005. Pembahasan Kelima
الْفَصْلُ الْخَامِسُ
Pembahasan Kelima
جَزِيرَةُ الْعَرَبِ
Jazirah Arab
الْعَرَبُ هُمُ الْجِنْسُ الْأَوَّلُ الَّذِي تَلَقَّى الْإِسْلَامَ وَحَمَلَ أَلْوِيَتَهُ وَدَعْوَتَهُ، فَجَدِيرٌ بِنَا أَنْ نَتَعَرَّفَ عَلَيْهِمْ. وَيُطْلَقُ مُسَمَّى الْعَرَبِ عَلَى الْأَقْوَامِ الَّتِي عَاشَتْ فِي شِبْهِ الْجَزِيرَةِ الْعَرَبِيَّةِ.
Bangsa Arab adalah bangsa pertama yang menerima Islam serta membawa panji dan dakwahnya. Karena itu, sudah selayaknya kita mengenal mereka. Sebutan Arab digunakan untuk bangsa-bangsa yang tinggal di Semenanjung Arab.
وَهَذِهِ الْجَزِيرَةُ يُمْكِنُ أَنْ نُقَسِّمَهَا إِلَى قِسْمَيْنِ: قَلْبِ الْجَزِيرَةِ، وَهِيَ بَادِيَةٌ، وَأَهَمُّ مَنَاطِقِهَا نَجْدٌ؛ وَدَائِرِ الْجَزِيرَةِ، وَسُكَّانُهَا حَضَرٌ، وَأَهَمُّ مَنَاطِقِهَا الْيَمَنُ جَنُوبًا، وَغَسَّانُ شَمَالًا، وَالْأَحْسَاءُ وَالْبَحْرَيْنُ شَرْقًا، وَالْحِجَازُ غَرْبًا.
Jazirah ini dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian tengah jazirah yang berupa kawasan pedalaman, dengan Najd sebagai wilayah terpentingnya; dan kawasan pinggir jazirah yang penduduknya menetap. Wilayah terpenting di kawasan pinggir ialah Yaman di selatan, Ghassan di utara, Al-Ahsa dan Bahrain di timur, serta Hijaz di barat.
☷ Daftar Isi Artikel
- أَقْسَامُ الْعَرَبِ — Pembagian Bangsa Arab
- أَوَّلًا: الْعَرَبُ الْبَائِدَةُ — Pertama: Bangsa Arab yang Telah Punah
- هُودٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Hud ‘alaihissalam
- صَالِحٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Shalih ‘alaihissalam
- شُعَيْبٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Syuaib ‘alaihissalam
- ثَانِيًا: الْعَرَبُ الْبَاقِيَةُ — Kedua: Bangsa Arab yang Tetap Bertahan
- التَّارِيخُ السِّيَاسِيُّ لِلْعَرَبِ قَبْلَ الْإِسْلَامِ — Sejarah Politik Bangsa Arab Sebelum Islam
- قَبَائِلُ الْبَدْوِ — Kabilah-Kabilah Badui
- مَمْلَكَةُ كِنْدَةَ (٤٨٠–٥٢٩م) — Kerajaan Kindah (480–529 M)
- مَمَالِكُ الْحَضَرِ — Kerajaan-Kerajaan Masyarakat Menetap
- ١- مَمَالِكُ الْيَمَنِ — 1. Kerajaan-Kerajaan Yaman
- مَمْلَكَةُ سَبَأٍ (٩٥٥–١١٥ ق.م) — Kerajaan Saba’ (955–115 SM)
- مَمْلَكَةُ حِمْيَرَ (١١٥ ق.م–٥٠م) — Kerajaan Himyar (115 SM–50 M)
- سَيْطَرَةُ الرُّومِ عَلَى الْيَمَنِ — Penguasaan Romawi atas Yaman
- سَيْطَرَةُ الْفُرْسِ عَلَى الْيَمَنِ — Penguasaan Persia atas Yaman
- ٢- مَمَالِكُ شَمَالِ الْجَزِيرَةِ — 2. Kerajaan-Kerajaan di Utara Jazirah Arab
- أ- مَمْلَكَةُ الْأَنْبَاطِ (٤٠٠ ق.م–١٠٥م) — A. Kerajaan Nabath (400 SM–105 M)
- ب- مَمْلَكَةُ تَدْمُرَ — B. Kerajaan Tadmor
- ج- مَمْلَكَةُ الْحِيرَةِ — C. Kerajaan Al-Hirah
- د- مَمْلَكَةُ غَسَّانَ — D. Kerajaan Ghassan
- الْأَهَمِّيَّةُ الْحَضَارِيَّةُ لِلْمَنَاذِرَةِ وَالْغَسَاسِنَةِ — Peran Peradaban Kaum Lakhmi dan Ghassan
- الْحِجَازُ — Hijaz
- نَشْأَةُ مَكَّةَ وَقِصَّةُ إِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Awal Mula Makkah dan Kisah Ismail ‘alaihissalam
- عَامُ الْفِيلِ وَمُحَاوَلَةُ هَدْمِ الْكَعْبَةِ — Tahun Gajah dan Upaya Menghancurkan Ka‘bah
- اقْتِصَادِيَّاتُ الْعَرَبِ — Perekonomian Bangsa Arab
- زَمَنُ الْفَتْرَةِ — Masa Fatrah
- مُوجَزُ التَّارِيخِ الْقَدِيمِ قَبْلَ الْإِسْلَامِ — Ringkasan Sejarah Kuno Sebelum Islam
- النَّتِيجَةُ — Kesimpulan
أَقْسَامُ الْعَرَبِ — Pembagian Bangsa Arab↥ Daftar isi
الْجِنْسُ الْعَرَبِيُّ أَحَدُ الْأَجْنَاسِ السَّامِيَّةِ، وَلَعَلَّهُ أَكْثَرُهَا مُحَافَظَةً عَلَى خَصَائِصِ السَّامِيِّينَ، وَاللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ إِحْدَى اللُّغَاتِ السَّامِيَّةِ. وَقَدْ قَسَّمَ الْمُؤَرِّخُونَ الْعَرَبَ إِلَى عَرَبٍ بَائِدَةٍ وَعَرَبٍ بَاقِيَةٍ.
Bangsa Arab termasuk salah satu bangsa Semitik. Barangkali, bangsa Arab adalah kelompok yang paling mempertahankan ciri-ciri bangsa Semitik. Bahasa Arab juga merupakan salah satu bahasa Semitik. Para sejarawan membagi bangsa Arab menjadi bangsa Arab yang telah punah dan bangsa Arab yang tetap bertahan.
الْإِسْلَامِيُّ لِأَحْمَدَ شَلَبِيٍّ، الْجُزْءُ الْأَوَّلُ، صَفْحَةُ ٨٢.
Sejarah Islam, karya Ahmad Syalabi, jilid 1, halaman 82.
أَوَّلًا: الْعَرَبُ الْبَائِدَةُ — Pertama: Bangsa Arab yang Telah Punah↥ Daftar isi
أَيْ: الْمُنْدَثِرَةُ وَالْفَانِيَةُ، وَمِنْهُمْ عَادٌ وَثَمُودُ وَطَسْمٌ وَجَدِيسٌ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَأَهْلُ مَدْيَنَ.
Maksudnya, bangsa-bangsa yang telah lenyap dan binasa. Di antara mereka ialah kaum ‘Ad, Tsamud, Thasm, Jadis, Ashabur-Rass, dan penduduk Madyan.
أَنْبِيَاءُ اللَّهِ إِلَى الْعَرَبِ الْبَائِدَةِ هُمْ:
Nabi-nabi Allah yang diutus kepada bangsa Arab yang telah punah adalah sebagai berikut.
هُودٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Hud ‘alaihissalam↥ Daftar isi
أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى قَوْمِ عَادٍ، وَهُمْ عَرَبٌ سَكَنُوا مِنْطَقَةَ الْأَحْقَافِ (حَضْرَمَوْتَ)، وَهِيَ أَوَّلُ قَبِيلَةٍ عَبَدَتِ الْأَصْنَامَ بَعْدَ الطُّوفَانِ، وَكَانُوا أَصْحَابَ قُوَّةٍ وَمَالٍ، فَعَمَرُوا وَشَيَّدُوا وَزَرَعُوا، ثُمَّ عَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ، فَأَرْسَلَ إِلَيْهِمْ هُودًا وَهُوَ مِنْهُمْ، فَكَذَّبُوهُ. قَالَ تَعَالَى: ﴿وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ﴾ [الْأَعْرَافِ: ٦٥].
