088. Bab V · Bagian 58/61 — Negara Bani Mahdi di Yaman
دَوْلَةُ بَنِي مَهْدِيٍّ فِي الْيَمَنِ
Negara Bani Mahdi di Yaman
554–569 H / 1159–1173 M
سَيْطَرَ عَلِيُّ بْنُ مَهْدِيٍّ عَلَى زَبِيدَ بَعْدَ سُقُوطِ الدَّوْلَةِ النَّجَاحِيَّةِ وَهُمْ أُسْرَةٌ حِمْيَرِيَّةٌ، ثُمَّ خَلَفَهُ أَبْنَاؤُهُ الْمَهْدِيُّ وَعَبْدُ النَّبِيِّ وَعَبْدُ اللَّهِ، وَقَدِ اسْتَطَاعُوا بَسْطَ نُفُوذِهِمْ عَلَى بِلَادِ الْيَمَنِ وَتِهَامَةَ.
Ali bin Mahdi menguasai Zabid setelah jatuhnya negara Najahiyah. Mereka merupakan keluarga Himyar. Putra-putranya, al-Mahdi, Abdun Nabi, dan Abdullah, kemudian menggantikannya. Mereka berhasil memperluas pengaruh ke Yaman dan Tihamah.
وَنَذْكُرُ هُنَا أَنَّ الْيَمَنَ أَحْسَنَتِ اسْتِقْبَالَ هَذِهِ الْأُسْرَةِ لِأَنَّهَا أُسْرَةٌ وَطَنِيَّةٌ تَمَامًا، وَلِأَنَّ مُنْشِئَهَا كَانَ يَمْتَازُ بِالْعِلْمِ وَالْخُلُقِ، وَلَكِنَّ الْمَهْدِيَّ وَعَبْدَ النَّبِيِّ انْحَرَفَتْ أَخْلَاقُهُمَا وَتَغَيَّرَا إِلَى الشِّدَّةِ وَالْقَسْوَةِ فَكَرِهَهُمَا الْأَهَالِي. ثُمَّ كَانَ الزَّحْفُ الْأَيُّوبِيُّ بِقِيَادَةِ تُورَانْ شَاه (شَقِيقِ صَلَاحِ الدِّينِ)، الَّذِي ضَمَّ بِلَادَ الْيَمَنِ ضِمْنَ الْحَظِيرَةِ الْأَيُّوبِيَّةِ.
Di sini disebutkan bahwa Yaman menyambut keluarga ini dengan baik karena mereka sepenuhnya merupakan keluarga asli negeri itu dan pendirinya dikenal berilmu serta berakhlak baik. Akan tetapi, akhlak al-Mahdi dan Abdun Nabi menyimpang. Keduanya berubah menjadi keras dan kejam sehingga penduduk membenci mereka. Kemudian datang serangan Ayyubiyah di bawah pimpinan Turan Syah, saudara Shalahuddin, yang memasukkan Yaman ke dalam wilayah Ayyubiyah.