Mukhtashar Fi Tafsir

Mukhtashar Fi Tafsir: Hal 31

Al-Baqarah: 197

Waktu pelaksanaan ibadah haji adalah pada bulan-bulan yang telah diketahui, dimulai sejak bulan Syawal dan berakhir pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Siapa yang menetapkan pada dirinya kewajiban haji pada bulan-bulan tersebut lalu berihram untuk haji, maka diharamkan baginya berhubungan suami istri dan segala hal yang menjadi pengantar menuju hubungan tersebut. Ia juga dilarang keras keluar dari ketaatan kepada Allah dengan melakukan kemaksiatan, sebagai bentuk penghormatan terhadap agungnya waktu dan tempat itu. Ia juga dilarang melakukan perdebatan yang berujung pada kemarahan dan perseteruan dalam haji.

Kebaikan apa pun yang kalian lakukan pasti diketahui oleh Allah, dan Dia akan membalasnya. Siapkanlah bekal untuk melaksanakan haji, berupa makanan dan minuman yang kalian perlukan, dan ketahuilah bahwa sebaik-baik bekal yang paling membantu dalam segala urusan adalah ketakwaan kepada Allah. Karena itu bertakwalah kepada-Ku dengan menjalankan perintah-perintah-Ku dan menjauhi larangan-larangan-Ku, wahai orang-orang yang berakal sehat.

Al-Baqarah: 198

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari rezeki yang halal melalui perdagangan dan selainnya ketika melaksanakan ibadah haji. Apabila kalian bertolak dari Arafah setelah melakukan wukuf di sana pada tanggal 9 Zulhijah, menuju Muzdalifah pada malam tanggal 10 Zulhijah, maka berzikirlah kepada Allah di al-Masy‘aril-Haram di Muzdalifah dengan membaca tasbih, tahlil, dan doa.

Berzikirlah kepada Allah sebagai bentuk syukur karena Dia telah menunjukkan kalian kepada syiar-syiar agama-Nya dan tata cara manasik haji di Baitullah, padahal sebelumnya kalian termasuk orang-orang yang tidak mengetahui syariat-Nya.

Al-Baqarah: 199

Kemudian bertolaklah kalian dari Arafah sebagaimana orang-orang yang mengikuti ajaran Ibrahim ‘alaihissalām, bukan seperti kebiasaan orang-orang jahiliah yang enggan wukuf di Arafah. Mintalah ampun kepada Allah atas kekurangan dan kelalaian kalian dalam menunaikan syariat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya yang bertobat.

Al-Baqarah: 200

Apabila kalian telah menyelesaikan rangkaian manasik haji dan telah menuntaskannya, maka berzikirlah kepada Allah dan perbanyaklah memuji-Nya, sebagaimana kalian dahulu membanggakan dan memuji leluhur kalian, atau bahkan lebih kuat dan lebih banyak lagi zikir kepada Allah daripada zikir kalian kepada leluhur kalian. Hal itu karena setiap nikmat yang kalian rasakan sejatinya berasal dari Allah.

Manusia berbeda-beda tujuan dan keinginannya. Ada orang kafir dan musyrik yang hanya meyakini kehidupan dunia saja, sehingga dia tidak meminta kepada Rabbnya kecuali kenikmatan dan perhiasan dunia, seperti kesehatan, harta, dan keturunan. Orang semacam ini tidak memiliki bagian dari kenikmatan yang Allah sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman di akhirat kelak, karena ia hanya menginginkan dunia dan berpaling dari akhirat.

Al-Baqarah: 201

Ada pula golongan manusia yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. Mereka berdoa kepada Rabbnya agar diberi kebaikan di dunia, yaitu kenikmatan hidup dan taufik untuk beramal saleh di dalamnya. Mereka juga memohon kebaikan di akhirat, yaitu masuk surga, serta memohon perlindungan agar diselamatkan dari azab neraka.

Al-Baqarah: 202

Orang-orang yang memohon kebaikan dunia dan akhirat itu akan memperoleh bagian dari pahala sesuai dengan amal saleh yang telah mereka usahakan di dunia. Dan Allah Mahacepat dalam melakukan perhitungan amal perbuatan manusia.

Faedah ayat-ayat ini

  1. Seorang mukmin wajib menyiapkan bekal untuk perjalanan dunia dan perjalanan menuju akhirat. Karena itu Allah menegaskan bahwa sebaik-baik bekal adalah takwa.
  2. Disyariatkan memperbanyak zikir kepada Allah setelah menyelesaikan rangkaian manasik haji.
  3. Tujuan manusia berbeda-beda: ada yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama sehingga tidak meminta selain dunia, dan ada yang memohon kebaikan dunia serta akhirat; golongan inilah yang mendapat taufik dan beruntung.

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button