Sirah Nabawiyah

Durus Minas Sirah – Kaum Musyrikin dan Upaya Mereka Memerangi Dakwah (Bagian 3)

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah

الْمُشْرِكُونَ وَمُحَارَبَةُ الدَّعْوَةِ (٣)

Kaum Musyrikin dan Upaya Mereka Memerangi Dakwah (Bagian 3)

وَكَانَ مِنْ أَسَالِيبِ الْمُشْرِكِينَ أَيْضًا فِي مُحَارَبَةِ الدَّعْوَةِ:

Di antara cara lain yang digunakan kaum musyrikin untuk memerangi dakwah Islam adalah sebagai berikut.

إِيذَاءُ الصَّحَابَةِ: فَقَدْ كَانُوا يُؤْذُونَ أَصْحَابَ النَّبِيِّ ﷺ وَيُعَذِّبُونَهُمْ، وَكَانُوا يُوَثِّقُونَ بَعْضَ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْعَبِيدِ، وَيَطْرَحُونَهُمْ فِي الشَّمْسِ، وَيُذِيقُونَهُمْ أَصْنَافَ الْعَذَابِ، بَلْ كَانُوا يَتَفَنَّنُونَ فِي ذَلِكَ، وَيَتَعَاقَبُونَ عَلَى تَعْذِيبِهِمْ.

Menyakiti dan menyiksa para sahabat. Kaum musyrikin menyakiti dan menyiksa para sahabat Nabi ﷺ. Mereka mengikat sebagian kaum lemah dari kalangan budak, kemudian membaringkan mereka di bawah terik matahari. Mereka menimpakan berbagai bentuk siksaan kepada para sahabat tersebut. Bahkan, mereka menciptakan bermacam-macam cara penyiksaan dan melakukannya secara bergantian.

فَقَدْ كَانَ بَنُو مَخْزُومٍ يُخْرِجُونَ بِعَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ، وَبِأَبِيهِ وَأُمِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، وَيَطْرَحُونَهُمْ فِي الرَّمْضَاءِ، وَيُذِيقُونَهُمْ أَلْوَانَ الْعَذَابِ، وَيَتْرُكُونَهُمْ بِلَا طَعَامٍ وَلَا مَاءٍ، ثُمَّ قَتَلُوا وَالِدَتَهُ، وَمَاتَ أَبُوهُ مِنْ شِدَّةِ الْعَذَابِ.

Bani Makhzum dahulu membawa Ammar bin Yasir bersama ayah dan ibunya, radhiyallahu ‘anhum, keluar untuk disiksa. Mereka membaringkan ketiganya di atas tanah yang sangat panas akibat terik matahari. Mereka menimpakan berbagai macam siksaan kepada keluarga tersebut dan membiarkan mereka tanpa makanan maupun minuman. Kemudian, kaum musyrikin membunuh ibu Ammar, sedangkan ayahnya meninggal dunia akibat beratnya penyiksaan yang dialaminya.

وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَسْحَبُونَ خَبَّابَ بْنَ الْأَرَتِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِشَعْرِهِ، وَيَلْوُونَ عُنُقَهُ بِعُنْفٍ، وَيُضْجِعُونَهُ عَلَى الصُّخُورِ الْمُلْتَهِبَةِ، وَيَضَعُونَ فَوْقَ صَدْرِهِ الْحِجَارَةَ الثَّقِيلَةَ.

Kaum musyrikin juga menyeret Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu ‘anhu dengan menarik rambutnya. Mereka memelintir lehernya dengan kasar, membaringkannya di atas bebatuan yang sangat panas, dan meletakkan batu-batu besar yang berat di atas dadanya.

وَلَمْ يَسْلَمْ مِنْ أَذَاهُمْ أَحَدٌ، حَتَّى مَنْ أَسْلَمَ مِنْ أَشْرَافِهِمْ، فَقَدِ اعْتَدَوْا عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَمَا أَسْلَمَ، وَحَاوَلُوا قَتْلَهُ، وَتَعَرَّضُوا لِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَضَرَبُوهُ بِالرَّغْمِ مِنْ مَكَانَتِهِ وَشَرَفِهِ فِيهِمْ.

Tidak seorang pun terbebas dari gangguan kaum musyrikin, bahkan orang-orang yang memeluk Islam dari kalangan tokoh dan bangsawan mereka sendiri. Kaum musyrikin pernah menyerang Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu ketika beliau masuk Islam. Mereka bahkan berusaha membunuhnya. Mereka juga menganiaya dan memukuli Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, meskipun beliau memiliki kedudukan terhormat dan berasal dari kalangan terpandang di tengah masyarakat Quraisy.

وَقَدْ أَدَّى ذَلِكَ بِبَعْضِ الْمُسْلِمِينَ إِلَى أَنْ يُوَافِقَ الْمُشْرِكِينَ بِلِسَانِهِ عَلَى مَا يَطْلُبُونَ لِيَفْتَدِيَ نَفْسَهُ مِنْ شِدَّةِ الْعَذَابِ، إِلَّا مَا كَانَ مِنْ بِلَالٍ الَّذِي هَانَتْ عَلَيْهِ نَفْسُهُ، فَقَدْ كَانَ يُرَدِّدُ: «أَحَدٌ أَحَدٌ» كُلَّمَا ازْدَادُوا فِي تَعْذِيبِهِ.

Beratnya penyiksaan tersebut menyebabkan sebagian kaum Muslimin terpaksa mengucapkan dengan lisan mereka sesuatu yang dikehendaki kaum musyrikin, demi menyelamatkan diri dari siksaan yang sangat berat. Akan tetapi, berbeda halnya dengan Bilal radhiyallahu ‘anhu yang tidak lagi memedulikan keselamatan dirinya dibandingkan keteguhannya dalam mempertahankan keimanan. Setiap kali kaum musyrikin meningkatkan penyiksaan terhadapnya, Bilal justru terus mengulang-ulang kalimat: “Ahad, Ahad!” — “Allah Maha Esa! Allah Maha Esa!”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دُرُوسٌ مِنَ السِّيرَةِ), pembahasan Al-Musyrikūn wa Muḥārabat ad-Da‘wah (3), halaman 39 kitab (PDF halaman 40).
Teks Arab diberi harakat untuk memudahkan pembacaan, disertai terjemahan bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button