002. Pembahasan Kedua
الْفَصْلُ الثَّانِي
Pembahasan Kedua
مَمَالِكُ وَأَنْبِيَاءُ الْعِرَاقِ
Kerajaan-Kerajaan dan Para Nabi di Irak
بَعْدَ تَكَاثُرِ السُّكَّانِ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، هَاجَرَتْ مَجْمُوعَاتٌ نَحْوَ الشَّمَالِ الشَّرْقِيِّ وَاسْتَقَرَّتْ فِي الْعِرَاقِ، وَعَمِلُوا بِالزِّرَاعَةِ، وَكَانُوا يَعْبُدُونَ اللَّهَ، ثُمَّ مَا لَبِثُوا أَنْ عَبَدُوا الْأَصْنَامَ.
Setelah jumlah penduduk di Jazirah Arab bertambah, sejumlah kelompok berpindah ke arah timur laut dan menetap di Irak. Mereka bercocok tanam dan pada awalnya menyembah Allah, tetapi kemudian menyembah berhala.
☷ Daftar Isi Artikel
- دَعْوَةُ نُوحٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ (أَوَّلُ الرُّسُلِ) — Dakwah Nuh عليه السلام, Rasul Pertama
- الدَّوْلَةُ السُّومَرِيَّةُ (الْعِرَاقُ) — Negara Sumeria di Irak
- إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Ibrahim عليه السلام
- الدَّوْلَةُ الْأَكَّادِيَّةُ وَالْبَابِلِيَّةُ فِي الْعِرَاقِ — Kerajaan Akkadia dan Babilonia di Irak
- الدَّوْلَةُ الْآشُورِيَّةُ (الْعِرَاقُ) — Kerajaan Assyria di Irak
- يُونُسُ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Yunus عليه السلام
- حَضَارَةُ الدَّوْلَةِ الْكَلْدَانِيَّةِ (الْبَابِلِيَّةُ الثَّانِيَةُ) — Peradaban Kerajaan Kasdim (Babilonia Kedua)
- حَضَارَةُ الدَّوْلَةِ الْفَارِسِيَّةِ — Peradaban Kerajaan Persia
دَعْوَةُ نُوحٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ (أَوَّلُ الرُّسُلِ) — Dakwah Nuh عليه السلام, Rasul Pertama↥ Daftar isi
بَعَثَ اللَّهُ إِلَى هَذِهِ الْأَقْوَامِ نُوحًا. وَكَانَ بَيْنَ آدَمَ وَنُوحٍ عَشَرَةُ قُرُونٍ، كُلُّهُمْ عَلَى دِينِ الْحَقِّ؛ ﴿كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً﴾ [الْبَقَرَةِ: ٢١٣]. ثُمَّ صَارُوا إِلَى الْفَسَادِ. وَكَانَتْ بِدَايَةُ عِبَادَةِ الْأَصْنَامِ أَنَّ فِي قَوْمِ نُوحٍ رِجَالًا صَالِحِينَ، فَلَمَّا مَاتُوا قَالَ أَتْبَاعُهُمْ ـ بِوَحْيٍ مِنَ الشَّيْطَانِ ـ: لَوْ صَوَّرْنَاهُمْ كَانَ أَشْوَقَ لَنَا إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ، فَصَوَّرُوهُمْ. فَلَمَّا مَاتُوا وَجَاءَ آخَرُونَ، أَخْبَرَهُمُ إِبْلِيسُ أَنَّهُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَهُمْ، فَعَبَدُوهُمْ. وَأَشْهَرُ أَصْنَامِهِمْ: وَدٌّ، وَسُوَاعٌ، وَيَغُوثُ، وَيَعُوقُ، وَنَسْرٌ.