Allah mengutus Hud kepada kaum ‘Ad. Mereka adalah bangsa Arab yang tinggal di kawasan Al-Ahqaf (Hadramaut). Mereka merupakan kabilah pertama yang menyembah berhala setelah banjir besar. Mereka memiliki kekuatan dan kekayaan, lalu membangun permukiman, mendirikan bangunan, dan bercocok tanam. Kemudian mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan mereka. Maka Allah mengutus Hud kepada mereka, dan Hud berasal dari kalangan mereka sendiri. Namun, mereka mendustakannya. Allah Ta‘ala berfirman, “Kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah! Tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Tidakkah kalian bertakwa?’ Para pemuka kaumnya yang kufur berkata, ‘Sesungguhnya kami benar-benar memandangmu dalam keadaan kurang akal dan kami mengira engkau termasuk orang-orang yang berdusta.’” (QS. Al-A‘raf: 65).
وَكَثُرُوا وَانْتَشَرُوا حَتَّى إِنَّ قَحْطَانَ بْنَ عَادٍ وَذُرِّيَّتَهُ انْتَشَرُوا فِي الْيَمَنِ، وَعُرِفُوا بِـ«عَادٍ الثَّانِيَةِ». وَاسْتَمَرُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ وَعُتُوِّهِمْ حَتَّى أَهْلَكَهُمُ اللَّهُ. قَالَ تَعَالَى: ﴿وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ﴾ [الْحَاقَّةِ: ٦-٨].
Jumlah mereka bertambah dan mereka menyebar. Bahkan, Qahtan bin ‘Ad dan keturunannya menyebar di Yaman dan dikenal sebagai “’Ad Kedua”. Mereka terus berada dalam kesesatan dan pembangkangan sampai Allah membinasakan mereka. Allah Ta‘ala berfirman, “Adapun kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi dahsyat, yang Allah timpakan kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus. Maka engkau melihat kaum itu bergelimpangan mati seakan-akan mereka batang-batang pohon kurma yang telah kosong. Adakah engkau melihat seorang pun yang tersisa di antara mereka?” (QS. Al-Haqqah: 6–8).
صَالِحٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Shalih ‘alaihissalam↥ Daftar isi
أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى قَبِيلَةِ ثَمُودَ، الَّذِينَ سَكَنُوا فِي مِنْطَقَةِ الْعُلَا (بَيْنَ الْمَدِينَةِ وَتَبُوكَ)، وَكَانُوا بَعْدَ هَلَاكِ عَادٍ، وَهُمْ عَرَبٌ أَيْضًا، وَعَبَدُوا الْأَصْنَامَ. أَرْسَلَ اللَّهُ إِلَيْهِمْ نَبِيَّهُ صَالِحًا فَدَعَاهُمْ إِلَى التَّوْحِيدِ فَرَفَضُوا، ثُمَّ طَلَبُوا مِنْهُ سُخْرِيَةً أَنْ يُخْرِجَ لَهُمْ نَاقَةً مِنْ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ، فَحَقَّقَ اللَّهُ الْمُعْجِزَةَ، وَمَعَ ذَلِكَ اسْتَمَرَّ أَكْثَرُهُمْ عَلَى الْكُفْرِ. فَقَتَلُوا النَّاقَةَ، وَبَعْدَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ جَاءَتْهُمْ صَيْحَةٌ مِنَ السَّمَاءِ وَرَجْفَةٌ شَدِيدَةٌ مِنْ أَسْفَلِهِمْ، فَأَهْلَكَهُمْ. قَالَ تَعَالَى: ﴿كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا﴾ [الشَّمْسِ: ١١-١٥].
Allah mengutus Shalih kepada kabilah Tsamud. Mereka tinggal di kawasan Al-‘Ula (antara Madinah dan Tabuk) dan hidup setelah kaum ‘Ad dibinasakan. Mereka juga bangsa Arab dan menyembah berhala. Allah mengutus Nabi Shalih kepada mereka, lalu ia mengajak mereka kepada tauhid, tetapi mereka menolak. Kemudian, sebagai ejekan, mereka meminta Shalih mengeluarkan seekor unta dari batu yang keras. Allah mewujudkan mukjizat itu, tetapi kebanyakan mereka tetap dalam kekufuran. Mereka membunuh unta tersebut. Tiga hari kemudian, mereka ditimpa suara keras dari langit dan gempa dahsyat dari bawah mereka, lalu mereka dibinasakan. Allah Ta‘ala berfirman, “Kaum Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka. Lalu Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka, ‘(Biarkanlah) unta Allah ini dan minumannya.’ Namun, mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu. Maka Tuhan membinasakan mereka karena dosa mereka, lalu meratakan mereka (dengan tanah), dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.” (QS. Asy-Syams: 11–15).
شُعَيْبٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Syuaib ‘alaihissalam↥ Daftar isi
أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِ مَدْيَنَ (أَصْحَابِ الْأَيْكَةِ)، وَقَدْ سَكَنُوا شَمَالَ غَرْبِ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، فِي تَبُوكَ وَجَنُوبِ الْأُرْدُنِّ. وَكَانُوا فَاسِدِينَ، عُرِفُوا بِقَطْعِ الطَّرِيقِ وَنَقْصِ الْمِكْيَالِ وَالْمِيزَانِ، وَعَبَدُوا شَجَرَةً ضَخْمَةً وَسَطَ الْأَيْكَةِ، فَعُرِفُوا بِأَصْحَابِ الْأَيْكَةِ. قَالَ تَعَالَى: ﴿وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ﴾ [هُودٍ: ٨٤].
Allah mengutus Syuaib kepada penduduk Madyan (Ashabul-Aikah). Mereka tinggal di bagian barat laut Jazirah Arab, di Tabuk dan wilayah selatan Yordania. Mereka adalah kaum yang rusak. Mereka dikenal suka merampok di jalan serta mengurangi takaran dan timbangan. Mereka menyembah sebuah pohon besar di tengah kawasan Aikah, sehingga dikenal sebagai Ashabul-Aikah. Allah Ta‘ala berfirman, “Kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah! Tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan.’” (QS. Hud: 84).
فَاسْتَمَرُّوا فِي تَكْذِيبِهِمْ، فَأَهْلَكَ اللَّهُ جَمَاعَةً مِنْهُمْ بِعَذَابِ الصَّيْحَةِ، وَجَمَاعَةً أُخْرَى بِعَذَابِ يَوْمِ الظُّلَّةِ. قَالَ تَعَالَى: ﴿فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ﴾ [الشُّعَرَاءِ: ١٨٩]. وَقَالَ: ﴿وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَأَخَذَتِ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ﴾ [هُودٍ: ٩٤].
Mereka terus mendustakan Syuaib. Allah membinasakan sekelompok dari mereka dengan azab berupa suara keras, dan kelompok lainnya dengan azab pada hari naungan. Allah Ta‘ala berfirman, “Mereka mendustakannya, lalu mereka ditimpa azab pada hari naungan. Sesungguhnya itulah azab pada hari yang dahsyat.” (QS. Asy-Syu‘ara’: 189). Allah juga berfirman, “Ketika keputusan Kami datang, Kami menyelamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami. Orang-orang zalim ditimpa suara keras, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.” (QS. Hud: 94).
وَمِنَ الْأُمَمِ الَّتِي أَهْلَكَهَا اللَّهُ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ أَهْلُ حَضُورَاءَ (وَسَكَنُوا بِحَضْرَمَوْتَ أَوِ الْيَمَامَةِ)، وَهُمْ أَصْحَابُ الرَّسِّ. قَالَ تَعَالَى: ﴿كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ﴾ [ق: ١٢].
Di antara umat yang Allah binasakan di Jazirah Arab adalah penduduk Hadhura (mereka tinggal di Hadramaut atau Yamamah). Mereka adalah Ashabur-Rass. Allah Ta‘ala berfirman, “Sebelum mereka, kaum Nuh, Ashabur-Rass, dan kaum Tsamud telah mendustakan (para rasul).” (QS. Qaf: 12).
ثَانِيًا: الْعَرَبُ الْبَاقِيَةُ — Kedua: Bangsa Arab yang Tetap Bertahan↥ Daftar isi
وَهُمُ الْبَاقُونَ إِلَى الْآنَ، وَهُمْ بَنُو قَحْطَانَ وَبَنُو عَدْنَانَ.
Mereka adalah bangsa Arab yang tetap ada hingga sekarang, yaitu keturunan Qahtan dan keturunan Adnan.
