Bagian 107: Pasukan Pembebasan Berangkat menuju Makkah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 107
Pasukan Pembebasan Berangkat menuju Makkah
Pada bulan Ramadan tahun kedelapan Hijriah, Rasulullah ﷺ memutuskan menyerang Makkah. Beliau memerintahkan kaum muslimin bersiap, tetapi tidak memberi tahu siapa pun tujuan perjalanan mereka. Ketika waktu keberangkatan semakin dekat, beliau mengungkapkan rencananya dan memberitahu mereka bahwa tujuannya adalah Makkah. Beliau berangkat bersama sepuluh ribu pasukan dan menunjuk Abu Dzar Al-Ghifari sebagai pemimpin sementara di Madinah.
Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Juhfah, beliau bertemu pamannya, Al-Abbas bin Abdul Muththalib, yang datang bersama keluarga sebagai seorang muslim yang berhijrah. Abu Sufyan bin Harb termasuk orang yang keluar untuk mencari berita. Al-Abbas menemukannya dan menyarankan agar ia ikut menemuinya untuk meminta jaminan keamanan dari Rasulullah ﷺ. Abu Sufyan pun menunggangi kendaraan bersama Al-Abbas hingga dibawa menghadap Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ berkata kepadanya, “Celaka engkau, wahai Abu Sufyan! Belum tibakah saatnya bagimu mengetahui bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah? … Belum tibakah saatnya bagimu mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah?” Al-Abbas berkata, “Celaka engkau, masuk Islamlah!” Abu Sufyan pun masuk Islam dan mengucapkan kesaksian yang benar. Disebutkan bahwa sejak masuk Islam ia tidak pernah mengangkat pandangan kepada Rasulullah ﷺ karena malu.
Al-Abbas berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Abu Sufyan adalah orang yang menyukai kebanggaan. Berikanlah sesuatu yang dapat membuatnya bangga.” Nabi ﷺ menjawab, “Baik. Siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia aman. Siapa yang menutup pintu rumahnya, ia aman. Dan siapa yang memasuki masjid, ia aman.”