Allah mengutus Nuh kepada kaum-kaum tersebut. Antara Adam dan Nuh terdapat sepuluh generasi, dan semuanya berada di atas agama yang benar. Allah berfirman, “Manusia itu dahulu adalah umat yang satu.” (QS. Al-Baqarah: 213) Kemudian mereka berubah menjadi rusak. Awal penyembahan berhala bermula ketika di tengah kaum Nuh terdapat orang-orang saleh. Setelah mereka wafat, para pengikutnya—atas bisikan setan—berkata, “Seandainya kita membuat gambar mereka, tentu hal itu akan lebih mendorong kita untuk beribadah kepada Allah.” Maka mereka membuat gambar-gambar itu. Ketika generasi tersebut wafat dan datang generasi berikutnya, Iblis memberitahu mereka bahwa nenek moyang mereka dahulu menyembah gambar-gambar itu. Mereka pun menyembahnya. Berhala mereka yang terkenal adalah Wadd, Suwa‘, Yaghuts, Ya‘uq, dan Nasr.
دَعَاهُمْ نُوحٌ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَنَبْذِ عِبَادَةِ الْأَوْثَانِ، وَبَذَلَ كُلَّ الْأَسْبَابِ لِإِقْنَاعِهِمْ، فَلَمْ يَجِدْ إِلَّا الصَّدَّ وَالْكُفْرَانَ، وَلَمْ يُؤْمِنْ مَعَهُ إِلَّا الْقَلِيلُ، عَلَى الرَّغْمِ مِنْ أَنَّهُ لَبِثَ فِيهِمْ تِسْعَمِائَةٍ وَخَمْسِينَ سَنَةً. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ﴾ [الْأَعْرَافِ: ٥٩].
Nuh mengajak mereka untuk menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan berhala. Ia menempuh berbagai cara untuk meyakinkan mereka, tetapi yang ia dapati hanyalah penolakan dan kekufuran. Hanya sedikit orang yang beriman bersamanya, padahal ia tinggal bersama mereka selama 950 tahun. Allah Ta‘ala berfirman, “Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada sesembahan yang benar bagi kalian selain Dia. Sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.’” (QS. Al-A‘raf: 59)
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا﴾ [نُوحٍ: ٥-٧]
Allah Ta‘ala berfirman: “Dia (Nuh) berkata, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Namun, seruanku itu tidak menambah apa pun bagi mereka selain lari (dari kebenaran). Sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari-jari mereka ke telinga dan menutupkan pakaian ke wajah mereka, tetap mengingkari, dan sangat menyombongkan diri.’” (QS. Nuh: 5–7)
فَلَمَّا يَئِسَ مِنْهُمْ دَعَا عَلَيْهِمْ فَقَالَ: ﴿رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا﴾ [نُوحٍ: ٢٦]. فَأَجَابَ اللَّهُ دَعْوَتَهُ، وَأَمَرَهُ بِصُنْعِ الْفُلْكِ، وَهِيَ السَّفِينَةُ الْعَظِيمَةُ. قَالَ تَعَالَى: ﴿فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا﴾ [الْمُؤْمِنُونَ: ٢٧]. وَحَمَلَ مَعَهُ مَنْ آمَنَ بِهِ، وَمِنَ الْحَيَوَانَاتِ مِنْ كُلِّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ.
Ketika Nuh berputus asa terhadap kaumnya, ia berdoa agar orang-orang kafir tidak dibiarkan tinggal di bumi. Allah berfirman bahwa Nuh berdoa, “Wahai Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.” (QS. Nuh: 26) Allah mengabulkan doanya dan memerintahkannya membuat bahtera yang besar. Allah berfirman, “Lalu Kami wahyukan kepadanya, ‘Buatlah bahtera di bawah pengawasan dan petunjuk Kami.’” (QS. Al-Mu’minun: 27) Nuh membawa orang-orang yang beriman kepadanya dan sepasang dari setiap jenis hewan.
