Mukhtashar Fi Tafsir: Hal 5
Ayat 25
Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa mereka akan memperoleh surga-surga yang di bawah istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki berupa buah-buahan, mereka berkata, “Ini seperti yang pernah diberikan kepada kami sebelumnya,” karena bentuk dan namanya serupa dengan buah-buahan di dunia. Namun rasa dan kelezatannya jauh lebih sempurna dan berbeda.
Di dalam surga mereka memiliki pasangan-pasangan yang suci dari segala kekurangan dan hal-hal yang menjijikkan sebagaimana yang ada pada penduduk dunia. Mereka hidup di dalamnya dalam kenikmatan yang abadi dan tidak terputus, berbeda dengan kenikmatan dunia yang fana dan terbatas.
Ayat 26
Allah tidak merasa malu untuk membuat perumpamaan dengan apa pun yang Dia kehendaki, baik dengan makhluk yang kecil seperti nyamuk maupun yang lebih besar atau lebih kecil darinya.
Manusia dalam menyikapi perumpamaan itu terbagi menjadi dua golongan. Orang-orang beriman meyakini bahwa di balik setiap perumpamaan terdapat hikmah dan kebenaran dari Rabb mereka. Adapun orang-orang kafir mempertanyakannya dengan nada mengejek: “Apa maksud Allah dengan perumpamaan seperti ini?”
Dalam perumpamaan-perumpamaan itu terdapat petunjuk, bimbingan, dan juga ujian. Banyak orang yang tersesat karenanya sebab mereka enggan merenungkannya, dan banyak pula yang mendapat hidayah karena mau mengambil pelajaran darinya. Allah tidak menyesatkan kecuali orang-orang yang memang pantas tersesat, yaitu mereka yang keluar dari ketaatan kepada-Nya, seperti orang-orang munafik.
Ayat 27
Mereka adalah orang-orang yang melanggar perjanjian dengan Allah setelah perjanjian itu ditegaskan kepada mereka untuk menyembah-Nya semata dan mengikuti Rasul-Nya, yang telah diberitakan oleh para rasul sebelumnya. Mereka memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambung, seperti hubungan kekerabatan, dan mereka menyebarkan kerusakan di bumi melalui kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar merugi di dunia dan di akhirat.
Ayat 28
Sungguh mengherankan keadaan orang-orang kafir: bagaimana mungkin mereka kufur kepada Allah, padahal mereka melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya pada diri mereka sendiri. Dahulu mereka tidak ada, lalu Allah menciptakan dan menghidupkan mereka. Kemudian Dia mematikan mereka, lalu menghidupkan kembali untuk kedua kalinya, dan akhirnya mereka dikembalikan kepada-Nya untuk dihisab atas seluruh amal yang telah mereka kerjakan.
Ayat 29
Dialah Allah yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kepentingan kalian: sungai-sungai, pepohonan, dan berbagai nikmat yang tak terhitung jumlahnya, agar kalian memanfaatkannya. Kemudian Dia menciptakan langit dan menjadikannya tujuh lapis yang sempurna. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu tanpa ada yang tersembunyi dari-Nya.
Faedah dari Ayat-ayat Ini
- Di antara kesempurnaan nikmat surga adalah bahwa kenikmatannya tidak dicampuri oleh kekurangan, penyakit, atau gangguan apa pun.
- Perumpamaan-perumpamaan yang Allah buat hanya bermanfaat bagi orang-orang beriman karena merekalah yang sungguh-sungguh mencari hidayah dan menerimanya dengan lapang dada.
- Di antara sifat paling menonjol dari orang-orang fasik adalah melanggar perjanjian dengan Allah dan sesama manusia, memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambung, serta menyebarkan kerusakan di bumi.
-
Hukum asal segala sesuatu adalah boleh dan suci, karena Allah telah menganugerahkan seluruh yang ada di bumi untuk dimanfaatkan oleh manusia.