Tugas Nabi ﷺ untuk menyebarkan Islam dan menyeru manusia kepadanya di Makkah bukanlah perkara yang mudah. Sejak awal dakwah, beliau ﷺ menghadapi banyak rintangan di tengah masyarakat Jahiliah yang tumbuh dengan mengagungkan berhala dan begitu terpikat kepadanya. Para pemuka dan pembesar Quraisy menghadang jalan beliau, menentang dakwahnya, serta berusaha menghalangi beliau menyampaikan risalah Tuhannya. Di antara orang-orang yang paling buruk sikapnya dan paling keras permusuhannya adalah Al-Aswad bin Abdul Muththalib dan Al-Aswad bin Yaghuts. Keduanya mengolok-olok Nabi ﷺ, menyakiti beliau, serta mengejek beliau dan ajaran yang dibawanya.
Demikian pula Abu Jahal, ‘Uqbah bin Abi Mu‘aith, dan ‘Utbah bin Abi Rabi‘ah termasuk musuh-musuh dakwah yang paling keras dan paling sengit menentangnya. Mereka memiliki peran besar dalam menyiksa dan mengganggu kaum muslimin, serta menyakiti Nabi Allah ﷺ, menentang dakwah beliau, dan mengolok-olok beliau.
Abu Lahab, paman Nabi ﷺ, juga sangat memusuhi Rasulullah ﷺ. Ia termasuk orang yang melakukan tindakan-tindakan tercela dalam menghalangi manusia dari agama Allah dan menyakiti Nabi-Nya. Sebelum masa kenabian, Abu Lahab telah menikahkan kedua putranya, ‘Utbah dan ‘Utaibah, dengan dua putri Rasulullah ﷺ, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Namun, setelah Rasulullah ﷺ diutus, Abu Lahab memerintahkan kedua putranya untuk menceraikan keduanya, dan mereka pun melakukannya.
Di antara musuh dakwah lainnya adalah Al-Walid bin Al-Mughirah. Ia merupakan salah seorang penduduk Makkah yang paling kaya dan memiliki banyak harta. Ia bersikap sombong, angkuh, merasa lebih tinggi daripada orang lain, serta sangat gemar mengejek dan mengolok-olok Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin.