Konsultasi

Adab Menyikapi Kabar tentang Bapak Prabowo: Tabayyun, Menjaga Lisan, dan Tidak Memperkeruh Hubungan Rakyat dengan Pemerintah

Nomor Fatwa: 185

Adab Menyikapi Kabar tentang Bapak Prabowo: Tabayyun, Menjaga Lisan, dan Tidak Memperkeruh Hubungan Rakyat dengan Pemerintah

☷ Daftar Isi Artikel
PENGATURAN BACA

Pertanyaan

Bagaimana sebaiknya sikap seorang Muslim ketika menerima kabar atau informasi tentang Bapak Prabowo yang belum jelas kebenarannya? Apakah setiap kabar perlu dikomentari atau disebarkan, terutama jika berpotensi menimbulkan prasangka dan memperkeruh hubungan antara rakyat dengan pemerintah?

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

بارك الله فيكم.

Menyikapi Kabar yang Belum Jelas Kebenarannya

Terkait kabar atau informasi tentang Bapak Prabowo tersebut, nasihat saya adalah kita tidak perlu memberikan komentar terhadap setiap kabar yang beredar, terlebih apabila kabar itu belum jelas kebenarannya atau komentar kita berpotensi menimbulkan prasangka, kegaduhan, dan memperkeruh hubungan antara rakyat dengan pemerintah.

Perintah Tabayyun terhadap Berita

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum karena ketidaktahuan, yang akhirnya membuat kalian menyesali perbuatan kalian.”

(QS. Al-Hujurat: 6)

Menjaga Lisan dan Tulisan

Nabi ﷺ juga bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan setiap apa yang didengarnya.”

(HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim)

Karena itu, tidak semua berita yang kita terima harus disebarkan, ditanggapi, atau dijadikan bahan pembicaraan. Terlebih dalam perkara yang berkaitan dengan pemerintah dan urusan masyarakat luas, hendaknya kita menjaga lisan dan tulisan serta mempertimbangkan maslahat dan mafsadatnya.

Memberikan Nasihat dengan Ilmu dan Adab

Jika terdapat kekeliruan yang benar-benar terbukti, Islam memiliki tuntunan dalam memberikan nasihat dengan ilmu, adab, dan cara yang mendatangkan maslahat, bukan dengan ikut memperbesar kegaduhan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia.”

(QS. Al-Baqarah: 83)

Sikap yang Lebih Selamat

Maka sikap yang lebih selamat adalah tabayyun (Verifikasi), tidak tergesa-gesa berkomentar, tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas, dan tidak memperkeruh hubungan antara rakyat dengan pemerintah.

Mendoakan Para Pemimpin

Kita doakan semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kepada para pemimpin kita taufik, petunjuk, dan kemampuan untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta memberikan keamanan dan kebaikan kepada negeri dan masyarakat.

والله تعالى أعلم.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA. & Narasumber di https://chat.whatsapp.com/DdLUj6dLOnD9UlRoOiENpF?s=cl&p=a&mlu=4&ilr=4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button