Tarbawi

Ukuran Seseorang Sudah Sukses Dalam Tazkiyatun-nafs

Bismillāh.

Pertanyaan: Apa ukuran seseorang sudah sukses dalam tazkiyatun-nafs? Apakah bisa dilihat oleh manusia atau itu rahasia Allah?

1. Ukuran utama tazkiyatun-nafs adalah mengenal dan memperbaiki aib diri

Tujuan dari Tazkiyatun Nafs adalah:

«إنَّ تزكية الأنفُس هي معرفةُ عُيوبها ونَقائصها، والسَّعي في تخليصها من ذلك كله»

Artinya:

Tazkiyatun-nafs adalah mengenal aib dan kekurangan diri, lalu berusaha membersihkan diri dari semua itu.

Jadi tanda seseorang berhasil dalam tazkiyah adalah:

dia menyadari kekurangan dirinya

tidak merasa paling suci

terus memperbaiki diri dari dosa dan akhlak buruk.

2. Ukuran keberhasilan tazkiyah adalah keberuntungan di sisi Allah

Allah menjadikan tazkiyah sebagai sebab keberuntungan:

﴿قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا﴾

(QS. Asy-Syams: 9–10)

Artinya:

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya.

Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.”

Ini menunjukkan bahwa hakikat keberhasilan tazkiyah dinilai oleh Allah, bukan sekadar penilaian manusia.

Kapan bisa terlihat hasilnya? Kelak saat kita dimasukkan barisan orang yang beruntung di akhirat dan diberi gaufik dan hidayah untuk memilih jalan yang benar di dunia.

3. Orang yang berhasil tazkiyah tidak sibuk melihat aib orang lain

Perkataan As sarri as saqathi:

«من علامة الاستدراج للعبد عماه عن عيبه واطلاعه على عيوب الناس»

Artinya:

“Di antara tanda seseorang tertipu (oleh setan) adalah ia buta terhadap aib dirinya, tetapi melihat aib orang lain.”

Maka tanda tazkiyah adalah:

sibuk memperbaiki diri sendiri

tidak gemar membuka aib orang.

4. Tanda lain tazkiyah: senang menerima nasihat

Perkataan Imam Asy-Syafi‘i رحمه الله:

«ما نصحتُ أحدًا فقَبِلَ مني إلا هِبتُه واعتقدت مودته»

Artinya:

“Aku tidak menasihati seseorang lalu ia menerimanya, kecuali aku menghormatinya dan menganggapnya sebagai orang yang tulus.”

Orang yang hatinya bersih:

mau menerima nasihat

tidak marah ketika diingatkan.

5. Tazkiyah tidak selalu terlihat dari penampilan

Dari pembahasan di atas dapat dipahami bahwa:

  • penampilan luar tidak selalu menjadi ukuran
  • orang bisa terlihat alim tetapi hatinya rusak
  • orang sederhana bisa lebih bertakwa.

Karena hakikat hati adalah rahasia Allah.

Allah berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ﴾

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati.”

(QS. Āli ‘Imrān: 119)

Kesimpulan

Ukuran keberhasilan tazkiyatun-nafs bukan semata penampilan luar, tetapi:

1. Mengenal aib diri dan berusaha memperbaikinya.

2. Tidak merasa suci dan selalu rendah hati.

3. Mau menerima nasihat.

4. Sibuk memperbaiki diri, bukan mencari aib orang lain.

5. Penilaian hakiki ada di sisi Allah.

Karena itu seseorang tidak boleh mengklaim dirinya telah suci, sebagaimana firman Allah:

﴿فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى﴾

“Janganlah kalian menyucikan diri kalian sendiri.

Allah lebih mengetahui siapa yang paling bertakwa.”

(QS. An-Najm: 32)

Semoga bermanfaat

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button