006. Bab Kedua
الْبَابُ الثَّانِي
Bab Kedua
السِّيرَةُ النَّبَوِيَّةُ
☷ Daftar Isi Artikel
Sirah Nabi↥ Daftar isi
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)
مُقَدِّمَةٌ — Muqaddimah↥ Daftar isi
وَصَلَ الْبَشَرُ فِي فَتْرَةِ انْقِطَاعِ الرُّسُلِ (بَيْنَ عِيسَى وَمُحَمَّدٍ) إِلَى دَرَجَةٍ كَبِيرَةٍ مِنَ التَّخَبُّطِ وَالضَّيَاعِ، فَكَانَتْ رِسَالَةُ مُحَمَّدٍ، وَهِيَ جَامِعَةُ الرِّسَالَاتِ وَخَاتِمَتُهَا، وَنَاسِخَةٌ لِمَا قَبْلَهَا، وَكَانَتْ لِبَنِي الْبَشَرِ كَافَّةً. قَالَ تَعَالَى: ﴿وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا لِلنَّاسِ كَافَّةً بَشِيرًا وَنَذِيرًا﴾ [سَبَأٍ: ٢٨]. وَهِيَ لِكُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ، لِذَا لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ صَاحِبُهَا عَلَى دَرَجَةٍ تُؤَهِّلُهُ لِحَمْلِ هَذِهِ الرِّسَالَةِ، فَاخْتَارَهُ اللَّهُ بِمُمَيِّزَاتٍ خَاصَّةٍ.
Pada masa terputusnya pengutusan para rasul (antara Isa dan Muhammad), manusia mencapai tingkat kebingungan dan kesesatan yang besar. Maka datanglah risalah Muhammad, yang menghimpun seluruh risalah dan menjadi penutupnya, serta menghapus risalah sebelumnya. Risalah itu ditujukan kepada seluruh umat manusia. Allah Ta‘ala berfirman, “Kami tidak mengutus engkau melainkan kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.” (QS. Saba’: 28). Risalah ini berlaku untuk setiap zaman dan tempat. Karena itu, pembawanya harus memiliki kemampuan yang layak untuk mengemban risalah ini. Maka Allah memilihnya dengan keistimewaan-keistimewaan khusus.
مُمَيِّزَاتُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ — Keistimewaan-keistimewaan Muhammad ﷺ↥ Daftar isi
١- اخْتَارَهُ اللَّهُ مِنَ الْعَرَبِ، وَهِيَ أُمَّةٌ وَسَطٌ، وَجَعَلَهُ فِي قُرَيْشٍ، أَفْضَلِ قَبَائِلِ الْعَرَبِ، وَجَعَلَ نَسَبَهُ فِي أَشْرَفِ قُرَيْشٍ (بَنِي هَاشِمٍ).
1. Allah memilihnya dari bangsa Arab, yaitu umat yang pertengahan. Allah menempatkannya di tengah suku Quraisy, suku terbaik di antara bangsa Arab, dan menjadikan nasabnya berasal dari keluarga Quraisy yang paling mulia, yaitu Bani Hasyim.
٢- بِلَادُهُ فِي مَوْقِعٍ وَسَطٍ، يُمْكِنُ أَنْ تَنْطَلِقَ مِنْهَا الدَّعْوَةُ إِلَى جَمِيعِ الْجِهَاتِ.
2. Negeri tempat tinggalnya berada di lokasi tengah, sehingga dakwah dapat menyebar darinya ke segala penjuru.
٣- اخْتَارَهُ اللَّهُ مِنْ أُمَّةٍ قَلَّ أَنْبِيَاؤُهَا، لِتَكُونَ لَهُ قِيمَةٌ عَظِيمَةٌ.
3. Allah memilihnya dari umat yang jumlah nabinya sedikit, agar ia memiliki kedudukan yang agung.
٤- بَعَثَهُ اللَّهُ عَلَى فَتْرَةٍ مُتَبَاعِدَةٍ مِنَ الرُّسُلِ، لِتَتَهَيَّأَ لَهُ النُّفُوسُ وَتَنْتَظِرَهُ. قَالَ تَعَالَى: ﴿يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ﴾ [الْمَائِدَةِ: ١٩].
4. Allah mengutusnya setelah masa yang panjang sejak para rasul sebelumnya, agar jiwa manusia bersiap menyambutnya dan menantikannya. Allah Ta‘ala berfirman, “Wahai Ahli Kitab, sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan (syariat Kami) kepadamu setelah terputusnya (pengutusan) para rasul.” (QS. Al-Ma’idah: 19).
٥- أَخْبَرَ اللَّهُ فِي الْكُتُبِ السَّمَاوِيَّةِ بِمَبْعَثِ مُحَمَّدٍ.
5. Allah telah memberitakan pengutusan Muhammad di dalam kitab-kitab samawi.
٦- اخْتَارَهُ اللَّهُ مِنْ شَعْبٍ أَقْرَبَ إِلَى الْبَدَاوَةِ الَّتِي لَمْ تُفْسِدْهُ الْمَدَنِيَّةُ وَالْحَضَارَةُ.
6. Allah memilihnya dari suatu bangsa yang lebih dekat dengan kehidupan Badui, yang belum dirusak oleh kehidupan kota dan peradaban.
٧- اخْتَارَهُ اللَّهُ مِنْ شَعْبٍ أُمِّيٍّ، لَمْ يَعْرِفِ الْفَلْسَفَةَ وَالْمَعَارِفَ وَالْعُلُومَ.
7. Allah memilihnya dari suatu bangsa yang ummi, yang tidak mengenal filsafat, pengetahuan, dan ilmu-ilmu.
٨- جَعَلَ اللَّهُ سِيرَتَهُ مَعْرُوفَةً تَمَامًا بِكُلِّ تَفَاصِيلِهَا، حَتَّى يَكُونَ قُدْوَةً لِغَيْرِهِ.
8. Allah menjadikan sirahnya diketahui secara lengkap, dengan seluruh perinciannya, agar ia menjadi teladan bagi orang lain.
٩- سِيرَتُهُ جَامِعَةٌ تَشْمَلُ جَمِيعَ نَوَاحِي الْحَيَاةِ.
9. Sirahnya menyeluruh dan mencakup seluruh aspek kehidupan.
١٠- سِيرَتُهُ عَمَلِيَّةٌ وَوَاقِعِيَّةٌ، وَيَسْتَطِيعُ النَّاسُ مُمَارَسَتَهَا فِي كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ.
10. Sirahnya bersifat praktis dan nyata. Orang-orang dapat menerapkannya pada setiap zaman dan tempat.
(١) السِّيرَةُ، مَحْمُودُ شَاكِرٍ، صَفْحَةُ ٢٥.
(1) As-Sirah, karya Mahmud Syakir, halaman 25.