Mukhtashar Fi Tafsir

Mukhtashar Fi Tafsir: Hal 29

Al-Baqarah: 187

Pada awalnya, apabila seseorang telah tidur pada malam Ramadan lalu terbangun sebelum fajar, ia tidak diperbolehkan makan dan tidak boleh menggauli istrinya. Kemudian Allah menghapus ketentuan tersebut dan memberikan keringanan. Allah membolehkan bagi kalian, wahai orang-orang beriman, untuk menggauli istri-istri kalian pada malam-malam Ramadan.

Istri-istri kalian adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. Artinya, kalian saling menutupi, menjaga kehormatan, dan saling membutuhkan satu sama lain. Allah mengetahui bahwa sebelumnya kalian telah menyelisihi larangan itu sehingga seakan-akan mengkhianati diri kalian sendiri. Maka Allah menerima tobat kalian, memaafkan kalian, dan meringankan beban dari kalian.

Sekarang, silakan kalian menggauli mereka dan carilah keturunan yang telah Allah tetapkan bagi kalian. Makan dan minumlah sepanjang malam hingga jelas bagi kalian terbitnya fajar yang sebenarnya, yaitu tampaknya cahaya putih yang membedakan diri dari gelapnya malam. Kemudian sempurnakanlah puasa dengan menahan diri dari segala yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Janganlah kalian menggauli istri-istri kalian ketika sedang beriktikaf di dalam masjid, karena hal itu membatalkan iktikaf. Itulah batas-batas hukum yang telah Allah tetapkan antara yang halal dan yang haram. Jangan sekali-kali kalian mendekatinya, sebab siapa yang mendekati batas-batas Allah sangat mudah terjatuh ke dalam yang haram. Dengan penjelasan yang terang seperti ini Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Al-Baqarah: 188

Janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang batil, seperti mencuri, merampas, menipu, dan bentuk kezaliman lainnya. Jangan pula kalian membawa perkara harta itu kepada hakim atau penguasa untuk memperoleh sebagian harta orang lain dengan cara yang berdosa, padahal kalian mengetahui bahwa Allah telah mengharamkan perbuatan tersebut.

Melakukan dosa dalam keadaan sadar bahwa perbuatan itu haram lebih buruk dan lebih berat hukumannya di sisi Allah.

Al-Baqarah: 189

Mereka bertanya kepadamu, wahai Rasul, tentang hilal dan perubahan bentuknya. Katakanlah, hilal itu adalah penentu waktu bagi manusia. Dengannya mereka mengetahui waktu-waktu ibadah, seperti bulan-bulan haji, bulan puasa, dan sempurnanya satu tahun dalam kewajiban zakat. Dengannya pula mereka mengetahui waktu dalam urusan muamalah, seperti penentuan jatuh tempo utang dan diyat.

Bukanlah suatu kebajikan jika kalian memasuki rumah dari belakangnya ketika berihram untuk haji atau umrah sebagaimana kebiasaan di masa jahiliah. Kebajikan yang sebenarnya adalah kebajikan orang yang bertakwa kepada Allah, baik lahir maupun batin. Masuklah ke rumah melalui pintu-pintunya, karena itu lebih mudah dan tidak menyulitkan. Allah tidak membebani kalian dengan sesuatu yang memberatkan.

Bertakwalah kepada Allah dengan menjadikan amal saleh sebagai pelindung dari azab-Nya, agar kalian memperoleh keberuntungan dengan meraih apa yang kalian harapkan dan selamat dari apa yang kalian takutkan.

Al-Baqarah: 190

Berperanglah di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya melawan orang-orang yang memerangi kalian dan berusaha menghalangi kalian dari agama Allah. Namun janganlah kalian melampaui batas dengan membunuh anak-anak, wanita, orang-orang tua, atau melakukan tindakan kejam seperti merusak atau memutilasi mayat.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas-batas yang telah ditetapkan-Nya dalam syariat dan hukum-Nya.

Faedah ayat-ayat ini

  1. Disyariatkannya iktikaf, yaitu menetap di masjid untuk beribadah. Karena itu, segala sesuatu yang bertentangan dengan tujuan iktikaf, termasuk berhubungan intim dengan istri, dilarang.
  2. Larangan memakan harta orang lain secara batil serta pengharaman segala cara yang mengarah kepada perbuatan tersebut, termasuk suap-menyuap.
  3. Diharamkannya sikap melampaui batas dan berbuat zalim, karena agama ini dibangun di atas asas keadilan dan kebaikan.

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button