وَاسْتَمَرَّ الْقَوْمُ فِي الْفَسَادِ وَالسُّخْرِيَةِ مِنْهُ وَمِنْ سَفِينَتِهِ. فَلَمَّا انْتَهَى، حَصَلَ الطُّوفَانُ الْعَظِيمُ وَامْتَلَأَتِ الْأَرْضُ بِالْمِيَاهِ، وَتَحَرَّكَتِ السَّفِينَةُ شَمَالًا. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ﴾ [الْحَاقَّةِ: ١١]. فَأَهْلَكَ اللَّهُ الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ، ثُمَّ رَسَتِ السَّفِينَةُ عَلَى جَبَلِ الْجُودِيِّ (جَبَلِ أَرَارَاتَ فِي شَرْقِ تُرْكِيَا الْيَوْمَ). فَخَرَجَ الرُّكَّابُ وَاسْتَقَرُّوا هُنَاكَ، وَبَدَأَتْ زِيَادَةُ السُّكَّانِ مِنْ جَدِيدٍ. ثُمَّ تَفَرَّقَ أَبْنَاءُ نُوحٍ؛ فَهَاجَرَ سَامٌ وَأَبْنَاؤُهُ بِاتِّجَاهِ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَاتَّجَهَ أَبْنَاءُ حَامٍ جَنُوبًا نَحْوَ الْعِرَاقِ وَمَا جَاوَرَهَا، وَتَحَرَّكَ يَافِثُ وَذُرِّيَّتُهُ شَرْقًا وَجُزْءٌ مِنْهُمْ غَرْبًا، وَتَفَرَّقَ آخَرُونَ فِي اتِّجَاهَاتٍ مُتَبَايِنَةٍ.
Kaum Nuh terus berbuat kerusakan dan mengejeknya serta bahtera yang dibuatnya. Setelah bahtera selesai, terjadilah banjir besar dan bumi dipenuhi air. Bahtera bergerak ke arah utara. Allah berfirman, “Sesungguhnya ketika air telah melampaui batas, Kami membawa kalian di dalam bahtera.” (QS. Al-Haqqah: 11) Allah membinasakan kaum yang kafir. Bahtera kemudian berlabuh di Gunung Judi—Gunung Ararat di Turki timur saat ini. Para penumpang turun dan menetap di sana. Jumlah penduduk kembali bertambah. Setelah itu, anak-anak Nuh berpencar: Sam dan keturunannya bergerak ke arah Jazirah Arab; keturunan Ham bergerak ke selatan menuju Irak dan sekitarnya; Yafits dan keturunannya bergerak ke timur, sebagian ke barat; sementara kelompok lainnya berpencar ke berbagai arah.
الدَّوْلَةُ السُّومَرِيَّةُ (الْعِرَاقُ) — Negara Sumeria di Irak↥ Daftar isi
اسْتَقَرَّتْ مَجْمُوعَةٌ فِي نَاحِيَةٍ مِنَ الْعِرَاقِ تُعْرَفُ بِسَهْلِ شِنْعَارَ، فَعَظُمَ شَأْنُهُمْ وَعُرِفُوا بِالسُّومَرِيِّينَ. عَمِلُوا بِالزِّرَاعَةِ وَبَنَوُا السُّدُودَ. وَأَقَامَ بِجَانِبِهِمْ قَوْمٌ عُرِفُوا بِالْأَكَادِيِّينَ (أَكَّادَ)، وَانْتَقَلَ بَعْضُهُمْ إِلَى الْمُرْتَفَعَاتِ الشَّرْقِيَّةِ مِنْ هَذِهِ الْبُقْعَةِ، وَبَنَوْا مَدِينَةَ سُوزَا، وَهُمْ الْعِيلَامِيُّونَ. وَكَانَ السُّومَرِيُّونَ أَكْبَرَ قُوَّةٍ فِي الْمِنْطَقَةِ، وَمِنْ أَشْهَرِ مُلُوكِهِمْ سَرْجُونُ، وَمِنْ مُدُنِهِمُ الشَّهِيرَةِ أُورُ. عَبَدُوا التَّمَاثِيلَ وَالْكَوَاكِبَ، وَتَمَادَوْا فِي غَيِّهِمْ وَضَلَالِهِمْ، فَبَعَثَ اللَّهُ إِلَيْهِمْ نَبِيَّهُ إِبْرَاهِيمَ، وَهُوَ مِنْ مَدِينَةِ أُورَ.
