Bagian 65: Peristiwa Ar-Raji‘
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 65
Peristiwa Ar-Raji‘
Sebuah rombongan dari kabilah ‘Adhal dan Qarah datang kepada Rasulullah ﷺ. Mereka menyampaikan bahwa di antara mereka terdapat orang-orang yang telah masuk Islam, lalu meminta beliau mengutus orang-orang yang dapat mengajari agama dan membacakan Al-Qur’an kepada mereka. Beliau mengutus sepuluh sahabat bersama mereka. Ketika tiba di Ar-Raji‘—sebuah sumber air milik Hudzail antara Rabigh dan Jeddah—rombongan itu meminta bantuan kepada satu kelompok Hudzail bernama Bani Lihyan. Sekitar seratus pemanah datang mengepung para sahabat dan berkata, “Kalian mendapat jaminan dan perjanjian bahwa jika kalian turun kepada kami, tidak seorang pun dari kalian akan kami bunuh.”
Adapun ‘Ashim bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, ia menolak turun dan melawan mereka bersama para sahabatnya. Ia membunuh tujuh orang dari pihak lawan. Yang tersisa adalah Khubaib, Zaid bin Ad-Datsinah, dan ‘Abdullah bin Thariq. Para penyerang kembali memberikan jaminan dan perjanjian. Ketika ketiganya turun, para penyerang berkhianat dan mengikat mereka. ‘Abdullah bin Thariq radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ini adalah awal pengkhianatan.” Ia menolak ikut bersama mereka, lalu dibunuh. Khubaib dan Zaid dibawa ke Makkah dan dijual.
Ketika orang-orang kafir Makkah sepakat untuk membunuh Khubaib radhiyallahu ‘anhu, mereka membawanya ke Tan‘im. Ia berkata, “Biarkan aku salat dua rakaat.” Mereka membiarkannya, lalu ia salat dan mendoakan keburukan atas mereka. Abu Sufyan datang dan bertanya, “Apakah engkau senang jika Muhammad berada di tempat kami untuk kami penggal lehernya, sementara engkau berada di tengah keluargamu?” Khubaib radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Demi Allah, aku tidak rela berada di tengah keluargaku sementara Muhammad ﷺ berada di tempatnya dan tertusuk duri yang menyakitinya.” Mereka kemudian mengambil dan menyalibnya.
Adapun Zaid bin Ad-Datsinah radhiyallahu ‘anhu, ia dibeli oleh Shafwan bin Umayyah lalu dibunuh sebagai balasan atas kematian ayahnya, musuh Allah Umayyah bin Khalaf, yang terbunuh pada hari Badar.