Bagian 89: Surat kepada Para Raja dan Pemimpin
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 89
Surat kepada Para Raja dan Pemimpin
Perjanjian Hudaibiyah antara kaum muslimin dan Quraisy membuka peluang besar untuk menyebarkan Islam dan mengirim para pendakwah ke berbagai negeri. Nabi ﷺ mulai berkirim surat kepada para raja dan pemimpin, mengajak mereka masuk Islam. Sebagian menerima dan beriman, seperti Najasyi—yang berbeda dari Najasyi yang disalatkan gaib oleh Rasulullah ﷺ. Sebagian membalas dengan baik dan mengirim hadiah, tetapi tidak masuk Islam. Ada pula yang marah dan merobek surat Nabi ﷺ, seperti Kisra, raja Persia. Nabi ﷺ mendoakannya, “Ya Allah, koyaklah kerajaannya.” Tidak lama kemudian, putranya memberontak, membunuhnya, dan merebut kerajaannya. Muqauqis, raja Mesir, tidak masuk Islam, tetapi memuliakan utusan Nabi ﷺ dan mengirim hadiah kepada beliau. Kaisar Romawi juga membalas dengan baik dan memuliakan utusan Nabi ﷺ. Adapun Al-Mundzir bin Sawa, penguasa Bahrain, ia masuk Islam setelah menerima surat Nabi ﷺ. Ia membacakan surat tersebut kepada penduduk Bahrain dan mengajak mereka kepada Islam; sebagian beriman dan sebagian menolak.