Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Ramadan Dan Keberkahan Al-Qur’an

Download Pdfnya Klik

Khutbah Pertama

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ:

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ، إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ * يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ﴾.

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihatnya, setiap perempuan yang menyusui melalaikan anak yang disusuinya, setiap perempuan yang hamil gugur kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.” (QS. Al-Hajj: 1-2).

Wahai Hamba-hamba Allah, sesungguhnya bulan ini (Ramadan) memiliki banyak keberkahan dan karunia. Di antara keberkahannya adalah berpalingnya hati kita kepada Al-Qur’an serta banyaknya frekuensi membaca dan mendengarkannya.

Al-Qur’an adalah kitab yang diberkahi:

Allah ta’ala berfirman:

﴿كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ﴾.

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Sad: 29).

Keberkahan adalah kebaikan yang sangat banyak dan senantiasa bertambah. Maknanya, kebaikan Al-Qur’an itu sangat berlimpah, terus bertambah tanpa pernah berkurang, dan abadi tidak pernah terputus. Keberkahannya pun mencakup segala hal.

Maka, Al-Qur’an itu membawa berkah bagi pembacanya, pendengarnya, dan orang yang merenungkannya (mentadaburinya). Bagi pembacanya, setiap satu huruf bernilai satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, hingga kelipatan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. Seseorang yang membaca surah yang pendek saja, ia sudah mendulang pahala yang teramat besar.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Al-Qur’an juga membawa keberkahan bagi orang yang mentadaburinya; berupa manfaat yang masuk ke relung hati, nasihat yang membekas, dan keistikamahan di atas perintah Allah Ta’ala, beserta karunia wawasan (basirah) dalam urusan agama maupun dunianya.

﴿إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ﴾

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra’: 9).

Orang yang mentadaburi Al-Qur’an akan senantiasa dibimbing menuju perkara-perkara yang paling lurus dan paling baik, baik dalam ucapan, perbuatan, pikiran, pendapat, maupun seluruh urusan agama dan dunianya.

Al-Qur’an adalah keberkahan bagi akal orang yang menghafalnya. Nabi ﷺ bersabda:

«إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ».

“Sesungguhnya orang yang di dalam rongganya (hatinya) tidak ada sedikit pun dari Al-Qur’an adalah ibarat rumah yang rusak/runtuh.”

Ahli Al-Qur’an akan terus menikmati akal sehat mereka, meskipun usia mereka telah renta, mereka tidak akan tertimpa kepikunan dan sifat pelupa. Betapa banyak ahli qiraat dan imam-imam bacaan Al-Qur’an yang usianya telah melampaui sembilan puluh tahun, namun akal dan ingatan mereka tetap tajam bersama mereka. Salah seorang ulama Salaf rahimahullah berkata:

«كَانَ يُقَالُ: إِنَّ أَبْقَى النَّاسِ عُقُولًا قُرَّاءُ الْقُرْآنِ».

“Pernah dikatakan bahwa manusia yang paling awet (sehat) akalnya adalah para pembaca Al-Qur’an.”

Barangsiapa yang menghafal Al-Qur’an, ia akan diberi kenikmatan pada akalnya. Al-Qur’an adalah keberkahan bagi rumah seseorang dan keluarganya; karena setan-setan lari terbirit-birit dari rumah yang di dalamnya dilantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Nabi ﷺ bersabda:

«إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ».

“Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.”

Sebagian orang mengeluhkan rasa gundah dan sedih, menderita dada yang terasa sesak dan rumah yang terasa sempit, menghadapi problema rumah tangga, penyakit gangguan jin, sihir, hasad (‘ain), serta kejahatan setan dari kalangan jin dan manusia. Maka, di antara keberkahan Al-Qur’an adalah ia menjadi benteng pelindung bagi rumah-rumah yang dibacakan Al-Qur’an di dalamnya dari kejahatan-kejahatan tersebut.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

«الْبَيْتُ إِذَا تُلِيَ فِيهِ كِتَابُ اللهِ اتَّسَعَ بِأَهْلِهِ، وَكَثُرَ خَيْرُهُ، وَحَضَرَتْهُ الْمَلَائِكَةُ، وَخَرَجَتْ مِنْهُ الشَّيَاطِينُ. وَالْبَيْتُ الَّذِي لَمْ يُتْلَ فِيهِ كِتَابُ اللهِ ضَاقَ بِأَهْلِهِ، وَقَلَّ خَيْرُهُ، وَتَنَكَّبَتْ عَنْهُ الْمَلَائِكَةُ، وَحَضَرَتْهُ الشَّيَاطِينُ».

