Wasiat Syaikh al-Albani رحمه الله kepada Keluarga, Sahabat, dan Semua Orang yang Mencintainya karena Allah Ta‘ala
Wasiat Syaikh al-Albani رحمه الله kepada Keluarga, Sahabat, dan Semua Orang yang Mencintainya karena Allah Ta‘ala
☷ Daftar Isi Artikel
Pertanyaan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustadz Berian Muntaqo Fatkhuri yang saya hormati, sudah banyak yang Ustadz jelaskan mengenai mengurus kematian sesuai syariat Islam.
Izin ana bertanya lagi, apakah ada contoh wasiat yang pendek agar anak-anak tidak salah dalam mengurus orang tuanya yang meninggal, kalau Ustadz berkenan?
Yang kedua, Ustadz, di masjid dekat rumah ana ada doa-doa yang sudah dibukukan untuk acara yasinan, lengkap dengan foto dan nama orang yang meninggal. Ada juga Al-Qur’an.
Mohon penjelasan yang benar sesuai tuntunan, harus bagaimana, Ustadz?
Mohon maaf, Ustadz, kalau pertanyaan ana ada yang kurang jelas.
Jazakallahu khair, Ustadz Berian, wa barakallahu fikum.
Jawaban
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sample Wasiat Syaikh Al Albani
Syaikh al-Albani رحمه الله menulis:
Aku berwasiat kepada istriku, anak-anakku, sahabat-sahabatku, dan setiap orang yang mencintaiku, apabila telah sampai kepadanya berita kematianku, hendaklah ia mendoakanku agar mendapatkan ampunan dan rahmat.
Pertama: Hendaknya Mereka Tidak Menangisiku dengan Meratap atau Mengeraskan Suara
Hendaknya mereka tidak menangisiku dengan meratap (niyāhah) ataupun dengan mengeraskan suara.
Kedua: Hendaknya Mereka Menyegerakan Pemakamanku
Hendaknya mereka menyegerakan pemakamanku. Jangan memberitahukan kematianku kepada kerabat dan saudara-saudaraku kecuali sebatas orang-orang yang diperlukan untuk menunaikan kewajiban pengurusan jenazahku.
Hendaknya yang memandikan jenazahku adalah ‘Izzat Khudhr Abu ‘Abdillah, tetanggaku sekaligus sahabatku yang tulus, bersama orang yang ia pilih untuk membantunya dalam hal tersebut.
Ketiga: Hendaknya Dipilih Tempat Pemakaman yang Paling Dekat
Hendaknya dipilih tempat pemakaman yang paling dekat, agar orang-orang yang membawa jenazahku tidak terpaksa meletakkannya di dalam kendaraan, yang kemudian menyebabkan para pengiring jenazah juga menaiki kendaraan mereka.
Hendaknya kuburanku berada di pemakaman lama yang menurut dugaan kuat tidak akan dibongkar kembali.
Orang-orang yang berada di negeri tempat aku meninggal hendaknya tidak memberitahukan kematianku kepada anak-anakku yang berada di luar negeri tersebut—apalagi kepada selain mereka—kecuali setelah jenazahku selesai diantarkan dan dimakamkan. Hal itu agar perasaan emosional tidak menguasai mereka dan menyebabkan tertundanya pemakamanku.
Aku memohon kepada Allah, Sang Pelindung, agar aku berjumpa dengan-Nya dalam keadaan Dia telah mengampuni dosa-dosaku, baik yang telah lalu maupun yang kemudian.
Wasiat Mengenai Perpustakaan
Aku juga berwasiat agar seluruh perpustakaanku, baik berupa buku cetakan, hasil fotokopi, maupun manuskrip—baik yang ditulis dengan tanganku sendiri maupun dengan tulisan orang lain—diserahkan kepada Perpustakaan Universitas Islam Madinah.
Sebab, aku memiliki kenangan yang baik di sana dalam berdakwah kepada Al-Qur’an dan Sunnah di atas manhaj Salafus Shalih, ketika dahulu aku menjadi pengajar di sana.
Aku berharap kepada Allah Ta‘ala agar Dia memberikan manfaat melalui perpustakaan tersebut kepada para pengunjungnya, sebagaimana dahulu Dia telah memberikan manfaat kepada para mahasiswanya melalui pemilik perpustakaan ini. Dan semoga Allah memberikan manfaat kepadaku melalui mereka, keikhlasan mereka, dan doa-doa mereka.
Penutup Wasiat dengan Firman Allah
Kemudian Syaikh رحمه الله menutup wasiatnya dengan firman Allah Ta‘ala:
﴿رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ﴾
“Wahai Rabbku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku pada keturunanku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim.”
(QS. Al-Ahqaf: 15)
Wallahu a’lam.