فَبَنُو قَحْطَانَ هُمُ الْعَرَبُ الْعَارِبَةُ (الْعَرَبُ الْأَصْلِيُّونَ)، وَمَوْطِنُهُمُ الْأَصْلِيُّ جَنُوبُ الْجَزِيرَةِ، وَمِنْهُمْ مُلُوكُ الْيَمَنِ وَالْمَنَاذِرَةُ وَالْغَسَاسِنَةُ وَمُلُوكُ كِنْدَةَ، وَمِنْهُمُ الْأَزْدُ الَّذِينَ تَفَرَّعَ مِنْهُمُ الْأَوْسُ وَالْخَزْرَجُ.
Keturunan Qahtan adalah Arab ‘Aribah (Arab asli). Tanah asal mereka adalah bagian selatan jazirah. Dari kalangan mereka muncul para raja Yaman, kaum Lakhmi, kaum Ghassan, dan raja-raja Kindah. Di antara mereka juga terdapat suku Azd, yang kemudian bercabang menjadi Aus dan Khazraj.
أَمَّا بَنُو عَدْنَانَ فَهُمُ الْعَرَبُ الْمُسْتَعْرِبَةُ الَّذِينَ اكْتَسَبُوا اللِّسَانَ الْعَرَبِيَّ، وَهُمْ عَرَبُ الشَّمَالِ، وَمَوْطِنُهُمُ الْأَصْلِيُّ مَكَّةُ الْمُكَرَّمَةُ، وَهُمْ ذُرِّيَّةُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ. وَأَهَمُّ أَبْنَاءِ إِسْمَاعِيلَ عَدْنَانُ، وَمِنْهُ انْحَدَرَتِ الْقَبَائِلُ الْعَرَبِيَّةُ:
Adapun keturunan Adnan adalah Arab Musta‘ribah, yaitu bangsa Arab yang memperoleh bahasa Arab. Mereka adalah bangsa Arab bagian utara. Tanah asal mereka adalah Makkah Al-Mukarramah, dan mereka merupakan keturunan Ismail bin Ibrahim. Tokoh terpenting dari keturunan Ismail adalah Adnan. Dari Adnan, kabilah-kabilah Arab berasal, sebagai berikut:
إِسْمَاعِيلُ ← عَدْنَانُ ← مَعَدٌّ ← رَبِيعَةُ، وَمِنْهَا عَبْدُ الْقَيْسِ وَبَكْرٌ وَتَغْلِبُ؛ وَمُضَرُ، وَمِنْهَا قُرَيْشٌ وَتَمِيمٌ وَهَوَازِنُ وَغَطَفَانُ وَحَنِيفَةُ.
Ismail → Adnan → Ma‘add → Rabi‘ah, yang darinya berasal ‘Abdul-Qais, Bakr, dan Taghlib; serta Mudhar, yang darinya berasal Quraisy, Tamim, Hawazin, Ghathafan, dan Hanifah.
التَّارِيخُ السِّيَاسِيُّ لِلْعَرَبِ قَبْلَ الْإِسْلَامِ — Sejarah Politik Bangsa Arab Sebelum Islam↥ Daftar isi
كَانَ الْعَرَبُ ـ كَمَا ذَكَرْنَا ـ بَدْوًا وَحَضَرًا، وَالْفِكْرُ السِّيَاسِيُّ عِنْدَ الْبَدْوِ يَخْتَلِفُ عَنْهُ عِنْدَ الْحَضَرِ.
Sebagaimana telah disebutkan, bangsa Arab terdiri atas masyarakat Badui dan masyarakat menetap. Pemikiran politik masyarakat Badui berbeda dari pemikiran politik masyarakat menetap.
قَبَائِلُ الْبَدْوِ — Kabilah-Kabilah Badui↥ Daftar isi
عَاشَ الْبَدْوُ فِي قَبَائِلَ صَغِيرَةٍ مُتَفَرِّقَةٍ فِي الصَّحَارِي، وَكَانَ الدَّمُ وَالْعَصَبِيَّةُ يَرْبِطَانِ وَحْدَةَ الْقَبِيلَةِ. وَلَمْ يَكُنْ مِنَ السَّهْلِ قِيَامُ رَابِطَةٍ بَيْنَ عَدَدٍ مِنَ الْقَبَائِلِ لِتَكْوِينِ مَمَالِكَ، بِسَبَبِ طَبِيعَةِ التَّمَرُّدِ وَعَدَمِ الْخُضُوعِ عِنْدَ الْبَدْوِ.
Kaum Badui hidup dalam kabilah-kabilah kecil yang terpencar di padang pasir. Ikatan darah dan fanatisme kesukuan menyatukan anggota kabilah. Tidak mudah menjalin hubungan di antara sejumlah kabilah untuk membentuk kerajaan, karena kaum Badui memiliki sifat memberontak dan tidak mau tunduk.
مَمْلَكَةُ كِنْدَةَ (٤٨٠–٥٢٩م) — Kerajaan Kindah (480–529 M)↥ Daftar isi
وَهِيَ الْمَمْلَكَةُ الْوَحِيدَةُ الَّتِي قَامَتْ فِي أَوَاسِطِ الْجَزِيرَةِ الْعَرَبِيَّةِ بَيْنَ الْحُكْمِ الْقَبَلِيِّ. وَكَانَتْ قَصِيرَةَ الْعُمْرِ، وَأَوَّلُ مُلُوكِهَا حُجْرٌ آكِلُ الْمُرَارِ، وَكَانَ تَابِعًا لِمُلُوكِ حِمْيَرَ فِي الْيَمَنِ. وَاسْتَطَاعَ حَفِيدُهُ الْحَارِثُ بْنُ عَمْرٍو أَنْ يَمُدَّ نُفُوذَهُ إِلَى الْحِيرَةِ، ثُمَّ انْهَارَ مُلْكُهُمْ وَعَادَتِ الْحَيَاةُ الْقَبَلِيَّةُ. وَيُنْسَبُ امْرُؤُ الْقَيْسِ، أَحَدُ شُعَرَاءِ الْمُعَلَّقَاتِ الْجَاهِلِيِّينَ، إِلَى مُلُوكِ كِنْدَةَ، وَقَدْ حَاوَلَ إِعَادَةَ مُلْكِ آبَائِهِ فَفَشِلَ.
Kerajaan Kindah adalah satu-satunya kerajaan yang berdiri di bagian tengah Jazirah Arab di antara masa pemerintahan kesukuan. Kerajaan ini berumur pendek. Raja pertamanya adalah Hujr Akil al-Murar, yang tunduk kepada raja-raja Himyar di Yaman. Cucunya, Al-Harits bin ‘Amr, berhasil memperluas kekuasaannya hingga Al-Hirah. Kemudian kerajaan mereka runtuh dan kehidupan kesukuan kembali berlangsung. Imru’ul-Qais, salah seorang penyair jahiliah pemilik syair Mu‘allaqat, dinisbatkan kepada raja-raja Kindah. Ia pernah berusaha mengembalikan kerajaan leluhurnya, tetapi gagal.
مَمَالِكُ الْحَضَرِ — Kerajaan-Kerajaan Masyarakat Menetap↥ Daftar isi
تَرَكَّزَتْ فِي ثَلَاثِ مَنَاطِقَ: الْيَمَنِ وَالشَّمَالِ وَالْحِجَازِ.
Kerajaan-kerajaan masyarakat menetap terpusat di tiga wilayah: Yaman, bagian utara, dan Hijaz.
١- مَمَالِكُ الْيَمَنِ — 1. Kerajaan-Kerajaan Yaman↥ Daftar isi
مَمْلَكَتَا مَعِينٍ وَقَتَبَانَ (١٢٠٠ ق.م–٧٠ ق.م): وَهُمَا مُتَعَاصِرَتَانِ تَقْرِيبًا، وَهُمَا أَقْدَمُ مَمَالِكِ الْيَمَنِ، وَالْمَعْلُومَاتُ الْمُتَوَفِّرَةُ عَنْهُمَا قَلِيلَةٌ.
Kerajaan Ma‘in dan Qataban (1200–70 SM) kurang lebih sezaman. Keduanya merupakan kerajaan tertua di Yaman, dan informasi yang tersedia tentang keduanya sedikit.