Sekelompok orang menetap di wilayah Irak yang dikenal sebagai dataran Shinar. Mereka kemudian dikenal sebagai bangsa Sumeria. Mereka bercocok tanam dan membangun bendungan. Di dekat mereka tinggal kelompok yang dikenal sebagai bangsa Akkadia. Sebagian kelompok lain berpindah ke dataran tinggi di sebelah timur wilayah itu, membangun kota Susa, dan dikenal sebagai bangsa Elam. Sumeria menjadi kekuatan terbesar di kawasan tersebut. Salah satu rajanya yang terkenal adalah Sargon, sementara salah satu kota terkenalnya adalah Ur. Mereka menyembah patung dan benda-benda langit. Ketika mereka terus menyimpang, Allah mengutus Nabi Ibrahim kepada mereka. Ibrahim berasal dari kota Ur.
إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Ibrahim عليه السلام↥ Daftar isi
هُوَ مِنْ ذُرِّيَّةِ سَامِ بْنِ نُوحٍ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى قَوْمِهِ لِيَدْعُوَهُمْ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ، فَجَادَلَهُمْ وَنَاقَشَ مَلِكَهُمُ النُّمْرُودَ، الْجَبَّارَ الْمُتَغَطْرِسَ الَّذِي كَانَ يَدَّعِي الْأُلُوهِيَّةَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ﴾ [الْبَقَرَةِ: ٢٥٨].
Ibrahim berasal dari keturunan Sam bin Nuh. Allah mengutusnya kepada kaumnya untuk mengajak mereka menyembah Allah. Ia berdialog dengan kaumnya dan mendebat raja mereka, Namrud, seorang penguasa sombong yang mengaku memiliki sifat ketuhanan. Allah Ta‘ala berfirman, “Tidakkah engkau memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya karena Allah telah memberinya kerajaan? Ketika Ibrahim berkata, ‘Rabbku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,’ ia berkata, ‘Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dari barat.’ Maka terdiamlah orang kafir itu.” (QS. Al-Baqarah: 258)
حَطَّمَ إِبْرَاهِيمُ أَصْنَامَ قَوْمِهِ فِي غِيَابِهِمْ، وَجَعَلَ الْفَأْسَ فِي رَأْسِ كَبِيرِهِمْ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ عَجْزَهَا وَبُطْلَانَهَا. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ﴾ [الْأَنْبِيَاءِ: ٥٨]. تَبَيَّنَ لِلْقَوْمِ عَجْزُهَا، وَمَعَ ذَلِكَ اسْتَمَرُّوا فِي غَيِّهِمْ وَضَلَالِهِمْ، وَقَرَّرُوا حَرْقَهُ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ﴾ [الْأَنْبِيَاءِ: ٦٨-٦٩].
Ibrahim menghancurkan berhala-berhala kaumnya ketika mereka tidak ada. Ia meletakkan kapak pada kepala berhala terbesar untuk menunjukkan kelemahan dan kebatilan berhala-berhala itu. Allah berfirman, “Lalu dia menghancurkan berhala-berhala itu berkeping-keping, kecuali yang paling besar, agar mereka kembali kepadanya.” (QS. Al-Anbiya’: 58) Kelemahan berhala-berhala itu telah jelas bagi kaumnya, tetapi mereka tetap dalam kesesatan dan memutuskan untuk membakar Ibrahim. Allah berfirman, “Mereka berkata, ‘Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kalian jika kalian benar-benar hendak bertindak.’ Kami berfirman, ‘Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.’” (QS. Al-Anbiya’: 68–69)
بَعْدَ كُلِّ هَذَا الْجُهْدِ لَمْ يُؤْمِنْ بِهِ إِلَّا زَوْجُهُ سَارَةُ وَلُوطُ ابْنُ أَخِيهِ، فَهَاجَرَ بِهِمْ إِلَى بِلَادِ الشَّامِ. وَسَنُكْمِلُ الْحَدِيثَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ فِي مَوْضُوعِ الشَّامِ.
Setelah semua upaya itu, yang beriman kepada Ibrahim hanyalah istrinya, Sarah, dan keponakannya, Luth. Ibrahim kemudian berhijrah bersama mereka ke negeri Syam. Kisah Ibrahim akan dilanjutkan pada pembahasan tentang Syam.
