Hukum Puasa Tanpa Niat di Malam Hari (Kasus Bangun Setelah Subuh di Ramadan)

Nomor Fatwa: 92
Pertanyaan:
“Bismillah..
Izin bertanya ustadz, misal ada seseorang yg lupa niat puasa Ramadhan/ bablas subuh, misalnya baru bangun jam 6,
ana pernah baca hadist, Dari Hafshah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “”Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”” (HR. Abu Daud no. 2454, Tirmidzi no. 730, An-Nasa’i no. 2331. Dinilai shahih oleh Al-Albani).
apakah dia harus tetap melanjutkan puasanya, tapi dengan status gak sah, dan wajib di qadha, atau hanya perlu menutupi kekurangan nya dengan puasa Sunnah.. dan apakah boleh seseorang niat dari awal Ramadhan untuk puasa sebulan penuh
baarokallah fiikum ustadz”
Jawaban
Bismillah.
Jawaban dari Syaikh Ibnu Baz rahimahullah:
Jika itu puasa sunnah, dan seseorang belum makan apa pun serta belum melakukan hal yang membatalkan puasa, maka puasanya sah jika ia berniat setelah fajar, atau pada waktu dhuha, atau setelah itu. Dan ia mendapatkan pahala puasa sejak ia berniat. Ini khusus untuk puasa sunnah.
Adapun puasa wajib, maka tidak demikian. Harus diniatkan pada malam hari, yaitu sebelum fajar. Baik itu puasa Ramadan, kafarat, nadzar, maupun qadha Ramadan, semuanya harus ada niat sebelum fajar.
Pembawa acara: Adapun puasa sunnah, boleh berniat kapan saja?
Syaikh: Ya, kapan saja sebelum melakukan hal yang membatalkan puasa, sebelum makan atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa.
Pembawa acara: Jazakumullahu khairan.
Maka, masalah ini perlu dirinci agar jelas secara fiqh:
1. Hukum tidak berniat di malam hari
Hadis yang disebutkan benar.
«مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَلَا صِيَامَ لَهُ»
“Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i)
Maknanya: puasa wajib (Ramadan) harus ada niat sebelum fajar.
2. Kasus: bangun jam 6 (sudah lewat subuh)
Jika seseorang:
Tidak berniat di malam hari
Baru bangun setelah subuh
Maka:
Puasa hari itu tidak sah sebagai Ramadan
Wajib qadha 1 hari
3. Apakah tetap harus menahan diri (imsak)?
➡️ Ya, tetap wajib imsak sampai maghrib
Karena:
Ia berada di bulan Ramadan
Wajib menghormati waktu puasa
Ini pendapat jumhur ulama.
4. Apakah bisa diganti dengan puasa sunnah?
➡️ Tidak bisa
Karena:
Ini kewajiban (fardhu)
Tidak gugur dengan puasa sunnah
→ Jadi:
Tetap imsak hari itu
Lalu qadha setelah Ramadan
5. Apakah boleh niat satu bulan sekaligus?
➡️ Ada khilaf:
Pendapat 1 (jumhur: Syafi’i, Hanbali):
Harus niat setiap malam
Pendapat 2 (Maliki):
Boleh niat sekali di awal Ramadan untuk sebulan penuh
➡️ Praktik paling aman:
Niat di awal Ramadan
Dan diperbarui setiap malam (minimal dalam hati)
Kesimpulan praktis:
Bangun jam 6 tanpa niat → puasa tidak sah
Wajib imsak hari itu
Wajib qadha 1 hari
Tidak cukup diganti puasa sunnah
Boleh niat sebulan (menurut sebagian ulama), tapi lebih aman niat tiap malam
Wallāhu a‘lam
