Bagian 108: Pembebasan Makkah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 108
Pembebasan Makkah
Pasukan muslimin bergerak memasuki Makkah. Abu Sufyan segera masuk ke kota dan berteriak sekeras-kerasnya, “Wahai kaum Quraisy, Muhammad telah datang kepada kalian dengan kekuatan yang tidak sanggup kalian hadapi. Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, ia aman.” Mereka berkata, “Semoga Allah membinasakanmu! Apa gunanya rumahmu bagi kami?” Ia menjawab, “Siapa yang menutup pintu rumahnya, ia aman; siapa yang memasuki masjid, ia aman.” Orang-orang pun berpencar menuju rumah masing-masing dan masjid.
Rasulullah ﷺ memasuki Makkah dengan rendah hati kepada Allah yang telah memuliakan beliau dengan kemenangan. Beliau telah membagi pasukan menjadi beberapa kelompok untuk bersiap menghadapi kemungkinan perlawanan. Pasukan memasuki kota tanpa perlawanan berarti. Rasulullah ﷺ dan para sahabat menuju Masjidilharam. Beliau mendekati Hajar Aswad dan mengusapnya. Di sekitar Ka‘bah terdapat 360 berhala. Beliau menusuk dan menghancurkannya dengan busur di tangannya sambil membaca, “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sungguh, kebatilan itu pasti lenyap.” Kemudian beliau bertawaf mengelilingi Ka‘bah, memasuki Ka‘bah, dan menyingkirkan gambar serta patung yang ada di dalamnya.
Kemudian beliau memerintahkan Bilal naik ke atas Ka‘bah untuk mengumandangkan azan. Setelah itu, beliau berseru kepada Quraisy yang berkumpul mengelilingi Ka‘bah dan tidak mengetahui apa yang akan dilakukan terhadap mereka, “Wahai kaum Quraisy, menurut kalian apa yang akan kulakukan terhadap kalian?” Mereka menjawab, “Yang baik. Engkau saudara yang mulia dan putra saudara yang mulia.” Rasulullah ﷺ memandang mereka dan berkata, “Aku akan mengatakan kepada kalian sebagaimana Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, ‘Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian. Semoga Allah mengampuni kalian. Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.’ Pergilah, kalian bebas.”