الدَّوْلَةُ الْأَكَّادِيَّةُ وَالْبَابِلِيَّةُ فِي الْعِرَاقِ — Kerajaan Akkadia dan Babilonia di Irak↥ Daftar isi
[1] Sumber sebelumnya, hlm. 40.
أَمَّا السُّومَرِيُّونَ قَوْمُ إِبْرَاهِيمَ، فَقَدْ زَادُوا فِي غَيِّهِمْ وَضَلَالِهِمْ، فَسَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ جَمَاعَاتٍ ظَالِمَةً تَغَلَّبَتْ عَلَيْهِمْ؛ ﴿وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴾ [الْأَنْعَامِ: ١٢٩]. فَسَيْطَرَ الْأَكَّادِيُّونَ عَلَى الْمِنْطَقَةِ. ثُمَّ أَتَتْ جَمَاعَاتٌ مِنَ الْجَنُوبِ الْغَرْبِيِّ، فَانْتَصَرُوا عَلَيْهِمْ وَحَكَمُوا الْمِنْطَقَةَ، وَجَعَلُوا عَاصِمَتَهُمْ بَابِلَ. فَعَظُمَتْ دَوْلَتُهُمْ، وَاهْتَمُّوا بِالزِّرَاعَةِ وَالْعُمْرَانِ. وَمِنْ أَشْهَرِ مُلُوكِهِمْ حَمُّورَابِي، الَّذِي وَضَعَ قَوَانِينَ عُرِفَتْ بِـ«شَرِيعَةِ حَمُّورَابِي»، وَهِيَ أَوَّلُ قَوَانِينَ بَشَرِيَّةٍ وَضْعِيَّةٍ وُضِعَتْ عَلَى الْأَرْضِ لِغَرَضِ الْهَيْمَنَةِ وَالسَّيْطَرَةِ. وَسَقَطَتْ دَوْلَتُهُمْ مِنْ بَعْدِهِ. وَاسْتَمَرُّوا فِي عِبَادَةِ التَّمَاثِيلِ وَالْكَوَاكِبِ، فَسَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَقْوَامًا أَهْلَكُوهُمْ، جَاءُوا مِنَ الشَّمَالِ، مِنْهُمُ الْحِثِّيُّونَ وَالْمِيتَّانِيُّونَ، ثُمَّ الْآشُورِيُّونَ.
Adapun bangsa Sumeria, kaum Ibrahim, semakin jauh dalam kesesatan. Allah lalu menjadikan kelompok-kelompok zalim menguasai mereka. Allah berfirman, “Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain karena apa yang mereka perbuat.” (QS. Al-An‘am: 129) Bangsa Akkadia menguasai kawasan tersebut. Kemudian datang kelompok-kelompok dari barat daya, mengalahkan mereka, menguasai wilayah itu, dan menjadikan Babilonia sebagai ibu kota. Kerajaan mereka berkembang dan mereka memperhatikan pertanian serta pembangunan. Raja mereka yang terkenal adalah Hammurabi, yang menetapkan hukum-hukum yang dikenal sebagai “Hukum Hammurabi”. Hukum tersebut merupakan hukum buatan manusia pertama di bumi yang dibuat untuk tujuan dominasi dan penguasaan. Setelah Hammurabi, kerajaannya runtuh. Mereka tetap menyembah patung dan benda-benda langit. Allah kemudian menjadikan kelompok-kelompok dari utara menguasai dan membinasakan mereka, di antaranya bangsa Hittit dan Mitanni, lalu bangsa Assyria.
الدَّوْلَةُ الْآشُورِيَّةُ (الْعِرَاقُ) — Kerajaan Assyria di Irak↥ Daftar isi
سَيْطَرَ الْآشُورِيُّونَ عَلَى تِلْكَ الْمَنَاطِقِ شَمَالِيَّ الْعِرَاقِ، وَكَانَتْ عَاصِمَتُهُمْ نِينَوَى، ثُمَّ امْتَدَّ نُفُوذُهُمْ إِلَى كُلِّ الْعِرَاقِ وَبِلَادِ الشَّامِ وَأَجْزَاءٍ مِنْ مِصْرَ. وَمِنْ أَشْهَرِ مُلُوكِهِمْ سَلْمَنَصَرُ الثَّالِثُ وَآشُورْ بَانِيبَالُ. وَاسْتَمَرُّوا فِي عِبَادَةِ الْأَوْثَانِ، وَلَمْ يَتَّعِظُوا بِمَا حَلَّ بِمَنْ سَبَقَهُمْ، وَلَمْ يُعْمِلُوا عُقُولَهُمْ. فَأَرْسَلَ اللَّهُ إِلَيْهِمْ نَبِيَّهُ يُونُسَ عَلَيْهِ السَّلَامُ.