مَمْلَكَةُ سَبَأٍ (٩٥٥–١١٥ ق.م) — Kerajaan Saba’ (955–115 SM)↥ Daftar isi
قَامَتْ سَبَأٌ عَلَى أَنْقَاضِ مَعِينٍ وَقَتَبَانَ، وَانْضَمَّتْ إِلَيْهَا حَضْرَمَوْتُ، وَكَانَتْ عَاصِمَتُهَا مَأْرِبَ. وَتَرْجِعُ شُهْرَةُ سَبَأَ إِلَى سَبَبَيْنِ مُهِمَّيْنِ: أ- مَلِكَةِ سَبَأَ (بِلْقِيسَ) وَقِصَّتِهَا مَعَ النَّبِيِّ سُلَيْمَانَ (سُورَةُ النَّمْلِ). ب- سَدِّ مَأْرِبَ الْعَظِيمِ، الَّذِي أَدَّى إِلَى كَثْرَةِ الرَّخَاءِ فِي الْيَمَنِ وَعُمُومِ الْخَيْرَاتِ. ثُمَّ ضَعُفَ هَذَا السَّدُّ وَانْهَارَ أَخِيرًا، فَكَانَ سَيْلُ الْعَرِمِ. وَهَاجَرَ كَثِيرٌ مِنَ السُّكَّانِ إِلَى الشَّمَالِ، وَآذَنَ ذَلِكَ بِسُقُوطِ سَبَأٍ وَقِيَامِ حِمْيَرَ. قَالَ تَعَالَى: ﴿لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ …﴾ [سَبَإٍ: ١٥-١٦].
Kerajaan Saba’ berdiri di atas reruntuhan Ma‘in dan Qataban. Hadramaut bergabung dengannya, dan ibu kotanya adalah Ma’rib. Saba’ terkenal karena dua hal penting: (a) Ratu Saba’ (Bilqis) dan kisahnya bersama Nabi Sulaiman (Surah An-Naml); (b) Bendungan Ma’rib yang besar. Bendungan itu menyebabkan kemakmuran di Yaman meningkat dan berbagai kebaikan meluas. Kemudian bendungan itu melemah dan akhirnya runtuh, sehingga terjadilah banjir besar (sail al-‘Arim). Banyak penduduk bermigrasi ke utara. Peristiwa itu menandai jatuhnya Saba’ dan berdirinya Himyar. Allah Ta‘ala berfirman, “Sungguh, pada kaum Saba’ benar-benar ada suatu tanda di tempat kediaman mereka, (yaitu) dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan,) ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman), sedangkan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.’ Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir besar …” (QS. Saba’: 15–16).
مَمْلَكَةُ حِمْيَرَ (١١٥ ق.م–٥٠م) — Kerajaan Himyar (115 SM–50 M)↥ Daftar isi
قَامَتْ بَعْدَ انْهِيَارِ نُفُوذِ مَمْلَكَةِ سَبَأَ، وَاتَّخَذَتْ ظَفَارَ عَاصِمَةً لَهَا. وَكَانَ مُلُوكُهَا يُلَقَّبُونَ بِالتَّبَابِعَةِ. وَخَلَّفَتْ سَبَأٌ وَحِمْيَرُ آثَارًا تَدُلُّ عَلَى الْعَظَمَةِ وَالرُّقِيِّ.
Kerajaan Himyar berdiri setelah pengaruh Kerajaan Saba’ runtuh. Himyar menjadikan Zhafar sebagai ibu kotanya. Raja-raja Himyar diberi gelar Tubba‘. Saba’ dan Himyar meninggalkan peninggalan yang menunjukkan keagungan dan kemajuan.
ضَعُفَتْ هَذِهِ الدَّوْلَةُ فِي أَوَاخِرِ عَهْدِهَا، مِمَّا أَدَّى إِلَى احْتِلَالِ الْيَمَنِ مِنْ قِبَلِ الرُّومِ ثُمَّ الْفُرْسِ.
Pada akhir masa pemerintahannya, negara ini melemah. Hal itu menyebabkan Yaman diduduki oleh Romawi, kemudian oleh Persia.
سَيْطَرَةُ الرُّومِ عَلَى الْيَمَنِ — Penguasaan Romawi atas Yaman↥ Daftar isi
خَيَّرَ ذُو نُوَاسٍ، مَلِكُ حِمْيَرَ الَّذِي اعْتَنَقَ الْيَهُودِيَّةَ، مَسِيحِيِّي نَجْرَانَ بَيْنَ اعْتِنَاقِ الْيَهُودِيَّةِ أَوِ الْمَوْتِ، فَاخْتَارُوا الْمَوْتَ، فَحَفَرَ لَهُمْ أُخْدُودًا وَأَحْرَقَهُمْ فِيهِ. قَالَ تَعَالَى: ﴿قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ﴾ [الْبُرُوجِ: ٤-٦]. فَفَرَّ بَعْضُهُمْ، وَاسْتَنْصَرُوا بِحَاكِمِ الْحَبَشَةِ الْمَسِيحِيِّ (النَّجَاشِيِّ)، الَّذِي طَلَبَ مُسَاعَدَةَ قَيْصَرَ الرُّومِ (حَامِي الْمَسِيحِيَّةِ)، فَأَرْسَلَ السُّفُنَ وَالسِّلَاحَ. وَاسْتَطَاعَ النَّجَاشِيُّ إِخْضَاعَ الْيَمَنِ بِوَاسِطَةِ قَائِدِهِ أَرْيَاطَ، الَّذِي سَرْعَانَ مَا تَمَرَّدَ عَلَيْهِ أَبْرَهَةُ، أَحَدُ مُسَاعِدِيهِ، فَقَتَلَهُ وَأَصْبَحَ هُوَ حَاكِمَ الْيَمَنِ. وَكَانَ ذَلِكَ فِي زَمَنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ هَاشِمٍ، جَدِّ الرَّسُولِ مُحَمَّدٍ ﷺ.
Dzu Nuwas, raja Himyar yang menganut agama Yahudi, memberi pilihan kepada kaum Nasrani Najran: menganut agama Yahudi atau mati. Mereka memilih kematian. Maka ia menggali parit untuk mereka dan membakar mereka di dalamnya. Allah Ta‘ala berfirman, “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, (yaitu parit) yang berapi dan penuh bahan bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya.” (QS. Al-Buruj: 4–6). Sebagian dari mereka melarikan diri dan meminta pertolongan kepada penguasa Nasrani di Habasyah, yaitu Najasyi. Najasyi meminta bantuan Kaisar Romawi (pelindung agama Nasrani), yang mengirim kapal-kapal dan senjata. Najasyi berhasil menundukkan Yaman melalui panglimanya, Aryath. Tak lama kemudian, Abrahah, salah seorang pembantunya, memberontak, membunuh Aryath, lalu menjadi penguasa Yaman. Peristiwa itu terjadi pada masa ‘Abdul Muththalib bin Hasyim, kakek Rasulullah Muhammad ﷺ.
سَيْطَرَةُ الْفُرْسِ عَلَى الْيَمَنِ — Penguasaan Persia atas Yaman↥ Daftar isi
ثُمَّ فَرَّ أَحَدُ أَوْلَادِ مُلُوكِ حِمْيَرَ، وَاسْمُهُ سَيْفُ بْنُ ذِي يَزَنَ، إِلَى فَارِسَ، وَطَلَبَ نَجْدَتَهُمْ لِإِخْرَاجِ الْأَحْبَاشِ مِنْ بِلَادِهِ. فَاسْتَجَابَ الْفُرْسُ، وَقَدِمُوا وَانْتَصَرُوا عَلَى الرُّومِ، ثُمَّ أَمَرَ كِسْرَى أَنْ يُتَوَّجَ سَيْفٌ مَلِكًا عَلَى الْيَمَنِ. وَبَعْدَ مَقْتَلِ سَيْفٍ، أَرْسَلَ كِسْرَى وَهْرِزَ لِيَكُونَ حَاكِمًا لِلْيَمَنِ تَابِعًا لِلْفُرْسِ، وَحَكَمَ بَعْدَ وَهْرِزَ أَبْنَاؤُهُ وَأَحْفَادُهُ. وَعِنْدَ بَعْثَةِ مُحَمَّدٍ ﷺ كَانَ حَاكِمُ الْيَمَنِ الْفَارِسِيُّ بَاذَانَ، وَهُوَ مِنْ ذُرِّيَّةِ وَهْرِزَ. وَقَدْ دَخَلَ بَاذَانُ فِي الْإِسْلَامِ عِنْدَمَا دُعِيَ إِلَيْهِ.
Kemudian salah seorang putra raja-raja Himyar, yang bernama Saif bin Dzi Yazan, melarikan diri ke Persia dan meminta bantuan mereka untuk mengusir orang-orang Habasyah dari negerinya. Persia memenuhi permintaannya. Pasukan Persia datang dan mengalahkan Romawi. Setelah itu, Kisra memerintahkan agar Saif dinobatkan sebagai raja Yaman. Setelah Saif terbunuh, Kisra mengirim Wahrez untuk menjadi penguasa Yaman di bawah kekuasaan Persia. Setelah Wahrez, anak-anak dan cucu-cucunya memerintah. Ketika Muhammad ﷺ diutus, penguasa Persia di Yaman adalah Badhan, keturunan Wahrez. Badhan masuk Islam setelah diajak kepadanya.
