Durūs min as-Sīrah

Bagian 55: Perjalanan Menuju Uhud

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 55

الطَّرِيقُ إِلَى أُحُدٍ

Perjalanan Menuju Uhud

انْطَلَقَ النَّبِيُّ ﷺ بِجَيْشِهِ نَحْوَ أُحُدٍ، وَمَعَهُ قَرَابَةُ أَلْفِ رَجُلٍ. وَفِي الطَّرِيقِ انْخَذَلَ الْمُنَافِقُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيِّ بْنُ سَلُولٍ، وَانْسَحَبَ بِثُلُثِ الْجَيْشِ. وَكَادَ هَذَا الْمَوْقِفُ أَنْ يُؤَثِّرَ فِي الْمُؤْمِنِينَ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ وَبَنِي حَارِثَةَ فَيَتَّبِعُوهُمْ، وَلَكِنَّ اللَّهَ عَصَمَهُمْ بِإِيمَانِهِمْ، وَفِيهِمْ نَزَلَ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ﴾ [آلِ عِمْرَانَ: ١٢٢].

Nabi ﷺ berangkat bersama pasukannya menuju Uhud dengan membawa hampir seribu orang. Di tengah perjalanan, Abdullah bin Ubay bin Salul, seorang munafik, berbalik dan menarik sepertiga pasukan. Sikap itu hampir memengaruhi orang-orang beriman dari Bani Salimah dan Bani Haritsah sehingga mereka ikut mundur. Namun, Allah menjaga mereka dengan iman mereka. Tentang mereka turun firman Allah: “(Ingatlah) ketika dua golongan dari pihakmu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran: 122).

وَصَلَ الْمُسْلِمُونَ إِلَى أُحُدٍ وَعَسْكَرُوا هُنَاكَ، وَاخْتَارَ النَّبِيُّ ﷺ أَرْضَ الْمَعْرَكَةِ، وَقَسَّمَ الْجَيْشَ إِلَى ثَلَاثِ كَتَائِبَ: كَتِيبَةِ الْمُهَاجِرِينَ بِقِيَادَةِ مُصْعَبِ بْنِ عُمَيْرٍ، وَكَتِيبَةِ الْأَوْسِ بِقِيَادَةِ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ، وَكَتِيبَةِ الْخَزْرَجِ بِقِيَادَةِ الْحُبَابِ بْنِ الْمُنْذِرِ. وَرَدَّ النَّبِيُّ ﷺ صِغَارَ السِّنِّ وَمَنَعَهُمْ مِنَ الْمُشَارَكَةِ، وَكَانُوا أَرْبَعَةَ عَشَرَ غُلَامًا، كَمَا يَذْكُرُ عُلَمَاءُ السِّيرَةِ. وَلَمْ يَسْتَثْنِ مِنْهُمُ النَّبِيُّ ﷺ سِوَى رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ لِمَهَارَتِهِ فِي الرَّمْيِ، وَسَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ لِقُوَّتِهِ الْجَسَدِيَّةِ.

Kaum muslimin tiba di Uhud dan berkemah di sana. Nabi ﷺ memilih lokasi pertempuran, lalu membagi pasukan menjadi tiga batalion: batalion Muhajirin dipimpin Mush‘ab bin ‘Umair, batalion Aus dipimpin Usaid bin Hudhair, dan batalion Khazraj dipimpin Al-Hubab bin Al-Mundzir. Nabi ﷺ memulangkan anak-anak yang masih kecil dan melarang mereka ikut berperang. Menurut para ahli sirah, jumlah mereka empat belas anak. Beliau hanya mengecualikan Rafi‘ bin Khadij karena mahir memanah dan Samurah bin Jundab karena kekuatan fisiknya.

ثُمَّ اخْتَارَ النَّبِيُّ ﷺ مِنْ أَصْحَابِهِ خَمْسِينَ رَامِيًا، وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جُبَيْرٍ، وَجَعَلَهُمْ عَلَى جَبَلٍ يُقَابِلُ جَبَلَ أُحُدٍ، وَقَالَ لَهُمْ: «إِنْ رَأَيْتُمُونَا تَخْطَفُنَا الطَّيْرُ فَلَا تَبْرَحُوا مَكَانَكُمْ هَذَا حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ، وَإِنْ رَأَيْتُمُونَا هَزَمْنَا الْقَوْمَ فَلَا تَبْرَحُوا حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ. وَانْضَحُوا عَنَّا بِالنَّبْلِ لَا يَأْتُونَا مِنْ خَلْفِنَا، إِنَّا لَنْ نَزَالَ غَالِبِينَ مَا ثَبَتُّمْ مَكَانَكُمْ». ثُمَّ تَقَدَّمَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى الصُّفُوفِ فَسَوَّاهَا، وَقَالَ: «لَا يُقَاتِلَنَّ أَحَدٌ حَتَّى نَأْمُرَهُ بِالْقِتَالِ».

Kemudian, Nabi ﷺ memilih lima puluh pemanah dari kalangan sahabat. Beliau menunjuk ‘Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin mereka dan menempatkan mereka di sebuah bukit yang berhadapan dengan Gunung Uhud. Beliau berpesan, “Jika kalian melihat kami disambar burung-burung, jangan tinggalkan tempat ini sampai aku mengirim utusan kepada kalian. Jika kalian melihat kami mengalahkan pasukan musuh, jangan tinggalkan tempat ini sampai aku mengirim utusan kepada kalian. Lindungilah kami dengan panah agar mereka tidak menyerang dari belakang. Kita akan senantiasa menang selama kalian tetap berada di tempat.” Kemudian, Nabi ﷺ maju ke barisan, meluruskannya, lalu bersabda, “Janganlah seorang pun mulai berperang sampai kami memerintahkannya.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Perjalanan Menuju Uhud (الطَّرِيقُ إِلَى أُحُدٍ), halaman 72 kitab (halaman 73 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button