Sirah Nabawiyah

Durus Minas Sirah – Terbelahnya Bulan

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah

انْشِقَاقُ الْقَمَرِ

Terbelahnya Bulan

كَانَ كُفَّارُ قُرَيْشٍ يُكْثِرُونَ مِنَ الْجَدَلِ وَالتَّحَدِّي لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَكَانَ مِنْ جُمْلَةِ جِدَالِهِمْ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ مُطَالَبَتُهُ بِعَمَلِ الْمُعْجِزَاتِ أَمَامَهُمْ كَيْ يُثْبِتَ صِحَّةَ رِسَالَتِهِ، وَقَدْ تَكَرَّرَ ذَلِكَ مِنْهُمْ مِرَارًا، وَمَعَ كَثْرَةِ مَا كَانُوا يَرَوْنَ مِنْ تِلْكَ الْمُعْجِزَاتِ إِلَّا أَنَّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا وَاسْتِكْبَارًا، فَقَدْ سَأَلُوهُ مَرَّةً أَنْ يَشُقَّ لَهُمُ الْقَمَرَ نِصْفَيْنِ، وَأَكَّدُوا لَهُ أَنَّهُ إِنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَسَوْفَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَتَّبِعُونَهُ، فَسَأَلَ رَبَّهُ أَنْ يَشُقَّ لَهُمُ الْقَمَرَ، فَأَرَاهُمُ الْقَمَرَ قَدِ انْشَقَّ فِرْقَتَيْنِ، وَرَأَى كُفَّارُ قُرَيْشٍ هَذِهِ الْآيَةَ لِوَقْتٍ طَوِيلٍ، لَكِنَّهُمْ لَمْ يُؤْمِنُوا، بَلْ قَالُوا: «لَقَدْ سَحَرَنَا مُحَمَّدٌ». فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ: «إِنْ كَانَ مُحَمَّدٌ سَحَرَكُمْ فَإِنَّهُ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْحَرَ النَّاسَ كُلَّهُمْ، فَانْتَظِرُوا حَتَّى يَأْتِيَ بَعْضُ مَنْ كَانَ مُسَافِرًا، فَنَسْأَلَهُمْ إِنْ كَانُوا قَدْ رَأَوُا الْقَمَرَ قَدِ انْشَقَّ أَمْ لَا». فَلَمَّا جَاءَ بَعْضُ السُّفَّارِ سَأَلُوهُمْ، فَقَالُوا: «نَعَمْ، قَدْ رَأَيْنَاهُ». وَلَكِنَّ قُرَيْشًا مَعَ ذَلِكَ أَصَرُّوا عَلَى كُفْرِهِمْ وَعِنَادِهِمْ، وَعَدَمِ تَصْدِيقِهِمْ.

Orang-orang kafir Quraisy sering memperdebatkan dan menantang Rasulullah ﷺ. Di antara bentuk perdebatan mereka adalah menuntut beliau agar memperlihatkan berbagai mukjizat di hadapan mereka untuk membuktikan kebenaran risalah yang beliau bawa. Tuntutan tersebut berulang kali mereka sampaikan. Meskipun telah banyak menyaksikan berbagai mukjizat, hal itu tidak membuat mereka semakin dekat kepada kebenaran. Sebaliknya, mereka justru semakin menjauh dan menyombongkan diri. Pada suatu kesempatan, mereka meminta Rasulullah ﷺ agar membelah bulan menjadi dua bagian. Mereka menegaskan bahwa apabila beliau mampu melakukannya, mereka akan beriman dan mengikuti beliau. Rasulullah ﷺ kemudian memohon kepada Rabb-nya agar membelah bulan untuk mereka. Allah pun memperlihatkan kepada mereka bulan yang telah terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang kafir Quraisy menyaksikan tanda kekuasaan Allah tersebut dalam waktu yang cukup lama. Namun, mereka tetap tidak mau beriman. Mereka bahkan berkata, “Sungguh, Muhammad telah menyihir kita!” Lalu salah seorang di antara mereka berkata, “Jika Muhammad telah menyihir kalian, sesungguhnya ia tidak mungkin dapat menyihir seluruh manusia. Oleh karena itu, tunggulah sampai beberapa orang yang sedang bepergian kembali. Kita akan bertanya kepada mereka apakah mereka juga melihat bulan terbelah atau tidak.” Ketika beberapa orang yang sedang bepergian tiba, kaum Quraisy pun bertanya kepada mereka. Orang-orang tersebut menjawab, “Ya, kami benar-benar telah melihatnya.” Meskipun demikian, kaum Quraisy tetap bersikeras dalam kekufuran, keingkaran, dan penolakan mereka untuk membenarkan Rasulullah ﷺ.

وَإِنَّمَا كَانَ طَلَبُ كُفَّارِ قُرَيْشٍ لِلْمُعْجِزَاتِ عَلَى سَبِيلِ التَّعَنُّتِ وَالِاسْتِهْزَاءِ، وَلَيْسَ رَغْبَةً فِي التَّثَبُّتِ مِنْ صِحَّةِ نُبُوَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ.

Sesungguhnya permintaan orang-orang kafir Quraisy agar Rasulullah ﷺ memperlihatkan berbagai mukjizat hanyalah didasari oleh sikap keras kepala dan keinginan untuk memperolok-olok beliau, bukan karena mereka benar-benar ingin memastikan kebenaran kenabian Muhammad ﷺ.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دُرُوسٌ مِنَ السِّيرَةِ), pembahasan Insyiqāq al-Qamar, halaman 40 kitab (PDF halaman 41).
Teks Arab diberi harakat untuk memudahkan pembacaan, disertai terjemahan bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button