Bangsa Assyria menguasai kawasan-kawasan di utara Irak. Ibu kota mereka adalah Ninawa. Pengaruh mereka kemudian meluas ke seluruh Irak, negeri Syam, dan sebagian Mesir. Raja mereka yang terkenal antara lain Shalmaneser III dan Ashurbanipal. Mereka tetap menyembah berhala, tidak mengambil pelajaran dari nasib kaum terdahulu, dan tidak menggunakan akal mereka. Allah pun mengutus Nabi Yunus عليه السلام kepada mereka.
يُونُسُ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Yunus عليه السلام↥ Daftar isi
أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِ نِينَوَى، فَدَعَاهُمْ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَتَوْحِيدِهِ، فَلَمْ يُؤْمِنُوا. فَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَغَضِبَ، وَسَافَرَ فِي سَفِينَةٍ فِي نَهْرِ دِجْلَةَ. فَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يُعْطِيَهُ دَرْسًا لِعَدَمِ صَبْرِهِ، فَاضْطَرَبَتِ السَّفِينَةُ وَكَادَتْ تَغْرَقُ. فَقَرَّرَ مَنْ عَلَيْهَا أَنْ يَقْتَرِعُوا عَلَى مَنْ يُلْقُونَهُ فِي الْبَحْرِ تَخْفِيفًا عَنْهَا، وَقَعَتِ الْقُرْعَةُ عَلَى يُونُسَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَرَمَوْهُ فِي الْبَحْرِ، فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ بِأَمْرِ اللَّهِ. فَنَدِمَ يُونُسُ عَلَى فِعْلِهِ وَتَسَرُّعِهِ، وَتَابَ إِلَى رَبِّهِ فَغَفَرَ لَهُ.
Allah mengutus Yunus kepada penduduk Ninawa. Yunus mengajak mereka menyembah dan mengesakan Allah, tetapi mereka tidak beriman. Yunus merasa sesak menghadapi mereka, lalu pergi dengan sebuah kapal di Sungai Tigris. Allah hendak memberinya pelajaran karena ia kurang bersabar. Kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam. Orang-orang di kapal memutuskan untuk mengundi siapa yang akan dilempar ke laut agar beban kapal berkurang. Undian jatuh kepada Yunus tiga kali. Mereka pun melemparkannya ke laut, lalu seekor ikan besar menelannya atas perintah Allah. Yunus menyesali perbuatannya dan ketergesaannya, lalu bertobat kepada Rabbnya. Allah pun mengampuninya.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ﴾ [الصَّافَّاتِ: ١٣٩-١٤٥]
Allah Ta‘ala berfirman: “Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia pergi ke kapal yang penuh muatan. Ia ikut diundi, lalu termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Kemudian ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Sekiranya ia bukan termasuk orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari kebangkitan. Lalu Kami melemparkannya ke tanah yang tandus dalam keadaan sakit.” (QS. Ash-Shaffat: 139–145)
عَادَ إِلَى قَوْمِهِ فَدَعَاهُمْ، وَكَانُوا قَدْ نَدِمُوا عَلَى عِنَادِهِمْ وَتَابُوا إِلَى اللَّهِ (١). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ﴾ [يُونُسَ: ٩٨].
