Bagian 91: Penaklukan Khaibar
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 91
Penaklukan Khaibar
Salah satu konspirasi paling berbahaya yang dilakukan orang-orang Yahudi Khaibar terhadap kaum muslimin adalah mengumpulkan pasukan sekutu untuk mengepung Madinah pada Perang Khandaq. Para pemimpin mereka mendatangi Quraisy dan kabilah-kabilah Ghathafan, lalu membujuk mereka menyerang Madinah. Pada bulan Muharam tahun ketujuh Hijriah, Rasulullah ﷺ berangkat bersama 1.400 pasukan untuk menaklukkan Khaibar. Kaum muslimin tiba sebelum fajar, lalu menyerang setelah matahari terbit. Orang-orang Yahudi terkejut melihat kedatangan mereka, kemudian berlindung di benteng-benteng kokoh dan melakukan perlawanan sengit. Pada hari ketiga, Benteng Na‘im berhasil ditaklukkan. Benteng-benteng lainnya kemudian jatuh pada hari-hari berikutnya.
Nabi ﷺ berpesan kepada panglima beliau, Ali bin Abi Thalib, agar mengajak orang-orang Yahudi Khaibar kepada Islam. Beliau bersabda, “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui dirimu, itu lebih baik bagimu daripada memiliki unta merah.” Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian beliau ﷺ agar mereka memperoleh petunjuk.
Jumlah kaum muslimin yang gugur sebagai syahid mencapai dua puluh orang, sedangkan dari kalangan Yahudi terbunuh sembilan puluh tiga orang. Rasulullah ﷺ membiarkan orang-orang Yahudi Khaibar tinggal di sana dengan syarat mereka mengelola pertaniannya dan menanggung biaya pengelolaan dari harta mereka. Mereka memperoleh separuh hasil panen, sementara kaum muslimin berhak mengusir mereka kapan pun menghendaki. Mereka tetap tinggal di sana sampai terjadi sejumlah tindakan permusuhan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Umar kemudian mengusir mereka dari Khaibar sebagai bagian dari kebijakan umum untuk mengeluarkan kaum nonmuslim dari Jazirah Arab.