Bagian 87: Kepulangan dari Hudaibiyah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 87
Kepulangan dari Hudaibiyah
Setelah perjanjian damai antara Rasulullah ﷺ dan Quraisy selesai, salah satu ketentuannya adalah Rasulullah ﷺ dan para sahabat kembali ke Madinah, lalu berumrah pada tahun berikutnya. Rasulullah ﷺ meminta para sahabat mengakhiri ihram umrah mereka. Para sahabat merasa berat karena sangat ingin menunaikan umrah dan bertawaf di Baitullah. Mereka tidak membayangkan akan dihalangi memasuki Baitullah, sebab menurut mereka Quraisy tidak berhak melarang mereka. Mereka pun belum melaksanakan perintah Rasulullah ﷺ. Beliau lalu masuk menemui istrinya, Ummu Salamah, dalam keadaan marah. Ummu Salamah menyarankan agar beliau menyembelih hewan kurban dan mengakhiri ihram; para sahabat akan mengikuti jika melihat beliau melakukannya. Rasulullah ﷺ pun bangkit, menyembelih hewan kurban, mencukur rambut, dan mengakhiri ihram umrahnya. Ketika melihat beliau, para sahabat melakukan hal yang sama: menyembelih hewan kurban dan mengakhiri ihram. Sebagian mencukur rambut, sementara yang lain memendekkannya. Rasulullah ﷺ mendoakan orang-orang yang mencukur rambut, “Semoga Allah merahmati orang-orang yang mencukur rambut.” Mereka bertanya, “Dan orang-orang yang memendekkan rambut, wahai Rasulullah?” Beliau mengulangi doa untuk orang-orang yang mencukur rambut hingga tiga kali. Pada kali keempat beliau bersabda, “Dan orang-orang yang memendekkan rambut.”
Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin kembali ke Madinah tanpa memasuki Makkah. Dalam perjalanan turunlah Surah Al-Fath: “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” Surah ini memuat banyak peristiwa Hudaibiyah, hal-hal yang terjadi di sana, berbagai kemenangan yang menyusulnya, dan kabar gembira tentang umrah pengganti.