Apakah berlebihan jika saya shalat sunnah wudhu, tahiyyatul masjid, dua rakaat setelah azan, lalu rawatib Zuhur empat rakaat?

Pertanyaan:
Bertanya lagi utstaz
Apakah saya berlebihan tentang shalat Sunnah yang selama ini saya lakukan
Pertanyaannya
Masuk masjid sebelum azan duhur
Yang ku lakukan
Shalat dua rakaat 1sesudah wudhu
,$halat duat rakaat
2 shalat tahitatu masjid dua raka’at
3,sesudah azan duhur berdiri shalat 2 rakaat
4 ,kemudian shalat rawatib 4 rakaat dengan cara dua rakaat salam dua rakaat salam
Jawaban:
Pahala Memperbanyak Shalat Sunnah (Nawafil)
Bismillāhir-Rahmānir-Rahīm
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد:
Apa yang dilakukan Penanya terkait shalat sunnah nawafil shalat wudhu, tahiyatul masjid dan shalat sunnah muthlaqah sebelum shalat Dhuhur tidak mengapa dilakukan. Jangan lupa meniatkan pahala keutamaan shalat nawafil ikhlas karena Allah agar menjadi ringan dan senang dilakukan.
Nabi ﷺ biasa salat sebelum Zuhur empat rakaat, dua-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat, dan setelah Zuhur dua rakaat sebagai salat rawatib.
Barang siapa salat empat rakaat setelah Zuhur, maka itu lebih utama, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
«مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ»
“Barang siapa menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat setelahnya, Allah haramkan dirinya atas neraka.” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Dan beliau ﷺ juga bersabda:
«رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى أَرْبَعًا قَبْلَ الْعَصْرِ»
“Semoga Allah merahmati seseorang yang salat empat rakaat sebelum Asar.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Maka yang lebih utama sebelum Asar adalah empat rakaat, namun bukan termasuk salat rawatib, melainkan salat sunnah mustahabbah (yang dianjurkan), dan dilakukan dua-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
«صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى»
“Salat malam dan siang itu dilakukan dua-dua rakaat.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lainnya)
Artinya: beliau salam pada setiap dua rakaat, dan itulah yang lebih utama dan sesuai sunnah.
Bahkan dalam salat malam, hal itu menjadi ketentuan yang tegas, karena banyak hadis sahih yang menegaskan demikian.
Di antara amalan yang paling dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya ﷺ, serta yang paling agung, paling mulia, dan paling utama adalah shalat.
Apabila engkau termasuk orang yang menjaga shalat dan memperbanyak amal ketaatan, maka bergembiralah — insya Allah — dengan kebaikan yang besar.
Sesungguhnya di antara amalan yang menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam surga setelah rahmat Allah adalah shalat serta menjaga shalat-shalat sunnah (nawafil) sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis.
Rasulullah ﷺ telah menganjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah. Dari Abu Fatimah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَكْثِرْ مِنَ السُّجُودِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً، إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً»
“Perbanyaklah sujud, karena tidaklah seorang hamba Muslim bersujud kepada Allah satu kali pun melainkan Allah akan meninggikan derajatnya dengan sujud itu.”
(Dishahihkan oleh Al-Albani, no. 1204)
Keutamaan-keutamaan Orang yang Memperbanyak Shalat Sunnah
1. Diangkat Derajatnya di Surga
Shalat dua rakaat saja dapat mengangkat derajat seseorang di surga, menambah pahala, dan menghapus dosa.
Dari Ma‘dān bin Abi Thalhah al-Ya‘muri, ia berkata:
Aku bertemu Tsauban, maula Rasulullah ﷺ, lalu berkata,
“Beritahukan kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga.”
Ia menjawab:
“Aku pernah bertanya hal itu kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda:
«عليك بكثرة السجود لله، فإنك لا تسجد لله سجدة إلا رفعك الله بها درجة، وحط عنك بها خطيئة»
“Perbanyaklah sujud kepada Allah, karena engkau tidak bersujud kepada Allah satu kali pun melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus darimu satu kesalahan.”