٢- مَمَالِكُ شَمَالِ الْجَزِيرَةِ — 2. Kerajaan-Kerajaan di Utara Jazirah Arab↥ Daftar isi
أ- مَمْلَكَةُ الْأَنْبَاطِ (٤٠٠ ق.م–١٠٥م) — A. Kerajaan Nabath (400 SM–105 M)↥ Daftar isi
هُمْ قَبَائِلُ بَدَوِيَّةٌ اسْتَقَرُّوا جَنُوبَ سُورِيَا. وَامْتَدَّتْ مَمْلَكَتُهُمْ مِنْ غَزَّةَ شَمَالًا حَتَّى الْعَقَبَةِ جَنُوبًا، فَاتَّخَذَتْ مَوْقِعًا مُهِمًّا فِي طَرِيقِ التِّجَارَةِ بَيْنَ الشَّمَالِ وَالْجَنُوبِ، وَكَانَتْ لَهَا إِتَاوَةٌ عَلَى التِّجَارَةِ الصَّاعِدَةِ وَالْهَابِطَةِ. وَعَاصِمَةُ الْأَنْبَاطِ مَدِينَةُ الْبَتْرَاءِ.
Kaum Nabath berasal dari kabilah-kabilah Badui yang menetap di selatan Suriah. Kerajaan mereka terbentang dari Gaza di utara hingga Aqabah di selatan. Letaknya strategis pada jalur perdagangan antara utara dan selatan. Mereka memungut bea atas perdagangan yang melintas ke utara maupun ke selatan. Ibu kota Nabath adalah kota Petra.
بَلَغَتْ غَايَةَ مَجْدِهَا فِي الْقَرْنِ الْأَوَّلِ الْمِيلَادِيِّ، حَيْثُ امْتَدَّ نُفُوذُهَا إِلَى دِمَشْقَ، وَامْتَدَّتْ جَنُوبًا حَتَّى مَدَائِنِ صَالِحٍ، وَلَهُمْ آثَارٌ مِعْمَارِيَّةٌ عَظِيمَةٌ هُنَاكَ حَتَّى الْآنَ. وَأَشْهَرُ مُلُوكِهِمُ الْحَارِثُ الثَّالِثُ وَعُبَيْدَةُ الثَّانِي. وَاسْتَوْلَى عَلَيْهَا الرُّومَانُ سَنَةَ ١٠٥م.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad pertama Masehi. Pengaruhnya meluas hingga Damaskus dan ke selatan sampai Mada’in Shalih. Hingga kini, terdapat peninggalan arsitektur mereka yang besar di sana. Raja-raja mereka yang paling terkenal adalah Al-Harits III dan ‘Ubaidah II. Romawi menguasai kerajaan ini pada tahun 105 M.
ب- مَمْلَكَةُ تَدْمُرَ — B. Kerajaan Tadmor↥ Daftar isi
وَهِيَ عَرِيقَةٌ فِي الْقِدَمِ، وَقَدْ وَرَدَ ذِكْرُهَا قَبْلَ الْمِيلَادِ بِأَكْثَرَ مِنْ أَلْفِ عَامٍ، وَبَلَغَتْ ذُرْوَةَ مَجْدِهَا فِي الْقَرْنَيْنِ الثَّانِي وَالثَّالِثِ الْمِيلَادِيَّيْنِ. وَكَانَ لَهَا مَوْقِعٌ تِجَارِيٌّ وَاسْتِرَاتِيجِيٌّ مُهِمٌّ بَيْنَ الْإِمْبَرَاطُورِيَّتَيْنِ الْفَارِسِيَّةِ وَالرُّومَانِيَّةِ، وَكَانَتْ مُرْتَبِطَةً بِالرُّومَانِ؛ لِذَلِكَ خَاضَتْ حُرُوبًا مُدَمِّرَةً ضِدَّ الْفُرْسِ، وَانْتَصَرَتْ فِيهَا انْتِصَارَاتٍ مُؤَزَّرَةً، وَذَلِكَ فِي عَهْدِ مَلِكِهِمْ أُذَيْنَةَ الَّذِي بَسَطَ نُفُوذَهُ عَلَى سُورِيَا كُلِّهَا. ثُمَّ تَوَلَّتْ بَعْدَهُ زَوْجَتُهُ زَنْبُوبِيَا (الزَّبَّاءُ)، الَّتِي تَحَدَّتِ الرُّومَ وَخَاضَتْ مَعَهُمْ صِرَاعَاتٍ عَنِيفَةً، إِلَى أَنْ هُزِمَتْ وَدُمِّرَتْ مَمْلَكَتُهَا. وَقَدْ عَبَدَ الْأَنْبَاطُ وَالتَّدْمُرِيُّونَ الْأَوْثَانَ وَقُوَى الطَّبِيعَةِ.
Tadmor adalah kerajaan yang sangat kuno. Namanya telah disebut lebih dari seribu tahun sebelum Masehi, dan mencapai puncak kejayaannya pada abad kedua dan ketiga Masehi. Letaknya penting bagi perdagangan dan strategi militer, di antara dua kekaisaran Persia dan Romawi. Tadmor bersekutu dengan Romawi. Karena itu, Tadmor terlibat dalam perang-perang yang menghancurkan melawan Persia dan meraih kemenangan besar. Peristiwa itu terjadi pada masa raja mereka, Udzainah, yang memperluas kekuasaannya ke seluruh Suriah. Setelahnya, istrinya, Zenobia (Az-Zabba’), memerintah. Ia menantang Romawi dan terlibat dalam konflik sengit dengan mereka, sampai akhirnya dikalahkan dan kerajaannya dihancurkan. Kaum Nabath dan penduduk Tadmor menyembah berhala serta kekuatan-kekuatan alam.
ج- مَمْلَكَةُ الْحِيرَةِ — C. Kerajaan Al-Hirah↥ Daftar isi
هُمْ مِنْ عَرَبِ الْيَمَنِ الْمُهَاجِرِينَ. قَامَتْ مَمْلَكَتُهُمْ فِي شَمَالِ الْجَزِيرَةِ (جَنُوبِ الْعِرَاقِ)، تَابِعَةً لِلْفُرْسِ؛ تَحْمِيهِمْ وَيَحْمُونَهَا. وَأَشْهَرُ مُلُوكِهِمْ عَمْرُو بْنُ عَدِيٍّ، وَالْمُنْذِرُ بْنُ مَاءِ السَّمَاءِ، وَالنُّعْمَانُ بْنُ الْمُنْذِرِ. وَبَعْدَ النُّعْمَانِ عَيَّنَ كِسْرَى إِيَاسَ بْنَ قَبِيصَةَ عَلَى الْحِيرَةِ، وَأَشْرَكَ مَعَهُ رَجُلًا فَارِسِيًّا. وَفِي هَذَا الْعَهْدِ قَدِمَ الْمُسْلِمُونَ وَفَتَحُوا الْحِيرَةَ بِقِيَادَةِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ سَنَةَ ١٢هـ/٦٣٣م، فَصَالَحَهُمْ إِيَاسٌ عَلَى الْجِزْيَةِ، ثُمَّ دَخَلُوا فِي الْإِسْلَامِ بَعْدَ ذَلِكَ.
Mereka berasal dari bangsa Arab Yaman yang bermigrasi. Kerajaan mereka berdiri di bagian utara jazirah (selatan Irak) dan berada di bawah kekuasaan Persia. Mereka melindungi Persia, dan Persia melindungi mereka. Raja-raja mereka yang paling terkenal adalah ‘Amr bin ‘Adi, Al-Mundzir bin Ma’us-Sama’, dan An-Nu‘man bin Al-Mundzir. Setelah An-Nu‘man, Kisra mengangkat Iyas bin Qabishah sebagai penguasa Al-Hirah dan menyertakan seorang Persia sebagai rekannya. Pada masa itu, kaum Muslim datang dan menaklukkan Al-Hirah di bawah pimpinan Khalid bin Walid pada tahun 12 H/633 M. Iyas mengadakan perjanjian damai dengan mereka dengan membayar jizyah. Setelah itu, mereka masuk Islam.
