Durūs min as-Sīrah

Bagian 70: Peristiwa Hadis Ifk

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 70

حَدِيثُ الْإِفْكِ

Peristiwa Hadis Ifk

كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَدْ خَرَجَتْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِلَى غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ. وَفِي الطَّرِيقِ نَزَلَ الْجَيْشُ مَنْزِلًا فَبَاتُوا فِيهِ بَعْضَ اللَّيْلِ، ثُمَّ ارْتَحَلُوا. وَكَانَتْ عَائِشَةُ قَدْ ذَهَبَتْ تَبْحَثُ عَنْ عِقْدٍ سَقَطَ مِنْهَا حِينَ ذَهَبَتْ لِبَعْضِ حَاجَتِهَا، فَلَمَّا رَجَعَتْ إِلَى الْمُعَسْكَرِ إِذَا بِالنَّاسِ قَدْ ذَهَبُوا.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ikut berangkat bersama Rasulullah ﷺ dalam Perang Bani Musthaliq. Di tengah perjalanan, pasukan berhenti dan bermalam beberapa waktu, kemudian bersiap melanjutkan perjalanan. ‘Aisyah pergi mencari kalungnya yang terjatuh ketika ia menunaikan keperluan. Saat kembali ke perkemahan, ia mendapati orang-orang telah berangkat.

تَقُولُ عَائِشَةُ: «فَتَلَفَّفْتُ بِجِلْبَابِي، ثُمَّ اضْطَجَعْتُ فِي مَكَانِي، وَعَرَفْتُ أَنِّي إِذَا افْتُقِدْتُ رَجَعَ النَّاسُ إِلَيَّ. فَوَاللَّهِ إِنِّي لَمُضْطَجِعَةٌ إِذْ مَرَّ بِي صَفْوَانُ بْنُ الْمُعَطَّلِ، وَكَانَ قَدْ تَخَلَّفَ عَنِ الْعَسْكَرِ لِبَعْضِ حَاجَتِهِ». فَلَمَّا رَأَى سَوَادَ عَائِشَةَ أَقْبَلَ حَتَّى وَقَفَ عَلَيْهَا، ثُمَّ قَرَّبَ إِلَيْهَا الْبَعِيرَ وَاسْتَأْخَرَ عَنْهَا. فَلَمَّا رَكِبَتْ أَخَذَ بِرَأْسِ الْبَعِيرِ وَانْطَلَقَ يَطْلُبُ النَّاسَ، فَلَمْ يُدْرِكْهُمْ إِلَّا فِي الصَّبَاحِ.

‘Aisyah berkata, “Aku menutupi diri dengan jilbab, lalu berbaring di tempatku. Aku tahu bahwa jika orang-orang menyadari aku tertinggal, mereka akan kembali mencariku. Demi Allah, ketika aku sedang berbaring, Shafwan bin Al-Mu‘aththal lewat. Ia tertinggal dari pasukan karena suatu keperluan.” Ketika melihat sosok ‘Aisyah, ia mendekat dan berhenti di hadapannya. Ia mendekatkan untanya lalu menjauh. Setelah ‘Aisyah naik, ia menuntun unta itu untuk menyusul rombongan. Mereka baru berhasil menyusul pasukan pada pagi hari.

وَرَأَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ ـ رَأْسُ الْمُنَافِقِينَ ـ عَائِشَةَ وَهِيَ رَاكِبَةٌ عَلَى بَعِيرِ صَفْوَانَ، فَاتَّهَمَهَا وَأَخَذَ يُرَوِّجُ ذَلِكَ بَيْنَ النَّاسِ. وَلَكِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْزَلَ بَرَاءَةَ عَائِشَةَ، قَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ﴾ [النُّورِ: ١١].

Abdullah bin Ubay, pemimpin kaum munafik, melihat ‘Aisyah berada di atas unta Shafwan. Ia menuduh ‘Aisyah dan menyebarkan tuduhan itu di tengah masyarakat. Namun, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi menurunkan ayat yang menyatakan kesucian ‘Aisyah. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah golonganmu juga. Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagimu, bahkan itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di dalamnya, dia mendapat azab yang sangat berat.” (QS. An-Nur: 11).

وَأَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْحَدَّ عَلَى مَنْ ثَبَتَتْ عَلَيْهِ تُهْمَةُ الْقَذْفِ.

Rasulullah ﷺ menegakkan hukuman atas orang-orang yang terbukti melakukan tuduhan zina.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Peristiwa Hadis Ifk (حَدِيثُ الْإِفْكِ), halaman 87 kitab (halaman 88 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button