(Riwayat Muslim no. 488, At-Tirmidzi no. 388)
2. Menghapus Dosa-dosa
Setiap rukuk dan sujud akan menggugurkan dosa-dosa yang menempel pada diri seseorang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إنَّ العبدَ إذا قامَ إلى الصَّلاةِ أتى بذنوبِه كلِّها فوُضِعت على عاتقيهِ، فَكلَّما رَكعَ أو سجدَ تساقطت عنه»
“Sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri untuk shalat, seluruh dosanya dibawa di kedua pundaknya. Maka setiap kali ia rukuk atau sujud, dosa-dosa itu berguguran darinya.”
(Dishahihkan oleh Al-Albani, no. 1398)
3. Mendapatkan Syafa‘at Nabi ﷺ
Setiap Muslim tentu mendambakan syafa‘at Rasulullah ﷺ.
Salah satu sebab untuk meraihnya adalah dengan memperbanyak sujud dalam shalat.
Dalam hadis disebutkan bahwa seorang hamba meminta kepada Nabi ﷺ agar diberi syafa‘at pada hari kiamat.
Dari Rabi‘ah bin Ka‘b al-Aslamī ra. berkata:
” كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي : سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ ، قَالَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ ، قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ ) رواه مسلم في ” صحيحه ” (489) .
“Aku pernah bermalam bersama Rasulullah ﷺ. Aku membawakan air wudhunya dan kebutuhannya. Lalu beliau bersabda kepadaku, ‘Mintalah (apa yang engkau inginkan).’ Aku berkata, ‘Aku memohon kepadamu agar aku dapat menemanimu di surga.’ Beliau bersabda, ‘Ataukah ada permintaan lain selain itu?’ Aku menjawab, ‘Hanya itu.’ Maka beliau bersabda, (فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ) — ‘Bantulah dirimu (untuk mencapai itu) dengan memperbanyak sujud.’”
(HR. Muslim, no. 489)
Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:
” فيه الحث على كثرة السجود والترغيب به ، والمراد به السجود في الصلاة ” .
انتهى من ” شرح مسلم ” (4/206) .
“Hadis ini berisi anjuran untuk memperbanyak sujud dan dorongan kuat untuk melakukannya. Yang dimaksud dengan ‘sujud’ di sini adalah sujud dalam salat.”
(Syarh Muslim, 4/206)
Makna “Banyak Sujud” dan Kaidah Umum Pahala Amal
Sabda Nabi ﷺ: (بِكَثْرَةِ السُّجُودِ) dipahami dalam kerangka kaidah umum banyak hadis yang menjelaskan bahwa semakin banyak amal seseorang, semakin besar pula pahalanya.
Siapa yang memperbanyak amal saleh, Allah akan memperbanyak balasan baginya; dan siapa yang menguranginya, maka ia mendapatkan sesuai kadar amalnya.
Sebagaimana sabda Nabi ﷺ ketika seorang sahabat berkata:
(إِذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللَّهُ أَكْثَرُ)
“Kalau begitu, kami akan memperbanyak (amal).” Nabi ﷺ bersabda: “Allah lebih banyak (memberi pahala).” (HR. at-Tirmidzi, no. 3573; dinilai hasan sahih oleh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad, no. 550)
Makna Hadis: Perbanyak Salat dan Sujud
Maka, kami katakan kepada siapa pun yang ingin meraih derajat tinggi bersama Nabi ﷺ:
Setiap kali engkau memperbanyak salat wajib dan sunnah, siang dan malam, maka peluangmu untuk menemani Nabi ﷺ di surga semakin besar dan tinggi.
Mereka yang banyak beribadah akan mendapat tingkat kedekatan yang lebih tinggi bersama Rasulullah ﷺ, sesuai kadar amal salehnya.
Ada yang mendapatkan kedekatan sempurna (selalu bersama beliau), dan ada pula yang hanya mendapat kesempatan berjumpa dan melihat beliau, sesuai amal dan keikhlasan masing-masing.
Dalil Pendukung: Hadis Tsaubān
Diriwayatkan dari Ma‘dān bin Abī Thalhah, ia berkata:
” لَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ – أَوْ قَالَ قُلْتُ : بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ – فَسَكَتَ ، ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَسَكَتَ ، ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ : سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً ، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً ) رواه مسلم في ” صحيحه ” (488).
