Durūs min as-Sīrah

Bagian 92: Peristiwa dalam Penaklukan Khaibar

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 92

مَوَاقِفُ مِنْ فَتْحِ خَيْبَرَ

Peristiwa dalam Penaklukan Khaibar

بَعْدَ فَتْحِ خَيْبَرَ أَهْدَتِ امْرَأَةٌ يَهُودِيَّةٌ، هِيَ زَيْنَبُ بِنْتُ الْحَارِثِ، شَاةً مَشْوِيَّةً قَدْ وَضَعَتْ فِيهَا السُّمَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ. وَقَدْ سَأَلَتْ: «أَيُّ عُضْوٍ مِنَ الشَّاةِ أَحَبُّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ؟» فَقِيلَ لَهَا: «الذِّرَاعُ». فَأَكْثَرَتْ فِيهَا مِنَ السُّمِّ. وَجَاءَتْ بِهَا، فَلَمَّا وَضَعَتْهَا بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ ﷺ تَنَاوَلَ الذِّرَاعَ، فَلَكَ مِنْهَا مُضْغَةً، فَلَمْ يُسِغْهَا وَلَفَظَهَا، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ الْعَظْمَ لَيُخْبِرُنِي أَنَّهُ مَسْمُومٌ». وَأَكَلَ مَعَهُ بِشْرُ بْنُ الْبَرَاءِ بْنِ مَعْرُورٍ. ثُمَّ دَعَا بِالْمَرْأَةِ فَاعْتَرَفَتْ، فَقَالَ: «مَا حَمَلَكِ عَلَى ذَلِكَ؟» قَالَتْ: «فَعَلْتُ بِقَوْمِي مَا فَعَلْتَ، فَقُلْتُ: إِنْ كَانَ مَلِكًا اسْتَرَحْنَا مِنْهُ، وَإِنْ كَانَ نَبِيًّا فَسَيُخْبَرُ». فَتَجَاوَزَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ. وَلَمَّا مَاتَ بِشْرُ بْنُ الْبَرَاءِ مِنْ أَثَرِ السُّمِّ أَقَامَ عَلَيْهَا حَدَّ الْقَتْلِ.

Setelah Khaibar ditaklukkan, seorang perempuan Yahudi bernama Zainab binti Al-Harits menghadiahkan seekor kambing panggang yang telah diberinya racun kepada Rasulullah ﷺ. Ia bertanya, “Bagian kambing manakah yang paling disukai Rasulullah ﷺ?” Dijawab, “Kaki depan.” Ia pun memperbanyak racun pada bagian itu. Ketika kambing tersebut disajikan, Nabi ﷺ mengambil bagian kaki depannya dan mengunyah sedikit, tetapi tidak menelannya. Beliau meludahkannya lalu bersabda, “Tulang ini memberitahuku bahwa ia beracun.” Bisyr bin Al-Bara bin Ma‘rur juga memakannya. Nabi ﷺ memanggil perempuan itu dan ia mengakui perbuatannya. Beliau bertanya, “Apa yang mendorongmu melakukan itu?” Ia menjawab, “Aku melakukan terhadap kaumku apa yang telah engkau lakukan. Aku berpikir, jika engkau seorang raja, kami akan terbebas darimu; tetapi jika engkau seorang nabi, engkau akan diberi tahu.” Rasulullah ﷺ memaafkannya. Namun, setelah Bisyr bin Al-Bara meninggal akibat racun itu, beliau menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

وَشَهِدَ أَعْرَابِيٌّ فَتْحَ خَيْبَرَ، فَقَسَمَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ مِنَ الْغَنِيمَةِ وَهُوَ غَائِبٌ. فَلَمَّا حَضَرَ أَعْطَوْهُ حِصَّتَهُ، فَجَاءَ بِهَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: «مَا عَلَى هَذَا اتَّبَعْتُكَ، وَلَكِنِّي اتَّبَعْتُكَ عَلَى أَنْ أُرْمَى هَاهُنَا ـ وَأَشَارَ إِلَى حَلْقِهِ ـ بِسَهْمٍ فَأَدْخُلَ الْجَنَّةَ». فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ». فَلَبِثُوا قَلِيلًا، ثُمَّ نَهَضُوا فِي قِتَالِ الْعَدُوِّ، فَأُتِيَ بِهِ حَيًّا، قَدْ أَصَابَهُ سَهْمٌ حَيْثُ أَشَارَ. فَكَفَّنَهُ النَّبِيُّ ﷺ بِجُبَّتِهِ، وَصَلَّى عَلَيْهِ، وَدَعَا لَهُ، فَكَانَ مِمَّا قَالَ: «اللَّهُمَّ هَذَا عَبْدُكَ، خَرَجَ مُهَاجِرًا فِي سَبِيلِكَ، فَقُتِلَ شَهِيدًا، وَأَنَا عَلَيْهِ شَهِيدٌ».

Seorang Arab Badui ikut dalam penaklukan Khaibar. Nabi ﷺ menetapkan bagian harta rampasan untuknya saat ia tidak hadir. Ketika orang itu datang dan menerima bagiannya, ia membawanya kepada Nabi ﷺ seraya berkata, “Aku mengikutimu bukan demi ini. Aku mengikutimu agar aku terkena panah di sini”—ia menunjuk tenggorokannya—“lalu masuk surga.” Nabi ﷺ bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, Dia akan membenarkanmu.” Tak lama kemudian, mereka maju memerangi musuh. Orang Badui itu dibawa dalam keadaan telah terkena panah tepat di tempat yang ia tunjuk. Nabi ﷺ mengafaninya dengan jubah beliau, menyalatkannya, dan mendoakannya. Di antara doa beliau, “Ya Allah, ini hamba-Mu. Ia keluar berhijrah di jalan-Mu, lalu gugur sebagai syahid. Aku menjadi saksi baginya.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Peristiwa dalam Penaklukan Khaibar (مَوَاقِفُ مِنْ فَتْحِ خَيْبَرَ), halaman 109 kitab (halaman 110 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button