Bagian 102: Pertempuran Mu’tah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 102
Pertempuran Mu’tah
Pada bulan Jumadilawal tahun kedelapan Hijriah, pasukan muslimin yang berjumlah tiga ribu orang berhadapan dengan pasukan Syam yang berjumlah dua ratus ribu orang. Kedua pasukan bertempur dengan sengit. Panglima pertama kaum muslimin, Zaid bin Haritsah, gugur. Ja‘far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengambil panji dan bertempur hingga tangan kanannya terputus. Ia memegang panji dengan tangan kiri, lalu tangan kirinya pun terputus. Ia memeluk panji itu dengan kedua lengannya sampai gugur. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua sayap di surga; ia terbang ke mana pun ia kehendaki. Setelah itu Abdullah bin Rawahah mengambil panji dan bertempur hingga gugur.
Kemudian Tsabit bin Arqam mengambil panji dan berkata, “Wahai kaum muslimin, pilihlah salah seorang dari kalian sebagai panglima.” Mereka sepakat memilih Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. Khalid mengambil panji dan berhasil menjaga ketahanan pasukan. Pada malam hari ia mengubah strategi: sayap kanan dipindahkan ke kiri dan barisan depan ke belakang. Ia memerintahkan pasukan bergerak, menimbulkan debu, dan bertakbir. Ketika melihatnya, pasukan Romawi mengira bala bantuan telah datang.
Khalid kemudian memerintahkan serangan. Kaum muslimin bertempur sengit hingga pasukan musuh melarikan diri. Setelah itu Khalid memerintahkan pasukan mundur. Musuh mengira itu sebuah siasat sehingga tidak menyerang mereka. Pasukan muslimin pun kembali dengan tertib. Banyak orang Romawi terbunuh, sedangkan kaum muslimin gugur sebagai syahid sebanyak dua belas orang.