“Aku bertemu dengan Tsaubān, bekas budak Rasulullah ﷺ, lalu aku bertanya, ‘Beritahukan kepadaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga — atau aku berkata: amalan yang paling dicintai Allah.’ Ia diam, lalu aku bertanya lagi dan ketiga kalinya ia berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau bersabda:
(عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً)
“Perbanyaklah sujud kepada Allah, karena tidaklah engkau bersujud kepada Allah sekali pun, kecuali Allah akan meninggikan derajatmu dengan sujud itu dan menghapus satu kesalahanmu.”
(HR. Muslim, no. 488)
Perhatikan bagaimana setiap tambahan sujud berarti tambahan derajat di surga dan penghapusan dosa, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقاً
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu akan bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah — yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(QS. An-Nisā’: 69)
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Dari Anas bin Malik ra. berkata:
” أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ ، فَقَالَ : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قَالَ : ( وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ ) ، قَالَ : لاَ شَيْءَ ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ( أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ) ، قَالَ أَنَسٌ : فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ ، فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ، قَالَ أَنَسٌ : فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ ، وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ ” رواه البخاري (3688) ومسلم (2639) .
“Ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hari kiamat, lalu beliau bersabda:
(وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟)
‘Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?’ Ia menjawab, ‘Tidak ada apa-apa, kecuali aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.’ Maka beliau bersabda:
(أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ)
‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’
Anas berkata: “Kami tidak pernah merasa sebahagia sebagaimana sabda Nabi ﷺ itu.”
(HR. al-Bukhari, no. 3688; Muslim, no. 2639)
Maka, kedudukan menemani para nabi dan orang saleh ditentukan oleh ketaatan dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Semakin besar cinta dan amal ketaatan, semakin tinggi pula derajat kebersamaan dengan Rasulullah ﷺ di surga.
*Amalan yang Mendekatkan dengan Nabi ﷺ*
Semua amalan yang menjadi sebab mendapatkan kedekatan dengan Nabi ﷺ memiliki tingkatan berbeda, seperti:
- Menanggung anak yatim,
- Mengasuh dan membimbing anak perempuan,
- Berakhlak mulia, dan lain-lain.
Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
(إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا)
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. at-Tirmidzi, no. 2018; dinilai sahih oleh al-Albani)
Hadis ini menegaskan bahwa kedekatan dengan Nabi ﷺ di surga berbeda-beda, tergantung tingkat amal dan akhlak seseorang.
Penjelasan Para Ulama
Syaikh ‘Abd al-Karīm al-Khudhāir حفظه الله berkata:
” هذا يدل على أنه لا حد محدد للركعات التي يتطوع بها الإنسان من النوافل المطلقة في ليل أو نهار ، ما في حد محدد ، ( أعني على نفسك بكثرة السجود )، وكلما كان أكثر كانت الإجابة أقرب ” انتهى من ” شرح المحرر في الحديث ” (27/11) بترقيم الشاملة.
“Hadis ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan tertentu untuk jumlah rakaat salat sunnah yang boleh dikerjakan. Sabda Nabi ﷺ ‘فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ’ menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang bersujud, semakin dekat pula peluangnya untuk dikabulkan (doanya) dan dimuliakan.” (Syarh al-Muharrar fi al-Hadith, 27/11)
Demikian pula, semakin khusyuk dan tunduk seseorang dalam sujudnya, semakin besar pula pahalanya dan semakin dekat kedudukannya di sisi Allah serta di sisi Rasulullah ﷺ di surga.
Perkataan Ibnu Taimiyah رحمه الله
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
” إذا كانت إحدى السجدتين أفضل من الأخرى ، كان ما يرفع به من الدرجة أعظم ، وما يحط به عنه من الخطايا أعظم ، كما أن السجدة التي يكون فيها أعظم خشوعا وحضورا هي أفضل من غيرها ، فكذلك السجدة الطويلة التي قنت فيها لربه هي أفضل من القصيرة
وَلَيْسَ لِأَحَدِ أَنْ يَقُولَ: إنّ َمَا كَانَ أَكْثَرَ ، مَعَ قِصَرِهَا ، فَهُوَ أَفْضَلُ مِمَّا هُوَ كَثِيرٌ أَيْضًا ، وَهُوَ أَتَمُّ وَأَطْوَلُ ، كَصَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .” انتهى من ” مجموع الفتاوى ” (23/78) .
