Bagian 97: Seorang Badui Berusaha Membunuh Nabi ﷺ
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 97
Seorang Badui Berusaha Membunuh Nabi ﷺ
Pasukan muslimin sedang dalam perjalanan pulang ke Madinah setelah Perang Dzātur Riqa‘. Saat tengah hari dan matahari semakin terik, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat berhenti di salah satu lembah. Mereka mencari tempat berteduh di bawah pepohonan dan beristirahat dari perjalanan serta panas yang menyengat. Rasulullah ﷺ berbaring di bawah sebuah pohon, menggantungkan pedangnya pada salah satu dahan, lalu tertidur. Ketika beliau tidur, seorang musyrik bernama Ghawrats bin Al-Harits—yang membuntuti dan mengawasi pasukan—menyelinap mendekat. Ia berdiri di atas kepala Nabi ﷺ yang sedang tidur, mengambil pedang beliau dari sarungnya, lalu mengangkatnya ke atas kepala beliau seraya berkata, “Wahai Muhammad, siapa yang akan melindungimu dariku?”
Nabi ﷺ membuka mata dan melihat orang itu menghunus pedang. Beliau menjawab dengan tenang, “Allah.” Orang itu tersentak hingga pedangnya jatuh. Nabi ﷺ bangkit, mengambil pedang itu, lalu mengangkatnya dan bertanya, “Siapa yang akan melindungimu dariku?” Orang itu terdiam, lalu menjawab, “Tidak seorang pun.” Rasulullah ﷺ memaafkannya dan membebaskannya. Orang itu berjanji tidak akan memerangi beliau dan tidak akan bergabung dengan kaum yang memerangi beliau. Kemudian orang Badui itu kembali kepada kaumnya sambil berkata, “Aku datang kepada kalian dari sisi manusia terbaik.”