Durūs min as-Sīrah

Bagian 54: Keberangkatan Menuju Uhud

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 54

الْخُرُوجُ إِلَى أُحُدٍ

Keberangkatan Menuju Uhud

أَرَادَتْ قُرَيْشٌ أَنْ تَنْتَقِمَ لِقَتْلَاهَا فِي بَدْرٍ، وَتُنْقِذَ طُرُقَ تِجَارَتِهَا إِلَى الشَّامِ مِنْ سَيْطَرَةِ الْمُسْلِمِينَ، وَتُعِيدَ مَكَانَتَهَا وَمَجْدَهَا السَّابِقَ بَيْنَ قَبَائِلِ الْعَرَبِ، الَّذِي تَزَعْزَعَ بِسَبَبِ هَزِيمَتِهَا فِي مَعْرَكَةِ بَدْرٍ. فَأَخَذَتْ تُعِدُّ الْعُدَّةَ لِغَزْوِ الْمُسْلِمِينَ.

Quraisy ingin membalas kematian orang-orang mereka di Badar, membebaskan jalur perdagangan ke Syam dari kendali kaum muslimin, dan memulihkan kedudukan serta kejayaan mereka di antara kabilah Arab, yang terguncang akibat kekalahan di Badar. Karena itu, mereka mulai menyiapkan pasukan untuk menyerang kaum muslimin.

وَلَمَّا عَلِمَ النَّبِيُّ ﷺ بِخُرُوجِ جَيْشِ الْمُشْرِكِينَ اجْتَمَعَ بِأَصْحَابِهِ، وَشَاوَرَهُمْ بَيْنَ الْخُرُوجِ مِنَ الْمَدِينَةِ لِلِقَاءِ الْعَدُوِّ، أَوِ الْبَقَاءِ فِيهَا وَالتَّحَصُّنِ بِدَاخِلِهَا. فَاخْتَارَ بَعْضُهُمُ الْبَقَاءَ فِي الْمَدِينَةِ، وَمَالَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى هَذَا الرَّأْيِ. وَاخْتَارَ الْخُرُوجَ إِلَى الْعَدُوِّ الرِّجَالُ الْمُتَحَمِّسُونَ الَّذِينَ حُرِمُوا شُهُودَ بَدْرٍ، وَتَاقَتْ نُفُوسُهُمْ إِلَى الْجِهَادِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَطَمِعُوا فِي نَيْلِ الشَّهَادَةِ. فَأَلَحُّوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنْ يَخْرُجَ لِقِتَالِهِمْ، وَقَالُوا: «يَا رَسُولَ اللَّهِ، كُنَّا نَتَمَنَّى هَذَا الْيَوْمَ وَنَدْعُو اللَّهَ، فَقَدْ سَاقَهُ إِلَيْنَا وَقَرُبَ الْمَسِيرُ. اخْرُجْ بِنَا إِلَى أَعْدَائِنَا، لَا يَرَوْنَ أَنَّا جَبُنَّا عَنْ لِقَائِهِمْ». وَأَمَامَ هَذَا الْإِلْحَاحِ دَخَلَ النَّبِيُّ ﷺ بَيْتَهُ وَلَبِسَ عُدَّةَ الْحَرْبِ.

Ketika mengetahui keberangkatan pasukan kaum musyrik, Nabi ﷺ berkumpul bersama para sahabat dan bermusyawarah: apakah mereka keluar dari Madinah untuk menghadapi musuh atau bertahan serta memperkuat pertahanan di dalam kota. Sebagian sahabat memilih bertahan di Madinah dan Nabi ﷺ cenderung pada pendapat itu. Namun, para sahabat yang bersemangat—yang tidak ikut dalam Perang Badar, merindukan jihad di jalan Allah, dan berharap memperoleh syahid—memilih keluar menghadapi musuh. Mereka terus mendesak Rasulullah ﷺ agar berangkat memerangi mereka. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah lama mengharapkan hari ini dan berdoa kepada Allah. Kini Allah telah mendatangkannya kepada kami dan jarak perjalanan pun dekat. Bawalah kami menghadapi musuh agar mereka tidak mengira kami takut bertemu mereka.” Menghadapi desakan itu, Nabi ﷺ masuk ke rumah dan mengenakan perlengkapan perang.

وَلَمَّا دَخَلَ النَّبِيُّ ﷺ بَيْتَهُ، تَلَاوَمَ الْقَوْمُ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ أَكْرَهُوا النَّبِيَّ ﷺ عَلَى أَمْرٍ لَا يُرِيدُهُ. فَأَرْسَلُوا حَمْزَةَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يُخْبِرُهُ أَنَّ الْقَوْمَ قَدْ نَدِمُوا، وَأَنَّهُمْ يَأْتَمِرُونَ بِأَمْرِهِ. فَقَالَ ﷺ: «مَا يَنْبَغِي لِنَبِيٍّ إِذَا لَبِسَ لَأْمَتَهُ أَنْ يَضَعَهَا حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ عَدُوِّهِ».

Setelah Nabi ﷺ masuk ke rumah, para sahabat saling menyalahkan. Mereka merasa telah memaksa beliau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak beliau kehendaki. Mereka lalu mengutus Hamzah bin ‘Abdul Muththalib untuk menyampaikan bahwa mereka menyesal dan akan mengikuti keputusan beliau. Nabi ﷺ bersabda, “Tidak pantas bagi seorang nabi, setelah mengenakan perlengkapan perangnya, untuk melepaskannya sampai Allah memberikan keputusan antara dirinya dan musuhnya.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Keberangkatan Menuju Uhud (الْخُرُوجُ إِلَى أُحُدٍ), halaman 71 kitab (halaman 72 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button