“Sebuah rumah, jika kitab Allah dibacakan di dalamnya, maka rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, kebaikannya menjadi banyak, malaikat akan menghadirinya, dan setan akan keluar darinya. Sebaliknya, rumah yang di dalamnya tidak dibacakan kitab Allah, maka ia akan terasa sempit bagi penghuninya, kebaikannya menjadi sedikit, malaikat akan menjauhinya, dan setan akan menghadirinya.”

Al-Qur’an juga merupakan penawar (obat) bagi orang-orang yang tertimpa gangguan setan, penyakit fisik, serta kerancuan pemikiran (syubhat); karena Al-Qur’an adalah pelindung dan penyembuh:

﴿وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ﴾.

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82).

Ia adalah obat yang menyeluruh bagi penyakit-penyakit hati maupun badan, serta segala macam rasa sakit dan derita.

Dahulu, ada seorang sahabat radhiyallahu ‘anhu yang merukyah (mengobati) orang yang tersengat hewan berbisa dengan membacakan Surah Al-Fatihah, lalu orang tersebut pun sembuh. Oleh karena itu, siapa saja yang meninggalkan Al-Qur’an, berarti ia telah meninggalkan sarana penyembuhan melalui Al-Qur’an.

Jama’ah yang dimuliakan Allah

Betapa banyak syubhat (keraguan) yang bersarang di hati seseorang, lalu ia menemukan jawaban di dalam Al-Qur’an yang mencabut syubhat tersebut. Betapa banyak bisikan jahat, waswas, dan keraguan yang menimpa hati pemiliknya, lalu mereka menemukan ayat di dalam Al-Qur’an yang membantahnya, menjauhkannya, serta meneguhkan iman dan keyakinan mereka:

﴿قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ﴾.

“Katakanlah: ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang muslim.'” (QS. An-Nahl: 102).

Al-Qur’an membawa keberkahan pada majelis-majelis yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an, di mana ia akan menarik segala kebaikan bagi orang-orang yang hadir di sana. Nabi ﷺ bersabda:

«وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ؛ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ».

“Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca kitab Allah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.”

Jama’ah yang dimuliakan Allah

Di antara keajaiban keberkahan Al-Qur’an; ia memberi keberkahan pada lembaran-lembaran dan kertas yang ia dituliskan di atasnya. Lembaran dan kertas yang asalnya biasa saja dan tidak diperhatikan, berubah menjadi lembaran dan kertas yang wajib dijaga, dimuliakan, dan dihormati karena memuat Kalamullah (Firman Allah Ta’ala).

Jika demikian mulianya kedudukan kertas yang mewadahi Al-Qur’an, lalu bagaimana pula dengan mulianya hati dan dada yang menghafalnya, memahaminya, menempuh jalannya, dan mengambil manfaat dari petunjuknya?

Di antara keberkahan Al-Qur’an adalah, bahwa menyibukkan diri dengan mentafsirkan (memahami makna) Al-Qur’an merupakan kesibukan pada ilmu yang paling mulia dan paling tinggi, yang keberkahannya akan melingkupi pelakunya. Sebagian ulama tafsir berkata:

«اشْتَغَلْنَا بِالْقُرْآنِ فَغَمَرَتْنَا الْبَرَكَاتُ وَالْخَيْرَاتُ فِي الدُّنْيَا».

“Kami menyibukkan diri dengan Al-Qur’an, maka kami pun diliputi oleh berbagai keberkahan dan kebaikan di dunia.”

