقَامِ، ثُمَّ مَيَامِنُهُ.
“Bagian masjid yang paling utama adalah sisi yang dekat dengan Maqam, kemudian bagian kanannya.”
Demikian pula diriwayatkan dari al-Hasan, ia berkata:
أَفْضَلُ الصُّفُوفِ الصَّفُّ الْمُقَدَّمُ، وَأَفْضَلُهُ مِمَّا يَلِي الْإِمَامَ.
“Saf yang paling utama adalah saf terdepan, dan bagian yang paling utama darinya adalah yang dekat dengan imam.”
Ibnu Rajab menyebutkan kedua atsar tersebut dalam Fath al-Bārī, kemudian berkata:
وَأَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ عَلَى تَفْضِيلِ مَيْمَنَةِ الصُّفُوفِ وَخَلْفَ الْإِمَامِ.
“Mayoritas ulama berpendapat tentang keutamaan bagian kanan saf dan posisi di belakang imam.”
Keutamaan Bagian Kanan Saf
Terdapat pula sejumlah hadis yang menunjukkan keutamaan bagian kanan saf. Di antaranya hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya memberikan rahmat dan mendoakan orang-orang yang berada di bagian kanan saf.”
Al-Hafizh [Ibnu Hajar] berkata: “Sanadnya hasan.”
An-Nasa’i juga meriwayatkan dari al-Bara’ رضي الله عنه, ia berkata:
كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ النَّبِيِّ ﷺ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ.
“Apabila kami salat di belakang Nabi ﷺ, kami senang berada di sebelah kanan beliau.”
Al-Hafizh berkata: “Sanadnya sahih.”
Dengan demikian, hadis-hadis tersebut menunjukkan keutamaan sisi kanan dalam saf.
Saf Pertama Lebih Utama daripada Saf Kedua
Berdasarkan penjelasan di atas, keutamaan diberikan kepada saf pertama tanpa memandang posisi imam. Dengan demikian, saf pertama lebih utama daripada saf kedua, sekalipun orang yang berada di saf kedua posisinya lebih dekat kepada imam.
Berikut Jawaban Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah
Keutamaan Posisi Tepat di Belakang Imam
Jika posisinya tepat di belakang imam, maka itulah bagian pokok dan pusat saf. Adapun jika berada di sebelah kanan atau kiri, maka sebelah kanan lebih utama. Namun posisi tepat di belakang imam berada di tengah. Secara zahir, posisi terbaik adalah tepat di belakang imam, karena ia telah mendapatkan posisi terdepan dan bagian utama dari saf.
Merapatkan Saf dan Menutup Celah
Jika seseorang berada di ujung paling kanan saf, sementara di sebelah kirinya ada seorang lelaki lanjut usia yang salat sambil duduk. Kemudian ketika salat dimulai, ternyata terdapat celah antara dirinya dengan jamaah lainnya. Apakah ia meninggalkan orang tua tersebut lalu merapatkan saf, atau tetap berjamaah bersamanya?
Saf pertama lebih utama, dan bagian kanan dari setiap saf lebih utama.
Ketika saf-saf sudah tersusun, ternyata terdapat celah antara dirinya dengan lelaki tersebut?
Ia harus menutup celah tersebut.
Apakah berarti ia membiarkan lelaki itu salat sendirian?
Ia meminta lelaki tersebut untuk mendekat sehingga celah dalam saf tertutup.
Penutup
Wallahu a’lam.