Durūs min as-Sīrah

Bagian 68: Perang Al-Muraisi‘

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 68

غَزْوَةُ الْمُرَيْسِيعِ

Perang Al-Muraisi‘

أَخَذَتْ قَبَائِلُ بَنِي الْمُصْطَلِقِ الَّتِي تَسْكُنُ قَدِيدًا وَعُسْفَانَ تَتَهَيَّأُ لِلْخُرُوجِ لِقِتَالِ الْمُسْلِمِينَ، وَذَلِكَ بِقِيَادَةِ الْحَارِثِ بْنِ أَبِي ضِرَارٍ، كَمَا أَخَذَ يُهَيِّجُ الْقَبَائِلَ الْأُخْرَى عَلَى الْقِتَالِ. فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فِي شَعْبَانَ مِنَ السَّنَةِ الْخَامِسَةِ، مَعَ سَبْعِمِائَةِ مُقَاتِلٍ.

Kabilah-kabilah Bani Musthaliq yang tinggal di Qadid dan ‘Usfan mulai bersiap untuk memerangi kaum muslimin di bawah pimpinan Al-Harits bin Abi Dhirar. Ia juga menghasut kabilah-kabilah lain agar ikut berperang. Rasulullah ﷺ berangkat menghadapi mereka pada bulan Sya‘ban tahun kelima Hijriah bersama tujuh ratus pasukan.

وَلَمَّا بَلَغَ الْحَارِثَ بْنَ أَبِي ضِرَارٍ وَمَنْ مَعَهُ مَسِيرُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِلَيْهِمْ، خَافُوا خَوْفًا شَدِيدًا، وَتَفَرَّقَ عَنْهُمْ مَنْ كَانَ مَعَهُمْ مِنَ الْعَرَبِ. وَانْتَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى الْمُرَيْسِيعِ، وَأَغَارَ الْمُسْلِمُونَ عَلَيْهِمْ عِنْدَ الْمَاءِ وَهُمْ غَافِلُونَ، فَقَتَلُوا مُقَاتِلَتَهُمْ وَسَبَوْا ذَرَارِيَّهُمْ.

Ketika Al-Harits bin Abi Dhirar dan orang-orang yang bersamanya mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ sedang bergerak menuju mereka, mereka sangat ketakutan. Orang-orang Arab yang bergabung dengan mereka pun berpencar. Rasulullah ﷺ tiba di Al-Muraisi‘. Kaum muslimin menyerang mereka di dekat sumber air saat mereka lengah, membunuh para pejuang mereka dan menawan anak-anak serta keluarga mereka.

وَكَانَتْ جُوَيْرِيَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ ضِمْنِ السَّبْيِ، وَقَدْ تَزَوَّجَهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ. وَكَانَ سَبَبُ زَوَاجِهِ مِنْهَا أَنَّهُ لَمَّا قَسَمَ السَّبَايَا وَقَعَتْ جُوَيْرِيَةُ فِي سَهْمِ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ، وَطَلَبَتْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنْ يُعِينَهَا فِي كِتَابَتِهَا، فَفَعَلَ ذَلِكَ وَتَزَوَّجَهَا. وَكَانَ الْهَدَفُ مِنْ زَوَاجِهِ ﷺ مِنْهَا الطَّمَعَ فِي إِسْلَامِ قَوْمِهَا، وَقَدْ تَحَقَّقَ هَذَا الْهَدَفُ السَّامِي؛ فَأَعَزَّ اللَّهُ الْمُسْلِمِينَ بِإِسْلَامِ قَوْمِهَا، وَأَعْتَقَ الْمُسْلِمُونَ بِسَبَبِ هَذَا الزَّوَاجِ مَنْ كَانَ بِأَيْدِيهِمْ مِنْ بَنِي الْمُصْطَلِقِ.

Juwairiyah binti Al-Harits termasuk di antara para tawanan. Rasulullah ﷺ kemudian menikahinya. Ketika tawanan dibagikan, Juwairiyah jatuh ke bagian Tsabit bin Qais. Ia meminta bantuan Rasulullah ﷺ untuk membayar tebusan pembebasannya. Beliau membantu membayar tebusan itu lalu menikahinya. Pernikahan tersebut diharapkan menjadi sebab kaumnya masuk Islam. Harapan itu terwujud: Allah memuliakan kaum muslimin dengan masuk Islamnya kaumnya, dan kaum muslimin membebaskan para tawanan Bani Musthaliq yang berada di tangan mereka.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Perang Al-Muraisi‘ (غَزْوَةُ الْمُرَيْسِيعِ), halaman 85 kitab (halaman 86 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button