“Jika salah satu dari dua sujud lebih baik dari yang lain, maka derajat yang diangkat karenanya lebih tinggi dan dosa yang dihapus lebih banyak. Sujud yang disertai kekhusyukan dan kehadiran hati lebih utama daripada sujud yang kosong, dan sujud yang panjang yang di dalamnya seseorang bermunajat kepada Rabb-nya lebih utama daripada sujud yang singkat. Maka tidak boleh seseorang berkata bahwa banyak sujud yang cepat dan pendek lebih utama daripada sedikit sujud yang panjang dan sempurna, sebagaimana salat Nabi ﷺ yang panjang dan sempurna.” (Majmū‘ al-Fatāwā, 23/78)
Kesimpulan:
Memperbanyak sujud berarti memperbanyak salat, dan itu adalah kunci derajat tinggi di surga serta kedekatan dengan Nabi ﷺ.
Sujud yang paling berharga adalah sujud yang dilakukan dengan hati yang khusyuk, penuh ketundukan, dan cinta kepada Allah.
4. Menyempurnakan Kekurangan Shalat Fardhu
Shalat sunnah berfungsi menambal kekurangan shalat wajib seseorang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ النَّاسُ بهِ يومَ القيامةِ من أعمالهم الصَّلاةُ، فإنْ كانَتْ تامَّةً كُتِبَتْ لهُ تامَّةً، وإنِ انتقَصَ مِنْها شيءٌ، قالَ: انظُروا هل لعبدي من تطوُّعٍ، فإنْ كانَ لهُ تطوُّعٌ، قالَ: أتمُّوا لعبدي فريضتَهُ مِنْ تطوُّعِهِ»
“Amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya sempurna, maka dicatat sempurna. Jika ada kekurangan, Allah berfirman: ‘Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Jika ada, Allah berfirman: ‘Sempurnakan shalat wajibnya dengan shalat sunnahnya.’” (Riwayat Abu Dawud no. 864, At-Tirmidzi no. 413)
5. Dibangunkan Rumah di Surga
Dengan rutin mengerjakan 12 rakaat shalat sunnah dalam sehari semalam, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَن صلَّى في يومٍ وليلةٍ اثنتَي عشرةَ ركعةً، بُني له بيتٌ في الجنةِ»
“Barang siapa shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat, maka akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (Riwayat Muslim no. 1199, At-Tirmidzi no. 415)
Disebutkan pula oleh Ummu Habibah رضي الله عنها, istri Nabi ﷺ:
«ما من عبدٍ مسلمٍ يُصلِّي للهِ كلَّ يومٍ ثِنتَي عشرةَ ركعةً تطوعًا غيرَ فريضةٍ، إلا بنى اللهُ له بيتًا في الجنةِ»
“Tidak ada seorang hamba Muslim yang setiap hari shalat dua belas rakaat sunnah selain yang wajib, kecuali Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (Riwayat Muslim no. 728)
6. Mendapat Cinta Allah dan Dikabulkan Doanya
Orang yang rajin shalat sunnah menunjukkan kecintaannya kepada shalat dan kerinduannya kepada Allah.
Ia senantiasa berusaha mendekatkan diri dengan berbagai amal — shalat, puasa, sedekah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إنَّ اللهَ قالَ: من عادَى لي وليًّا فقد آذنتُهُ بالحربِ… وما يزالُ عبدي يتقرَّبُ إليَّ بالنَّوافلِ حتَّى أُحبَّهُ، فإذا أحببتُه كنتُ سمعَهُ الذي يسمعُ بهِ، وبصرَهُ الذي يُبصرُ بهِ، ويدَهُ التي يبطِشُ بها، ورجلَهُ التي يمشي بها، وإن سألني لأعطينَّهُ، ولئن استعاذني لأعيذنَّهُ
“Allah berfirman: Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya… Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan kakinya… Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri, dan jika ia berlindung kepada-Ku, niscaya Aku lindungi.” (Riwayat Al-Bukhari, no. 6502)
Doa Penutup
اللهم إني أسألك الجنة وما قرّب إليها من قولٍ أو عمل، وأعوذ بك من النار وما قرّب إليها من قولٍ أو عمل.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala ucapan serta amal yang mendekatkan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala ucapan serta amal yang mendekatkan kepadanya.”



