Konsultasi

Apakah Mimpi Setelah Istikharah Termasuk Jawaban dari Allah?

No Fatwa: 13 / 30-01-2026 / TF 02-MI

Dari Sdr.

Waktu: Jumat, 11 Syakban 1447 H

Pertanyaan

“Kami sudah sholat istikharah karena ada yang ta’aruf dengan kami. Dan dua hari setelahnya bermimpi jimak dengan mendiang suami yang telah berpulang ke Rahmatullah. Mimpi tersebut pada saat dini hari saat biasa kami terbangun tahajjud. Apakah takwil mimpi tersebut? Karena kami sangat jarang bermimpi yang diingat. Apakah itu jawaban dari sholat istikharah yang kami lakukan? Krn SDH beberapa kali kami sholat istikharah tapi hanya sekali itu diberi mimpi. “

Jawaban

Hayyakillah wabarakallahu fiik.

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk melaksanakan salat istikharah bagi orang yang hendak melakukan sesuatu, salat ini adalah solusi pengganti bagi praktek tathoyyur (merasa sial dengan sesuatu) yang banyak dilakukan pada zaman jahiliyyah. Salat istikharah dan doanya menunjukkan tawakal yang berkualitas bagi seorang hamba, ia adalah perwujudan dari tauhid yang murni kepada Allah azza wajalla, oleh karena itu; seorang yang melaksanakan salat istikharah dengan benar, dengan keikhlasan yang tinggi, biasanya akan mendapatkan solusi yang terbaik dari Allah azza wajalla.

Indikasi bahwa apa yang kita harapkan dengan salat istikharah baik dan diridai Allah, tidak selalu dengan mimpi yang datang menghiasi tidur, namun bisa juga dengan datangnya rasa yakin dan optimis yang menghiasi hati, atau dengan dimudahkannya urusan dan yang sejenisnya.

Sejujurnya kami bukan pakar takwil mimpi, namun dari beberapa referensi, bahwa jimak (hubungan seksual) itu identik dengan kenikmatan, sedangkan hubungan jimak dengan suami bisa berarti bahwa bahwa hubungan itu halal atau bagian dari ibadah. Jika diperhatikan dari perspektif ini, maka mimpi tersebut bisa jadi menjadi tanda kebaikan dari Allah Azza wa Jalla, apalagi jika diiringi dengan optimisme dan keyakinan untuk menjalani pernikahan dengan orang yang datang melamar, rasa tenang dan nyaman yang meliputi dan kemudahan-kemudahan untuk mewujudkan pernikahan, maka barangkali itu adalah sinyal yang kuat yang Allah berikan terkait dengan lelaki yang meminang anti, wallahu a’lam.

Akhirnya, kami doakan semoga anti mendapatkan tambatan hati yang terbaik dan yang ideal, dan semoga Allah memudahkan urusan anti untuk itu.

Semoga Allah Ta‘ālā menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memilih ilmu yang bermanfaat, meninggalkan hal yang sia-sia, dan mengamalkan apa yang telah diketahui. Kami memohon kepada Allah Ta‘ālā agar memberikan taufik kepada kami dan kepada kalian semua untuk melakukan apa yang Dia cintai dan ridhai. Aamiin

وَاللَّهُ أَعْلَمُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Tim Fatwa Markaz Inayah

Tim Fatwa Markaz Inayah adalah Asatidzah Kandidat Magister dan Doktor Universitas Arab Saudi Hafizhahumullah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button