Di antara keberkahan Al-Qur’an, ia akan membela pembawa dan pembacanya pada hari Kiamat, ia akan menjadi pemberi syafaat baginya di saat ia sangat membutuhkan syafaat tersebut, dan ia akan menaikkan derajat pemiliknya ke tingkat yang paling tinggi di surga. Nabi ﷺ bersabda:

«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ».

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya (sahabatnya).”

Beliau juga bersabda:

«يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا».

“Dikatakan kepada pembaca (penghafal) Al-Qur’an kelak: ‘Bacalah, naiklah (derajatmu), dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca.'”

Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan perhatian penuh kepada Kitab Allah Ta’ala, meluangkan waktu kita untuknya, memakmurkan rumah-rumah kita dengannya, mengisi hati kita dengan nasihat-nasihatnya, melapangkan dada kita dengan ayat-ayatnya, dan mengajarkannya kepada istri-istri serta anak-anak kita.

Tidak ada satu pun hal yang mampu menerangi jalan hidup mereka sebagaimana terangnya Al-Qur’an, dan tidak ada jaminan masa depan bagi mereka kecuali dengan Al-Qur’an; karena Al-Qur’an adalah sumber kehormatan, derajat, kekayaan, dan kekuatan mereka. Nabi ﷺ telah bersabda:

«إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ».

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan Kitab (Al-Qur’an) ini, dan merendahkan kaum yang lain dengannya.”

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ:

Kaum muslimin rahimakumullah

Alangkah indahnya jika seorang muslim memakmurkan waktunya dengan Al-Qur’an, baik dengan membacanya, menghafalnya, maupun mentadaburinya. Barangsiapa yang telah dibukakan baginya pintu Al-Qur’an, ia pasti akan merasakan manisnya, sehingga ia tidak akan mau meninggalkannya dan berpisah darinya.

Hari-hari yang penuh berkah ini adalah kesempatan emas untuk bersahabat dengan Al-Qur’an dan senantiasa bersamanya hingga ia menjadi penyejuk hati dan teman setia. Sesungguhnya kita sangat membutuhkan Al-Qur’an di zaman yang sarat dengan berbagai fitnah menyesatkan, yang menyambar manusia lalu memalingkan mereka dari agama mereka.

Semoga pintu-pintu (hidayah) Al-Qur’an terbuka untuk kita, sehingga kita dapat menjalani sisa usia kita dengan menikmati manisnya ayat-ayat Al-Qur’an, lalu kita pun meraih kebahagiaan di dunia dan kemenangan di akhirat. Barangsiapa yang jujur bersungguh-sungguh kepada Allah Ta’ala dalam mencari jalan ketaatan; niscaya Allah akan mewujudkan kejujurannya itu, memberikan kepadanya apa yang ia harapkan, serta membahagiakannya dengan hal tersebut di dunia maupun di akhirat.

Sebagai penutup, berselawat dan mengucap salamlah kalian kepada Nabi kalian, sebagaimana Rabb kalian telah memerintahkan hal tersebut melalui firman-Nya:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ فَرِّجْ هُمُومَنَا، وَنَفِّسْ كُرُوبَنَا، وَاقْضِ دُيُونَنَا، وَاشْفِ مَرْضَانَا، وَعَافِ مُبْتَلَانَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا الصِّيَامَ وَالْقِيَامَ وَسَائِرَ الْأَعْمَالِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الْكُفْرَ وَالْكَافِرِينَ، وَانْصُرِ اللَّهُمَّ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ كُنْ لِإِخْوَانِنَا الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ نَاصِرًا وَمُعِينًا، وَمُؤَيِّدًا وَظَهِيرًا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحِ اللَّهُمَّ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَوَفِّقْ بِالْحَقِّ إِمَامَنَا وَوَلِيَّ أَمْرِنَا خَادِمَ الْحَرَمَيْنِ، وَوَفِّقْهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ لِمَا فِيهِ صَلَاحُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ.

﴿سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ * وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ * وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾. أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button