د- مَمْلَكَةُ غَسَّانَ — D. Kerajaan Ghassan↥ Daftar isi
هُمْ مِنْ عَرَبِ الْيَمَنِ الْمُهَاجِرِينَ بَعْدَ انْهِيَارِ سَدِّ مَأْرِبَ، مِثْلَ مُنَاذِرَةِ الْحِيرَةِ. اسْتَقَرُّوا بِبَادِيَةِ الشَّامِ، فَأَصْبَحُوا تَابِعِينَ لِلرُّومِ، يَحْمُونَهَا مِنْ هَجَمَاتِ الْعَرَبِ. وَكَانَ الْحُكْمُ فِي الْبِدَايَةِ لِقَبِيلَةِ الضَّجَاعِمَةِ، وَأَشْهَرُ مُلُوكِهِمْ زِيَادُ بْنُ الْهَيْوَلَةِ. ثُمَّ حَكَمَتْ قَبِيلَةُ بَنِي جَفْنَةَ، وَاتَّخَذُوا دِمَشْقَ عَاصِمَةً لَهُمْ. وَمِنْ أَشْهَرِ مُلُوكِهِمُ الْحَارِثُ بْنُ جَبَلَةَ، وَالْمُنْذِرُ بْنُ الْحَارِثِ، وَجَبَلَةُ بْنُ الْأَيْهَمِ، وَهُوَ آخِرُ مُلُوكِ الْغَسَاسِنَةِ. وَفِي عَهْدِهِ دَخَلَ الْمُسْلِمُونَ بِلَادَ الشَّامِ. وَيُقَالُ إِنَّ جَبَلَةَ أَسْلَمَ، ثُمَّ ارْتَدَّ وَهَرَبَ إِلَى الرُّومِ فِي عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ.
Mereka berasal dari bangsa Arab Yaman yang bermigrasi setelah Bendungan Ma’rib runtuh, seperti kaum Lakhmi di Al-Hirah. Mereka menetap di pedalaman Syam, lalu menjadi sekutu Romawi dan melindungi wilayah Romawi dari serangan bangsa Arab. Pada awalnya, pemerintahan berada di tangan kabilah Dhaja‘imah. Raja mereka yang paling terkenal adalah Ziyad bin Al-Hayulah. Kemudian kabilah Bani Jafnah memerintah dan menjadikan Damaskus sebagai ibu kota mereka. Di antara raja mereka yang paling terkenal adalah Al-Harits bin Jabalah, Al-Mundzir bin Al-Harits, dan Jabalah bin Al-Aiham. Jabalah adalah raja terakhir kaum Ghassan. Pada masa pemerintahannya, kaum Muslim memasuki wilayah Syam. Konon, Jabalah masuk Islam, kemudian murtad dan melarikan diri ke wilayah Romawi pada masa ‘Umar bin Al-Khaththab.
الْأَهَمِّيَّةُ الْحَضَارِيَّةُ لِلْمَنَاذِرَةِ وَالْغَسَاسِنَةِ — Peran Peradaban Kaum Lakhmi dan Ghassan↥ Daftar isi
أَهَمُّ دَوْرٍ لَعِبَتْهُ هَاتَانِ الْمَمْلَكَتَانِ أَنَّهُمَا كَانَتَا جِسْرًا عَبَرَتْ عَلَيْهِ أَلْوَانٌ مِنْ حَضَارَةِ الْفُرْسِ وَالرُّومِ إِلَى الْجَزِيرَةِ الْعَرَبِيَّةِ. وَأَهَمُّ هَذِهِ الْأَلْوَانِ الْحَضَارِيَّةِ: الْأَدْيَانُ، وَضُرُوبٌ مِنَ الْمَعَارِفِ الْعَامَّةِ، وَالْفُنُونُ الْحَرْبِيَّةُ، وَغَيْرُهَا.
Peran terpenting kedua kerajaan ini adalah menjadi jembatan yang dilalui berbagai unsur peradaban Persia dan Romawi menuju Jazirah Arab. Unsur-unsur peradaban terpenting yang sampai melalui jalur ini meliputi agama, berbagai pengetahuan umum, seni perang, dan hal-hal lainnya.
الْحِجَازُ — Hijaz↥ Daftar isi
الْحِجَازُ هُوَ الْمَوْطِنُ الْأَوَّلُ لِلدَّعْوَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ. فِيهِ وُلِدَ الرَّسُولُ وَنَشَأَ، وَهُوَ مَنْزِلُ الْوَحْيِ وَمَشْرِقُ النُّورِ. وَمِنَ الْحِجَازِ انْطَلَقَتْ صَيْحَةُ الْإِصْلَاحِ وَدَعْوَةُ الْإِسْلَامِ. وَقَدْ نَقَلَ الْإِسْلَامُ الْحِجَازَ مِنْ مَكَانٍ عَرَبِيٍّ إِلَى مَكَانٍ إِسْلَامِيٍّ عَالَمِيٍّ.
Hijaz adalah tempat pertama dakwah Islam. Di sanalah Rasulullah dilahirkan dan dibesarkan. Hijaz adalah tempat turunnya wahyu dan terbitnya cahaya. Dari Hijaz, seruan perbaikan dan dakwah Islam bermula. Islam mengubah Hijaz dari sebuah kawasan Arab menjadi pusat Islam yang mendunia.
نَشْأَةُ مَكَّةَ وَقِصَّةُ إِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ — Awal Mula Makkah dan Kisah Ismail ‘alaihissalam↥ Daftar isi
كَمَا ذَكَرْنَا سَابِقًا، قَدِمَ إِبْرَاهِيمُ بِزَوْجِهِ هَاجَرَ وَابْنِهِ إِسْمَاعِيلَ، وَتَرَكَهُمَا فِي مَكَّةَ، وَقَدْ كَانَتْ صَحْرَاءَ قَاحِلَةً، وَكَانَ اللَّهُ قَدْ أَمَرَهُ بِذَلِكَ. وَدَعَا إِبْرَاهِيمُ رَبَّهُ أَنْ يَجْعَلَ مَكَّةَ دَارَ أَمَانٍ وَعِمَارٍ.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Ibrahim datang bersama istrinya, Hajar, dan putranya, Ismail. Ia meninggalkan keduanya di Makkah, yang saat itu merupakan padang pasir tandus. Allah memang telah memerintahkannya melakukan hal itu. Ibrahim berdoa kepada Tuhannya agar menjadikan Makkah negeri yang aman dan makmur.
تَدَفَّقَتْ بِئْرُ زَمْزَمَ. وَمَرَّتْ قَبِيلَةُ جُرْهُمَ الْيَمَنِيَّةُ بِمَكَّةَ، فَسَمَحَتْ لَهُمْ هَاجَرُ بِالسُّكْنَى فِيهَا. وَنَشَأَ إِسْمَاعِيلُ بَيْنَهُمْ وَتَعَلَّمَ لُغَتَهُمُ الْعَرَبِيَّةَ، ثُمَّ تَزَوَّجَ مِنْهُمْ، وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ يَزُورُهُمْ بَيْنَ حِينٍ وَآخَرَ.
Air Zamzam memancar. Kabilah Jurhum dari Yaman melewati Makkah. Hajar mengizinkan mereka tinggal di sana. Ismail tumbuh di tengah-tengah mereka dan mempelajari bahasa Arab mereka, kemudian menikah dengan seorang perempuan dari kalangan mereka. Ibrahim sesekali mengunjungi mereka.
وَفِي إِحْدَى الزِّيَارَاتِ أَمَرَهُ اللَّهُ بِذَبْحِ ابْنِهِ إِسْمَاعِيلَ، فَاسْتَسْلَمَا لِأَمْرِ اللَّهِ، وَعِنْدَ التَّنْفِيذِ فَدَاهُ اللَّهُ بِكَبْشٍ عَظِيمٍ. وَكَانَ ذَلِكَ ابْتِلَاءً مِنَ اللَّهِ، ثُمَّ قَامَا بِبِنَاءِ الْكَعْبَةِ تَنْفِيذًا لِأَمْرِ اللَّهِ. وَبَعَثَ اللَّهُ إِسْمَاعِيلَ رَسُولًا لِقَبِيلَةِ جُرْهُمَ وَمَنْ حَوْلَ مَكَّةَ. قَالَ تَعَالَى: ﴿وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ﴾ [الْبَقَرَةِ: ١٢٧-١٢٨].
Pada salah satu kunjungannya, Allah memerintahkannya menyembelih putranya, Ismail. Keduanya tunduk kepada perintah Allah. Ketika Ibrahim hendak melaksanakannya, Allah mengganti Ismail dengan seekor kambing yang besar. Peristiwa itu merupakan ujian dari Allah. Kemudian, keduanya membangun Ka‘bah untuk melaksanakan perintah Allah. Allah mengutus Ismail sebagai rasul bagi kabilah Jurhum dan orang-orang di sekitar Makkah. Allah Ta‘ala berfirman, “(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang-orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikan pula) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (haji), dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.’” (QS. Al-Baqarah: 127–128).
