Bagian 88: Abu Bashir
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 88
Abu Bashir
Tak lama setelah Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin tiba kembali di Madinah dari Hudaibiyah, Abu Bashir ‘Ubaidullah bin Asid datang kepada mereka dalam keadaan melarikan diri dari Makkah. Quraisy mengirim dua orang untuk membawanya kembali sesuai ketentuan perjanjian. Rasulullah ﷺ berkata, “Wahai Abu Bashir, kita telah memberikan kepada kaum itu apa yang engkau ketahui. Dalam agama kita, pengkhianatan tidak dibenarkan. Allah akan memberikan jalan keluar bagimu dan bagi orang-orang lemah yang bersamamu. Kembalilah kepada kaummu.” Abu Bashir bersedih dan berangkat bersama kedua utusan Quraisy menuju Makkah. Di tengah perjalanan, ia mengelabui salah seorang penjaga, mengambil pedangnya, lalu membunuhnya. Penjaga yang lain melarikan diri dalam ketakutan dan kembali menemui Nabi ﷺ. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah memenuhi janjimu dan Allah telah membebaskanmu dari tanggungan.” Beliau bersabda, “Celakalah ibunya! Ia pemantik perang. Seandainya ia bersama beberapa orang.” Abu Bashir menyadari bahwa ia tidak dapat tinggal di Madinah dan tidak aman di Makkah. Ia pun pergi ke pesisir dan mulai mengganggu kafilah Quraisy yang melewati jalur pantai. Kaum muslimin yang tertindas di Makkah mendengar tempat tinggalnya, lalu menyusul hingga terkumpul sekitar tujuh puluh orang, termasuk Abu Jandal. Mereka membentuk kelompok yang membuat Quraisy terdesak: setiap orang Quraisy yang mereka jumpai dibunuh dan setiap kafilah yang melintas mereka serang. Quraisy kemudian memohon kepada Nabi ﷺ agar menampung mereka karena Quraisy tidak lagi menghendaki mereka.