Durūs min as-Sīrah

Bagian 66: Peristiwa Bi’r Ma‘unah

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 66

بِئْرُ مَعُونَةَ

Peristiwa Bi’r Ma‘unah

قَدِمَ عَامِرُ بْنُ مَالِكٍ مُلَاعِبُ الْأَسِنَّةِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ الْمَدِينَةَ، فَعَرَضَ عَلَيْهِ الْإِسْلَامَ، فَلَمْ يُسْلِمْ وَلَمْ يَرْفُضْ. وَقَالَ لِلرَّسُولِ ﷺ: «لَوْ بَعَثْتَ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِكَ إِلَى أَهْلِ نَجْدٍ يَدْعُونَهُمْ لَرَجَوْتُ أَنْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ». فَقَالَ ﷺ: «إِنِّي أَخْشَى عَلَيْهِمْ أَهْلَ نَجْدٍ». فَقَالَ عَامِرٌ: «أَنَا لَهُمْ جَارٌ، أَنْ لَا يَعْرِضَ لَهُمْ أَحَدٌ».

‘Amir bin Malik, yang dijuluki Mulā‘ib al-Asinnah, datang ke Madinah menemui Rasulullah ﷺ. Beliau menawarkan Islam kepadanya, tetapi ia tidak masuk Islam dan juga tidak menolaknya. Ia berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Seandainya engkau mengirim beberapa orang sahabatmu kepada penduduk Najd untuk mengajak mereka, aku berharap mereka akan memenuhi ajakanmu.” Nabi ﷺ bersabda, “Aku khawatir penduduk Najd akan mencelakai mereka.” ‘Amir berkata, “Aku menjamin keselamatan mereka; tidak seorang pun akan mengganggu mereka.”

فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ سَبْعِينَ رَجُلًا مِنَ الْقُرَّاءِ، فَسَارُوا حَتَّى نَزَلُوا بِئْرَ مَعُونَةَ مِنْ مِيَاهِ بَنِي سُلَيْمٍ. فَلَمَّا نَزَلُوهَا بَعَثُوا أَحَدَهُمْ بِكِتَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِلَى عَامِرِ بْنِ الطُّفَيْلِ، فَلَمْ يَنْظُرْ فِي الْكِتَابِ، بَلْ قَتَلَ الرَّجُلَ، وَاسْتَصْرَخَ عَلَى الْبَقِيَّةِ قَبَائِلَ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ: عُصَيَّةَ وَرِعْلًا وَذَكْوَانَ. فَأَحَاطُوا بِهِمْ وَقَتَلُوهُمْ جَمِيعًا، إِلَّا كَعْبَ بْنَ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيَّ، فَإِنَّهُمْ تَرَكُوهُ وَبِهِ رَمَقٌ، فَعَاشَ حَتَّى قُتِلَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ.

Rasulullah ﷺ mengutus tujuh puluh orang ahli Al-Qur’an. Mereka berangkat hingga tiba di Bi’r Ma‘unah, salah satu sumber air di wilayah Bani Sulaim. Setelah berkemah di sana, mereka mengutus salah seorang dari mereka membawa surat Rasulullah ﷺ kepada ‘Amir bin Ath-Thufail. Ia tidak membaca surat itu, tetapi justru membunuh utusan tersebut. Ia lalu meminta bantuan sejumlah kabilah Bani Sulaim, yaitu ‘Ushayyah, Ri‘il, dan Dzakwan, untuk menyerang para sahabat yang lain. Mereka mengepung dan membunuh semuanya kecuali Ka‘b bin Zaid Al-Anshari. Ia ditinggalkan dalam keadaan masih bernyawa dan hidup sampai terbunuh pada Perang Khandaq.

وَنَجَا أَيْضًا عَمْرُو بْنُ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيُّ؛ فَإِنَّهُ أُسِرَ ثُمَّ أُطْلِقَ سَرَاحُهُ. وَفِي طَرِيقِ عَوْدَتِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ لَقِيَ اثْنَيْنِ مِنْ بَنِي عَامِرٍ فَاغْتَالَهُمَا فِي نَوْمِهِمَا، وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ قَدْ أَصَابَ مِنْ ثَأْرِ أَصْحَابِهِ. وَإِذَا مَعَهُمَا عَهْدٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ لَمْ يَعْلَمْ بِهِ عَمْرٌو. فَلَمَّا وَصَلَ الْمَدِينَةَ أَخْبَرَ النَّبِيَّ ﷺ بِمَا حَدَثَ، فَبَادَرَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى دَفْعِ دِيَتِهِمَا، وَظَلَّ شَهْرًا يَقْنُتُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ وَيَدْعُو عَلَى قَبَائِلِ سُلَيْمٍ.

‘Amr bin Umayyah Adh-Dhamri juga selamat. Ia sempat ditawan, lalu dibebaskan. Dalam perjalanan pulang ke Madinah, ia bertemu dua orang dari Bani ‘Amir dan membunuh keduanya saat mereka sedang tidur. Ia mengira telah membalas kematian para sahabatnya. Padahal, keduanya memiliki perjanjian dari Rasulullah ﷺ yang tidak diketahui ‘Amr. Setibanya di Madinah, ia memberi tahu Nabi ﷺ tentang kejadian itu. Nabi ﷺ segera membayar diyat kedua orang tersebut dan selama sebulan membaca doa qunut dalam salat Subuh, mendoakan keburukan atas kabilah-kabilah Sulaim.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Peristiwa Bi’r Ma‘unah (بِئْرُ مَعُونَةَ), halaman 83 kitab (halaman 84 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button