Durūs min as-Sīrah

Bagian 96: Contoh-Contoh Pengorbanan

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 96

مِنْ صُوَرِ التَّضْحِيَةِ

Contoh-Contoh Pengorbanan

فِي طَرِيقِ عَوْدَةِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ، وَحِينَ حَلَّ الظَّلَامُ، تَوَقَّفَ الْجَيْشُ لِلْمَبِيتِ، وَعَيَّنَ النَّبِيُّ ﷺ رَجُلَيْنِ لِحِرَاسَةِ الْمُعَسْكَرِ: رَجُلًا مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَرَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ، هُمَا عَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ وَعَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ. وَقَسَمَ اللَّيْلَ بَيْنَهُمَا نِصْفَيْنِ، فَاخْتَارَ عَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِرَاسَةَ أَوَّلِ اللَّيْلِ، وَقَامَ يُصَلِّي، بَيْنَمَا ذَهَبَ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِيَنَامَ.

Dalam perjalanan pulang dari Perang Dzātur Riqa‘, ketika malam mulai gelap, pasukan berhenti untuk bermalam. Nabi ﷺ menunjuk dua orang untuk menjaga perkemahan: seorang dari Muhajirin dan seorang dari Anshar, yaitu ‘Abbad bin Bisyr dan ‘Ammar bin Yasir. Mereka membagi malam menjadi dua giliran. ‘Abbad bin Bisyr radhiyallahu ‘anhu memilih berjaga pada paruh pertama malam dan berdiri mengerjakan salat, sementara ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu pergi tidur.

وَاسْتَغَلَّ أَحَدُ الْمُشْرِكِينَ، الَّذِي كَانَ يُتَابِعُ جَيْشَ الْمُسْلِمِينَ مَعَ جَمَاعَةٍ مِنَ الْأَعْرَابِ، هَذِهِ الْفُرْصَةَ فَأَطْلَقَ سَهْمًا أَصَابَ عَبَّادًا. فَنَزَعَ السَّهْمَ مِنْ جَسَدِهِ وَمَضَى فِي صَلَاتِهِ، ثُمَّ رَمَاهُ بِسَهْمٍ ثَانٍ فَنَزَعَهُ وَاسْتَمَرَّ فِي صَلَاتِهِ. فَلَمَّا رَمَاهُ بِالسَّهْمِ الثَّالِثِ أَسْرَعَ فَأَتَمَّ صَلَاتَهُ وَأَيْقَظَ عَمَّارًا. فَلَمَّا رَأَى عَمَّارٌ الدِّمَاءَ تَسِيلُ مِنْ جَسَدِ عَبَّادٍ قَالَ: «سُبْحَانَ اللَّهِ، أَلَا نَبَّهْتَنِي أَوَّلَ مَا رَمَى؟» فَقَالَ عَبَّادٌ: «كُنْتُ فِي سُورَةٍ أَقْرَؤُهَا، فَلَمْ أُحِبَّ أَنْ أَقْطَعَهَا، فَلَمَّا تَابَعَ عَلَيَّ الرَّمْيَ رَكَعْتُ فَآذَنْتُكَ. وَأَيْمُ اللَّهِ، لَوْلَا أَنْ أُضَيِّعَ ثَغْرًا أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِحِفْظِهِ، لَقَطَعَ نَفْسِي قَبْلَ أَنْ أَقْطَعَهَا أَوْ أُنْفِذَهَا».

Seorang musyrik yang membuntuti pasukan muslimin bersama sekelompok orang Badui memanfaatkan kesempatan itu dan memanah ‘Abbad. Ia mencabut anak panah dari tubuhnya lalu melanjutkan salat. Orang itu memanahnya untuk kedua kalinya. ‘Abbad kembali mencabutnya dan meneruskan salat. Ketika ia ditembak untuk ketiga kalinya, ‘Abbad segera menyelesaikan salat dan membangunkan ‘Ammar. Melihat darah mengalir dari tubuh ‘Abbad, ‘Ammar berkata, “Mahasuci Allah! Mengapa engkau tidak membangunkanku sejak tembakan pertama?” ‘Abbad menjawab, “Aku sedang membaca sebuah surah dan tidak ingin memutusnya. Ketika ia terus memanahku, aku rukuk lalu memberi isyarat kepadamu. Demi Allah, seandainya aku tidak khawatir menyia-nyiakan pos penjagaan yang diperintahkan Rasulullah ﷺ agar kujaga, tentu aku telah mengorbankan nyawaku sebelum memutus atau menyelesaikan bacaanku.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Contoh-Contoh Pengorbanan (مِنْ صُوَرِ التَّضْحِيَةِ), halaman 113 kitab (halaman 114 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button