Mukhtashar Fi Tafsir

Mukhtashar Fi Tafsir: Hal 50

Surah Āli ‘Imrān:

Di antara tujuan utama surah ini adalah menegaskan bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan haq, sebagai bantahan terhadap syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh Ahli Kitab, sekaligus untuk meneguhkan dan mengokohkan hati orang-orang yang beriman.

Āli ‘Imrān: 1

Alif Lām Mīm.

Huruf-huruf terpisah ini adalah bagian dari mukjizat Al-Qur’an. Ia tersusun dari huruf-huruf yang dikenal dan digunakan oleh bangsa Arab dalam percakapan mereka, namun mereka tetap tidak mampu mendatangkan yang semisalnya. Di dalamnya terdapat tantangan halus sekaligus bukti bahwa Al-Qur’an benar-benar wahyu dari Allah.

Āli ‘Imrān: 2

Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Dia Maha Hidup, dengan kehidupan yang sempurna tanpa kematian dan tanpa kekurangan. Dia Al-Qayyūm, Yang berdiri sendiri dan menegakkan seluruh makhluk; semua makhluk bergantung penuh kepada-Nya dalam setiap keadaan.

Āli ‘Imrān: 3–4

Dia menurunkan kepadamu Al-Qur’an dengan kebenaran—benar dalam berita-beritanya dan adil dalam hukum-hukumnya—serta membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

Dia telah menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa sebelum Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia.

Dia juga menurunkan Al-Furqān, pembeda antara yang hak dan yang batil.

Adapun orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, bagi mereka azab yang keras. Allah Mahaperkasa, tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, dan Dia Maha Membalas terhadap orang yang mendustakan kebenaran.

Āli ‘Imrān: 5

Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah, baik di bumi maupun di langit. Ilmu-Nya meliputi yang tampak dan yang tersembunyi.

Āli ‘Imrān: 6

Dialah yang membentuk kalian di dalam rahim sesuai kehendak-Nya: laki-laki atau perempuan, dengan rupa dan sifat yang berbeda-beda.

Tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam penciptaan, pengaturan, dan syariat-Nya.

Āli ‘Imrān: 7

Dialah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu. Di dalamnya terdapat ayat-ayat yang muḥkam—jelas dan tegas maknanya—yang menjadi pokok dan rujukan utama. Dan ada pula ayat-ayat mutasyābih yang maknanya tidak langsung jelas bagi kebanyakan manusia.

Orang-orang yang hatinya condong kepada kesesatan akan mengikuti ayat-ayat mutasyābih untuk menimbulkan fitnah dan menafsirkan sesuai hawa nafsu mereka.

Adapun orang-orang yang kokoh ilmunya berkata, “Kami beriman kepada semuanya; semuanya berasal dari sisi Rabb kami.”

Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat.

Āli ‘Imrān: 8

Mereka berdoa,

“Wahai Rabb kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk. Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi.”

Āli ‘Imrān: 9

“Wahai Rabb kami, Engkau pasti akan mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji.”

Faedah ayat-ayat ini

  1. Islam adalah kelanjutan dan penyempurna risalah sebelumnya, bukan agama yang terputus dari sejarah kenabian.
  2. Ilmu Allah sempurna dan meliputi segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi.
  3. Prinsip Ahlul-‘Ilm adalah mengembalikan ayat mutasyābih kepada ayat muḥkam, bukan membangun keyakinan dari yang samar.
  4. Hati bisa menyimpang meski telah mendapat hidayah, karena itu doa memohon keteguhan sangatlah penting.
  5. Keyakinan terhadap Hari Pengumpulan (kiamat) adalah fondasi keteguhan iman dan kesabaran.

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button