وَبَعْدَ إِسْمَاعِيلَ تَغَلَّبَتْ جُرْهُمُ عَلَى مَكَّةَ فَحَكَمَتْهَا، ثُمَّ أَفْسَدَتْ فِيهَا، ثُمَّ خَضَعَتْ مَكَّةُ لِخُزَاعَةَ، وَهُمْ مِنَ الْيَمَنِ أَيْضًا، وَكَانَ بَنُو إِسْمَاعِيلَ عَلَى الْحِيَادِ. وَدَخَلَتْ عِبَادَةُ الْأَصْنَامِ إِلَى مَكَّةَ فِي أَيَّامِ خُزَاعَةَ؛ أَدْخَلَهَا زَعِيمُهُمْ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ، حَيْثُ جَلَبَهَا مِنَ الشَّامِ فَعَبَدَهَا أَهْلُ مَكَّةَ.
Setelah Ismail wafat, Jurhum menguasai dan memerintah Makkah, tetapi kemudian membuat kerusakan di sana. Setelah itu, Makkah berada di bawah kekuasaan Khuza‘ah, yang juga berasal dari Yaman. Sementara itu, keturunan Ismail bersikap netral. Penyembahan berhala masuk ke Makkah pada masa Khuza‘ah. Pemimpin mereka, ‘Amr bin Luhay, membawa berhala-berhala itu dari Syam, lalu penduduk Makkah menyembahnya.
وَتَكَاثَرَ بَنُو إِسْمَاعِيلَ، وَمِنْهُمْ كِنَانَةُ، وَقُرَيْشٌ فَرْعٌ مِنْ كِنَانَةَ. فَاسْتَطَاعَ سَيِّدُهُمْ قُصَيُّ بْنُ كِلَابٍ (الْجَدُّ الرَّابِعُ لِلرَّسُولِ) أَنْ يَطْرُدَ خُزَاعَةَ مِنْ مَكَّةَ وَيَتَزَعَّمَهَا، فَأَصْبَحَتْ سِيَادَةُ مَكَّةَ لِقُرَيْشٍ. وَحَكَمَهَا بَعْدَهُ ابْنُهُ عَبْدُ مَنَافٍ، وَتَقَاسَمَ الزَّعَامَةَ مِنْ بَعْدِهِ أَبْنَاؤُهُ هَاشِمٌ وَالْمُطَّلِبُ وَعَبْدُ شَمْسٍ وَنَوْفَلٌ.
Keturunan Ismail bertambah banyak. Di antara mereka terdapat Kinanah, dan Quraisy merupakan cabang dari Kinanah. Pemimpin mereka, Qushay bin Kilab (kakek keempat Rasulullah), berhasil mengusir Khuza‘ah dari Makkah dan memimpin kota itu. Sejak itu, kepemimpinan Makkah berada di tangan Quraisy. Setelah Qushay, putranya, ‘Abdu Manaf, memerintah. Sepeninggalnya, kepemimpinan dibagi di antara putra-putranya: Hasyim, Al-Muththalib, ‘Abd Syams, dan Naufal.
وَكَانَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ بْنُ هَاشِمٍ (جَدُّ الرَّسُولِ مُحَمَّدٍ) سَيِّدَ مَكَّةَ. حَاوَلَ أَبْرَهَةُ غَزْوَهَا فَرَدَّهُ اللَّهُ. وَعُرِفَ هَذَا الْعَامُ بِعَامِ الْفِيلِ، وَهُوَ عَامُ مَوْلِدِ الرَّسُولِ ﷺ، فِي ٥٧٠م/٥٢ ق.هـ.
‘Abdul Muththalib bin Hasyim (kakek Rasulullah Muhammad) adalah pemimpin Makkah. Abrahah berusaha menyerbu Makkah, tetapi Allah menghalaunya. Tahun itu dikenal sebagai Tahun Gajah. Pada tahun itu Rasulullah ﷺ dilahirkan, yaitu pada 570 M/52 sebelum Hijrah.
عَامُ الْفِيلِ وَمُحَاوَلَةُ هَدْمِ الْكَعْبَةِ — Tahun Gajah dan Upaya Menghancurkan Ka‘bah↥ Daftar isi
بَنَى أَبْرَهَةُ الْأَشْرَمُ، حَاكِمُ الْيَمَنِ الْحَبَشِيُّ، كَنِيسَةً ضَخْمَةً مُزَخْرَفَةً فِي صَنْعَاءَ وَأَسْمَاهَا «الْقُلَّيْسَ»، وَدَعَا النَّاسَ لِلْحَجِّ إِلَيْهَا بَدَلًا مِنَ الْكَعْبَةِ (لِأَسْبَابٍ دِينِيَّةٍ وَسِيَاسِيَّةٍ وَاقْتِصَادِيَّةٍ). فَفَشِلَ فَشَلًا ذَرِيعًا، فَلَمْ يَحُجَّ إِلَيْهَا أَحَدٌ، فَغَضِبَ وَقَرَّرَ هَدْمَ الْكَعْبَةِ. فَسَارَ إِلَيْهَا عَلَى رَأْسِ جَيْشٍ ضَخْمٍ تَتَقَدَّمُهُ الْفِيَلَةُ، وَلَمْ يَتَصَدَّ لَهُ أَحَدٌ. وَعِنْدَمَا دَخَلَ مَكَّةَ وَهَمَّ بِهَدْمِ الْكَعْبَةِ أَهْلَكَهُ اللَّهُ وَجَيْشَهُ. وَالْقِصَّةُ مَذْكُورَةٌ فِي سُورَةِ الْفِيلِ.
Abrahah Al-Asyram, penguasa Yaman dari Habasyah, membangun sebuah gereja besar yang dihiasi di Shan‘a dan menamainya Al-Qullais. Ia mengajak orang-orang berhaji ke sana sebagai pengganti Ka‘bah (karena alasan agama, politik, dan ekonomi). Usahanya gagal total; tidak seorang pun berhaji ke sana. Ia pun marah dan memutuskan untuk menghancurkan Ka‘bah. Ia berangkat menuju Makkah dengan memimpin pasukan besar yang di baris depannya terdapat gajah-gajah. Tidak ada seorang pun yang menghadangnya. Ketika memasuki Makkah dan hendak menghancurkan Ka‘bah, Allah membinasakan Abrahah dan pasukannya. Kisah ini disebutkan dalam Surah Al-Fil.
وَكَانَتْ حَادِثَةُ الْفِيلِ كَبِيرَةَ الْأَهَمِّيَّةِ عِنْدَ الْعَرَبِ، فَأَخَذُوا يُؤَرِّخُونَ بِهَا، وَهُوَ الْعَامُ الَّذِي وُلِدَ فِيهِ الرَّسُولُ ﷺ.
Peristiwa Tahun Gajah sangat penting bagi bangsa Arab. Mereka mulai menjadikannya sebagai patokan penanggalan. Tahun itulah tahun kelahiran Rasulullah ﷺ.
اقْتِصَادِيَّاتُ الْعَرَبِ — Perekonomian Bangsa Arab↥ Daftar isi
ارْتَبَطَتْ أَهَمُّ مَصَادِرِ الثَّرْوَةِ عِنْدَ الْعَرَبِ بِالتِّجَارَةِ، وَقَدِ اشْتَهَرَ الْعَرَبُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ بِالتِّجَارَةِ شُهْرَةً وَاسِعَةً.
Sumber kekayaan terpenting bangsa Arab berkaitan dengan perdagangan. Pada masa jahiliah, bangsa Arab sangat terkenal dalam bidang perdagangan.
وَكَانَتِ التِّجَارَةُ عِنْدَ قُرَيْشٍ عَصَبَ الْحَيَاةِ، وَقَدْ وَرَدَ فِي الْقُرْآنِ: ﴿لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ﴾ [قُرَيْشٍ: ١-٢]. وَكَانَتْ رِحْلَةُ الشِّتَاءِ إِلَى الْيَمَنِ، وَرِحْلَةُ الصَّيْفِ إِلَى الشَّامِ.
Bagi Quraisy, perdagangan merupakan urat nadi kehidupan. Di dalam Al-Qur’an disebutkan, “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.” (QS. Quraisy: 1–2). Perjalanan musim dingin mereka menuju Yaman, sedangkan perjalanan musim panas menuju Syam.
زَمَنُ الْفَتْرَةِ — Masa Fatrah↥ Daftar isi
نُلَاحِظُ أَنَّ الرِّسَالَةَ انْقَطَعَتْ عَنِ الْجَزِيرَةِ الْعَرَبِيَّةِ مُدَّةً طَوِيلَةً، مِنْ زَمَنِ إِسْمَاعِيلَ إِلَى بَعْثَةِ الرَّسُولِ، وَانْقَطَعَتْ عَنِ الْعَالَمِ عُمُومًا مُنْذُ أَنْ رَفَعَ اللَّهُ عِيسَى حَوَالَيْ عَامِ ٦١٠ ق.هـ/٣٣م. وَسُمِّيَتْ هَذِهِ الْمُدَّةُ زَمَنَ الْفَتْرَةِ (فَتْرَةَ انْقِطَاعِ الرُّسُلِ).