Yunus kembali kepada kaumnya dan menyeru mereka. Mereka telah menyesali sikap keras kepala mereka dan bertobat kepada Allah.[2] Allah Ta‘ala berfirman, “Kecuali kaum Yunus. Ketika mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia dan Kami beri mereka kesenangan sampai waktu tertentu.” (QS. Yunus: 98)
حَضَارَةُ الدَّوْلَةِ الْكَلْدَانِيَّةِ (الْبَابِلِيَّةُ الثَّانِيَةُ) — Peradaban Kerajaan Kasdim (Babilonia Kedua)↥ Daftar isi
أَصْبَحَ الْكَلْدَانِيُّونَ حُكَّامَ الْمِنْطَقَةِ، وَأَعْظَمُ مُلُوكِهِمْ بُخْتَنَصَّرُ، الَّذِي اسْتَوْلَى عَلَى بِلَادِ الشَّامِ، وَدَمَّرَ الْقُدْسَ، وَاسْتَبَاحَ الْيَهُودَ وَسَلَبَهُمْ مُلْكَهُمْ، فَأَهْلَكَهُمْ وَشَرَّدَهُمْ وَأَسَرَهُمْ. وَمُنْذُ ذَلِكَ الزَّمَانِ تَفَرَّقَ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَتَشَتَّتُوا فِي أَنْحَاءِ الْأَرْضِ، وَاسْتَقَرَّتْ جَمَاعَاتٌ مِنْهُمْ فِي الْحِجَازِ وَمِصْرَ وَغَيْرِهَا. وَاحْتَلَّ بُخْتَنَصَّرُ مِصْرَ، وَمِنْ أَشْهَرِ أَعْمَالِهِ بِنَاءُ بُرْجِ بَابِلَ الْمَشْهُورِ. وَاسْتَمَرَّتْ هَذِهِ الدَّوْلَةُ حَتَّى قَضَى عَلَيْهَا الْفُرْسُ، وَاحْتَلُّوا الْمِنْطَقَةَ حَوَالَيْ عَامِ ١١٦١ ق.هـ / ٥٠٤ ق.م.
Bangsa Kasdim menjadi penguasa kawasan itu. Raja mereka yang paling besar adalah Nebukadnezar. Ia menguasai Syam, menghancurkan Yerusalem, menyerang kaum Yahudi, merampas kerajaan mereka, membinasakan, mengusir, dan menawan mereka. Sejak saat itu, Bani Israil berpencar ke berbagai penjuru bumi. Sebagian kelompok menetap di Hijaz, Mesir, dan tempat lainnya. Nebukadnezar juga menguasai Mesir. Di antara pekerjaan terkenalnya adalah pembangunan Menara Babel. Kerajaan ini bertahan hingga bangsa Persia menaklukkannya dan menguasai kawasan itu sekitar 1161 sebelum Hijriah/504 SM.
حَضَارَةُ الدَّوْلَةِ الْفَارِسِيَّةِ — Peradaban Kerajaan Persia↥ Daftar isi
يَعُودُ الْفُرْسُ فِي أَصْلِهِمْ إِلَى الْعِرَاقِ، فَهَاجَرُوا شَرْقًا وَعَمَرُوا فَارِسَ. فَلَمَّا قَوِيُوا غَزَوُا الْكَلْدَانِيِّينَ ـ كَمَا ذَكَرْنَا ـ وَسَيْطَرُوا عَلَى مِصْرَ وَالْعِرَاقِ. فَبَقِيَتْ مِصْرُ فِي حُكْمِهِمْ إِلَى أَنْ اِحْتَلَّهَا الْإِسْكَنْدَرُ الْمَقْدُونِيُّ (الْحَاكِمُ الْإِغْرِيقِيُّ). أَمَّا الْعِرَاقُ فَبَقِيَ تَحْتَ سَيْطَرَةِ الْفُرْسِ حَتَّى الْفُتُوحَاتِ الْإِسْلَامِيَّةِ.
Bangsa Persia berasal dari Irak. Mereka berpindah ke timur dan membangun negeri Persia. Setelah kuat, mereka menyerang bangsa Kasdim dan menguasai Mesir serta Irak. Mesir tetap berada di bawah kekuasaan mereka sampai ditaklukkan Alexander dari Makedonia, penguasa Yunani. Adapun Irak tetap berada di bawah kekuasaan Persia hingga penaklukan Islam.
[2] Tafsir Ibnu Katsir, jilid 4.