Kita melihat bahwa risalah (pengutusan rasul) terputus dari Jazirah Arab dalam waktu yang lama, sejak masa Ismail sampai Rasulullah diutus. Secara umum, pengutusan rasul kepada dunia juga terputus sejak Allah mengangkat Isa, sekitar tahun 610 sebelum Hijrah/33 M. Masa ini disebut masa fatrah (masa terputusnya pengutusan para rasul).
فَتَخَبَّطَ الْمُجْتَمَعُ أَيَّمَا تَخَبُّطٍ، وَكَانَ فِي أَشَدِّ الْحَاجَةِ إِلَى نَبِيٍّ يُعِيدُهُ إِلَى الْحَقِّ وَالصَّوَابِ، وَلَا سِيَّمَا بَعْدَ أَنْ حُرِّفَتِ الدِّيَانَاتُ السَّمَاوِيَّةُ وَضَاعَتْ. فَكَانَتْ رِسَالَةُ مُحَمَّدٍ ﷺ إِلَى الْبَشَرِ كَافَّةً.
Masyarakat benar-benar berada dalam kebingungan. Mereka sangat membutuhkan seorang nabi yang mengembalikan mereka kepada kebenaran dan jalan yang tepat, terutama setelah agama-agama samawi diselewengkan dan ajarannya hilang. Maka, risalah Muhammad ﷺ ditujukan kepada seluruh manusia.
مُوجَزُ التَّارِيخِ الْقَدِيمِ قَبْلَ الْإِسْلَامِ — Ringkasan Sejarah Kuno Sebelum Islam↥ Daftar isi
خَلَقَ اللَّهُ الْبَشَرَ وَبَعَثَ الرُّسُلَ لِعِبَادَتِهِ وَإِقَامَةِ شَرِيعَتِهِ فِي الْأَرْضِ. وَكَانَ آدَمُ أَوَّلَ الْبَشَرِ وَأَوَّلَ الْأَنْبِيَاءِ. وَتَتَابَعَتِ الْحَضَارَاتُ وَتَوَالَى الْأَنْبِيَاءُ وَالرُّسُلُ، وَأَقْدَمُ الْحَضَارَاتِ ظَهَرَتْ فِي الْعِرَاقِ وَمِصْرَ وَالشَّامِ وَجَزِيرَةِ الْعَرَبِ.
Allah menciptakan manusia dan mengutus para rasul agar manusia beribadah kepada-Nya dan menegakkan syariat-Nya di bumi. Adam adalah manusia pertama dan nabi pertama. Peradaban-peradaban terus bermunculan dan para nabi serta rasul silih berganti. Peradaban-peradaban tertua muncul di Irak, Mesir, Syam, dan Jazirah Arab.
أَهَمُّ حَضَارَاتِ الْعِرَاقِ: السُّومَرِيَّةُ، وَالْأَكَادِيَّةُ، وَالْعِيلَامِيَّةُ، وَالْبَابِلِيَّةُ، وَالْآشُورِيَّةُ، وَالْكَلْدَانِيَّةُ. وَأَنْبِيَاءُ هَذِهِ الْبِلَادِ نُوحٌ وَإِبْرَاهِيمُ وَيُونُسُ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ. وَأَهَمُّ حَضَارَاتِ الشَّامِ: الْعَمُورِيَّةُ، وَالْفِينِيقِيَّةُ، وَالْكَنْعَانِيَّةُ، وَالْآرَامِيَّةُ، ثُمَّ حَضَارَةُ الْأَنْبَاطِ وَتَدْمُرَ، ثُمَّ الْغَسَاسِنَةُ وَالْمَنَاذِرَةُ.
Peradaban-peradaban terpenting di Irak adalah Sumeria, Akkadia, Elam, Babilonia, Asyur, dan Kasdim. Nabi-nabi di negeri ini adalah Nuh, Ibrahim, dan Yunus ‘alaihimussalam. Peradaban-peradaban terpenting di Syam adalah Amori, Fenisia, Kanaan, dan Aram, kemudian peradaban Nabath dan Tadmor, lalu Ghassan dan Lakhmi.
وَظَهَرَ أَغْلَبُ الْأَنْبِيَاءِ وَالرُّسُلِ فِي بِلَادِ الشَّامِ، فَمِنْهُمْ لُوطٌ وَإِسْحَاقُ وَيَعْقُوبُ وَأَيُّوبُ وَالْيَسَعُ وَيَسَعُ وَإِلْيَاسُ وَدَاوُدُ وَسُلَيْمَانُ وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى عَلَيْهِمُ السَّلَامُ. وَهُمْ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ، وَأُرْسِلُوا إِلَيْهِمْ وَإِلَى غَيْرِهِمْ.
Kebanyakan nabi dan rasul muncul di negeri Syam. Di antara mereka adalah Luth, Ishaq, Ya‘qub, Ayyub, Al-Yasa‘, Yasa‘, Ilyas, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, dan Isa ‘alaihimussalam. Mereka berasal dari Bani Israil dan diutus kepada Bani Israil serta kaum-kaum lainnya.
وَقَامَتْ فِي مِصْرَ الْحَضَارَةُ الْفِرْعَوْنِيَّةُ وَحَضَارَةُ الْهِكْسُوسِ، وَظَهَرَ فِيهَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ يُوسُفُ وَمُوسَى عَلَيْهِمَا السَّلَامُ.
Di Mesir berkembang peradaban Firaun dan peradaban Hyksos. Di antara nabi yang hadir di sana adalah Yusuf dan Musa ‘alaihimas-salam.
وَظَهَرَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ قَوْمُ عَادٍ وَثَمُودُ وَأَهْلُ مَدْيَنَ، وَحَضَارَاتُ الْيَمَنِ (مَعِينٌ وَسَبَأٌ وَحِمْيَرُ وَقَتَبَانُ)، وَالْقَبَائِلُ الْمُهَاجِرَةُ بَعْدَ انْهِيَارِ سَدِّ مَأْرِبَ، وَالْأَحْبَاشُ، وَذُرِّيَّةُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ. وَأَنْبِيَاءُ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ هُمْ هُودٌ وَصَالِحٌ وَشُعَيْبٌ وَإِسْمَاعِيلُ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ.
Di Jazirah Arab terdapat kaum ‘Ad, Tsamud, dan penduduk Madyan; peradaban-peradaban Yaman (Ma‘in, Saba’, Himyar, dan Qataban); kabilah-kabilah yang bermigrasi setelah Bendungan Ma’rib runtuh; orang-orang Habasyah; serta keturunan Ismail bin Ibrahim. Nabi-nabi Jazirah Arab adalah Hud, Shalih, Syuaib, dan Ismail ‘alaihimussalam.
وَظَهَرَتْ حَضَارَاتٌ أُخْرَى وَسَادَتْ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ، كَحَضَارَةِ الْفُرْسِ، ثُمَّ الْإِغْرِيقِ، ثُمَّ الرُّومَانِ.
Peradaban-peradaban lain juga muncul dan berkuasa di berbagai belahan bumi, seperti peradaban Persia, kemudian Yunani, lalu Romawi.
النَّتِيجَةُ — Kesimpulan↥ Daftar isi
مُعْظَمُ هَذِهِ الْمَمَالِكِ وَالْجَمَاعَاتِ كَذَّبَتْ رُسُلَهَا، وَتَمَادَتْ فِي غَيِّهَا وَانْحِرَافِهَا، وَمَا آمَنَ إِلَّا قَلِيلٌ. ثُمَّ بَعَثَ اللَّهُ آخِرَ رُسُلِهِ مُحَمَّدًا ﷺ إِلَى الْبَشَرِ كَافَّةً، فِي جَمِيعِ أَصْقَاعِ الْأَرْضِ، وَعَلَى يَدَيْهِ كَانَتْ هِدَايَةُ الْبَشَرِيَّةِ الضَّالَّةِ.
Kebanyakan kerajaan dan kelompok tersebut mendustakan rasul-rasul mereka serta terus tenggelam dalam kesesatan dan penyimpangan. Hanya sedikit yang beriman. Kemudian Allah mengutus rasul terakhir-Nya, Muhammad ﷺ, kepada seluruh manusia di berbagai penjuru bumi. Melalui beliau, umat manusia yang tersesat memperoleh petunjuk.